Waooo….!! Pajangan Data Publik di Rumah DataKU Koto Katik Bikin Ketua KI Sumbar Takjub

Ketua KI Sumbar Adrian Tuswandi beri testimoni di Rumah DataKU Koto Katik Padang Panjang, Sabtu 20/7 (foto: max)

“Ini luar biasa. Rumah DataKU sudah sejalan dengan program Komisi Informasi mengaplikasikan apa yang diinginkan UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Adrian Tuswandi, Ketua KI Sumbar.

Padang Panjang, Mimbar — Pajangan berbagai macam data, termasuk data kependudukan di Kampung KB Kota Katik, Kota Padang Panjang membuat Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar, Adrian Tuswandi takjub.

Adrian Tuswandi, Ketua KI Sumbar sigi data dokumen publik di Rumah DataKU Koto Katik, Sabtu 20/7 (foto:max)

Dalam kunjungannya ke Rumah DataKU Kampung KB Koto Katik, Sabtu (20/7), Adrian menyebut, dalam program transparansi informasi keberadaan Rumah DataKU ini sudah memenuhi hak masyarakat setempat untuk tahu berbagai jenis informasi dan data tentang daerahnya.

“Ini luar biasa. Rumah DataKU sudah sejalan dengan program Komisi Informasi mengaplikasikan apa yang diinginkan UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Adrian.

Dikatakan Toaik biasa Adrian disapa, data-data yang dipajang dalam bentuk display menarik ini, sudah menggambarkan bagaimana kondisi sosial kemasyarakatan itu sendiri. Sehingga memudahkan dalam melakukan intervensi positif bagi pengambil kebijakan.

“Ini namanya data fisik, memudahkan dalam mengakses informasi. Dan secara online juga bisa diakses oleh siapa saja dan di mana saja. Hal ini yang membuat saya takjub,” akunya.

Sementara Penyuluh KB Pembina Wilayah Koto Katik, Maryulis Max yang mendampingi kunjungan Adrian menyebutkan, secara online Kampung KB Koto Katik bisa diakses melalui link http://kampungkb.bkkbn.go.id/profile/1244.

Pada situs basis data KB dan intervensi kegiatan diupdate setiap saat.
Di Rumah DataKU ini, selain menjadi bank data, juga disediakan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Lapiak untuk mendukung gerakan literasi.

“Tidak mahal kok memberikan akses informasi ke masyarakat dan informasi itu mewah sekali. Ditambah lagi dengan gerakan literasi, maka ini sempurna sekali,” tempat Adrian.

Ke depan, kata Adrian, dia akan mencoba mensinkronkan kegiatan keterbukaan informasi dengan program KKBPK yang dikelola BKKBN.

“Kapan perlu, Rumah DataKU bisa menjadi contoh akses dalam keterbukaan informasi ini,”ujarnya (rilis: ppid/kisb)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan