Seratusan Delegasi Perguruan Tinggi Bimtek Tracer Study di UNP

Rektor UNP Prof. Ganefri foto bersama para delegasi perguruan tinggi peserta tracer study di UNP. foto. dok. ag

Padang, Mimbar —–Meyakinkan peserta didik bisa melakukan sesuatu dengan apa yang mereka terima disaat pendidikan tinggi, perlu upaya mengubah paradigma dan orientasi yang mengarah pada upaya persiapan para lulusan PT dalam memasuki dunia kerja.

Guna pembimbingan teknis PT penerima bantuan Pengembangan Pusat Karir Lanjutan (Tracer Study), Dirjen Belmawa melalui Kasubdit Penyelarasan Kebutuhan Kerja (PKK) bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) PKK Universitas Negeri Padang menyelenggarakan simulasi pengisian Tracer Study Online yang dikemas dalam kegiatan Bimtek PT Penerima Bantuan Tracer Study dengan mengundang perwakilan dari seluruh PTN/PTS penerima bantuan tersebut, Jumat (10/5/2019) di Ruang Sidang Senat Lt4 Rektorat UNP.

Selain dihadiri seratusan peserta dari perkawilan PTN/PTS penerima bantuan Tracer Study, Bimtek yang dibuka Rektor UNP, Prof Ganefri menghadirkan nara sumber Kasubdit PKK, Tiomega Gultom dan Muhamad Arifin dari tim PKPKL.

Dari pembukaan Bimtek tersebut, Prof Ganefri selaku Rektor PT yang memfasilitasi tempat pelaksanaan wilayah koordinasi PT LLDIKTI Wilayah I,II,X dan XIII, yang mencakup provinsi Sumatera Utara, Sumsel, Sumbar dan Aceh menyebutkan presentase pengangguran di Indonesia dari tahun ke tahun cendrung menurun.

Di UNP, kata Ganefri, penyelarasan dunia pendidikan dan dunia kerja harus mampu melatih lulusan untuk dapat mandiri menjadi wirausaha yang membuka lapangan kerja bagi dirinya maupun orang lain. “Pelatihan Kewirausahaan yang digelar UPT PKK UNP selama ini merupakan langkah untuk membangun kemandirian mahasiswa,” ujar Prof Ganefri didampingi Wakil Rektor 3 UNP, Prof Ardipal.

Lebih lanjut Prof Ganefri mengatakan tracer Study memiliki beberapa tujuan penting dalam pelaksanaannya, antara lain, Untuk memperoleh informasi penting berupa umpan balik alumni sebagai perbaikan, pengembangan sistem dan pengelolaan pendidikan perguruan tinggi, baik fasilitas, pola pengajaran dan pembelajaran, proses, serta pelayanan, yang kedua sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui relevansi pendidikan tinggi dengan pekerjaan (hardskill, softskill, faktor internal/eksternal, kompetensi, kontribusi, dsb)

Sementara itu Kasubdit PKK Ditbelmawa, Tiomega Gultom menjelaskan manfaat tracer study tidak terbatas pada perguruan tinggi saja, tetapi lebih jauh lagi dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan industri.

“Tracer study dapat menyajikan informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan kerja baik horisontal (antar berbagai bidang ilmu) maupun vertikal (antar berbagai level/strata pendidikan). Dengan demikian, Tracer Study dapat ikut membantu mengatasi permasalahan kesenjangan kesempatan kerja dan upaya perbaikannya,” katanya

Bagi perguruan tinggi, dikatakan Tiomega Gultom, informasi mengenai kompetensi yang relevan bagi dunia usaha dan industri dapat membantu upaya perbaikan kurikulum dan sistem pembelajaran. Di sisi lain, dunia usaha dan industri dapat melihat ke dalam perguruan tinggi melalui Tracer Study, dan dengan demikian dapat menyiapkan diri dengan menyediakan pelatihan-pelatihan yang lebih relevan bagi sarjana pencari kerja baru. (ms/rls/ag)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan