WARTAWAN SUMBAR ERA TAHUN 70, 80 dan 90 GELAR ACARA TARAGAK BASUO

Bupati Limapuluh Kota : Wartawan Punya Banyak Manfaat Bagi Kemajuan Daerah

Mantan Mendagri Gamawan Fauzi dan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi serta Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus di acar Taragak Basuo wartawan era 70. 80 dan 90an di rumah dins bupati. foto.dok

Payakumbuh, Mimbar — Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam sambutannya mengaku bangga dengan kehadiran seratus lebih wartawan dari Sumbar, Jambi, Palembang dan Riau untuk bersilaturahmi di daerah yang dipimpinnya. Termasuk dengan hadirnya mantan Mendagri, H. Gamawan Fauzi.
“Semoga pertemuan Taragak Basuo ini mempunyai banyak manfaat bagi dunia pers dan kemajuan daerah,” ungkap Irfendi.
Diakui Irfendi, profesi wartawan adalah profesi yang mulia. “Karena itu saya sangat bangga dengan adanya kegiatan ini. Karena, karena wartawanlah NKRI ini selalu ada, karena selalu menyuarakannya,” kata Irfendi.
Karena itu, dengan acara Taragak Basuo ini, dapat menyatukan para wartawan, tidak saja angkatan 1970, 80 dan 90an, ke depan juga wartawan tahun 2000an.
“Kekuatan persatuan itu sangat luar biasa dalam memajukan daerah dan negara ini,” katanya.
Sebelumnya, Mantan Mendagri H Gamawan Fauzi berharap pertemuan para wartawan senior ini dapat bemanfaat untuk mengumpulkan nan taserak. Karena, ke depan, suatu saat nanti, karya karya atau tulisan lama itu akan sangat bermanfaat.
“Sama halnya dengan anggota dewan. Jika tiap tahun, seorang anggota dewan menghasilkan satu buku, berapa besar manfaatnya bagi kemajuan daerah,” ucap Gamawan yang juga mantan Gubernur Sumbar.
Ketua Panitia sekaligus Ketua PWI Kota Payakumbuh/Kabupaten 50 Kota, Yusrizal menyampaikan acara silaturahim dan Taragak Basuo yang digelar di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lamapuluh Kota, merupakan yang kwtiga kalinya. Sebelumnya, tahun 2018 lalu, acara yang bertajuk “Temu kangen” digelar di Batusangkar, Kabupaten Tanahdatar.
“Pertama kali, acara silaturahmi wartawan gaek ini dia gelar di Kota Bukittinggi. Kemudian digagas untuk digelar tiap tahun, dan pelaksanaannya digilir ke sejumlah kabupaten/kota. Kebetulan tahun ini, kita yang ditunjuk jadi tuan rumah,” ungkap Yusrizal.
Ditambahkan, lebih seratus wartawan yang bertugas sejak era tahun 1970, 1980 dan 1990, hadir paca acara silaturahim yang berrajuk “Taragak Basuo” ini, dari sekitar 150 wartawan yang mendaftar.
“Kita selaku panitia, berterima kasih pada Bupati Limapuluh Kota, Bapak Irfendi Arbi yang mendukung penuh terlaksananya acara ini,” ungkap Yusrizal.
Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus mengatakan, profesi wartawan, menjadi magnit yang kuat untuk membangun silaturahim. Buktinya, mesti seorang wartawan telah beralih profesi, namun kecintaannya terhadap dunia wartawan tetap melekat erat.
“Kita berharap, jalinan silaturahmi ini tetap terjalin erat kedepannya,” ucap Heranof.
Makmur Hendrik selaku wartawan era 1970an, mengaku bangga dengan profesi wartawan yang melekat pada dirinya.
“Karena itu, apapun kata orang, bagi saya, profesi wartawan adalah kehidupan saya,” ungkap Makmur.
Syahril, wartawan era 1980an, terkenal cukup keras dalam pemberitaan. Karena, dalam bertugas, dia seringkali mendapat ancaman, bahkan pernah kaca mobilnya dipecah orang karena pemberitaan yang ditulisnya.
“Bahkan, saya dua kali diperiksa polisi karena pemberitaan, syukur ndak sampai di penjara,” ujarnya.
Acara silaturahmi di rumah dinas Bupati Limapuluh Kota ini, ditutup dengan penyerahan penghargaan pada tokoh-tokoh wartawan dan keluarga almarhum Fadril Isnaini (Infai). (ms/ald)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan