Analisis Longsor di Padang Pariaman

Penulis Kelompok 2 :
1. FITRIA ROZI (2110442001)
2. MAGFIRA ARDANI (2110447001)
3. NIKITA AULIA FIRDAUS (2010442004)
4. NONI NOVIANTI (2110441011)
5. NURHAYATI (2110442021)
6. PUTRI WIDIA SARI (2110443004)

Di Indonesia semakin banyak terjadi bencana dari tahun ke tahun. Salah satunya, bencana tanah longsor yang baru saja terjadi di Padang Pariaman pada Kamis 30 September 2021. Lebih tepatnya di korong Tanah Taban, nagari Pasia Laweh, kecamatan Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Berdasarkan peristiwa tersebut, kami dari kelompok 2 melakukan analisis lebih lanjut mengenai bagaimana sih kronologis terjadinya longsor, apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya longsor, bagaimana dampak yang ditimbulkan dari longsor, dan usaha apa saja yang dapat kita lakukan setelah terjadinya longsor.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Barat hari Rabu (29 September 2021) sudah masuk ke dalam kategori ekstrem.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Padang Pariaman melaporkan bahwa curah hujan yang sangat deras yang disertai angin kencang ini, memicu terjadinya banjir bandang dan longsor pada hari Rabu (29 September 2021) pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan data yang diperoleh, hal ini terjadi selama 2 hari berturut-turut sebelum waktu kejadian. Dengan curah hujannya berkisar antara 100-150 mm/hari. Dan hal ini juga dibuktikan dengan adanya bekas air di dinding rumah yang tingginya kisaran antara 1 m – 1,5 m.
Dan bukan hanya itu saja, tipologi dari lokasi tersebut juga memengaruhi terjadinya longsor. Berdasarkan data yang diperoleh, tipikal lereng di nagari Pasia Laweh adalah tipe lereng debris flow, di mana bukit-bukit itu terletak berdekatan dan banyaknya rumah penduduk yang berada di kaki perbukitan. Karena kedua keadaan tersebut, air yang mengalir ke sungai pun menjadi sangat deras, sehingga menimbulkan luapan air. Oleh sebab itu, daerah kaki bukit yang berada dekat dengan sungai mengalami erosi yang berlebihan.
Namun longsor itu tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam saja. Kurang lebih aktivitas-aktivitas manusia juga ikut berperan atas musibah yang terjadi, seperti: kegagalan struktur pada dinding penahan tanah, pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal, sistem pertanian yang kurang memerhatikan keamanan irigasi, sistem drainase daerah lereng yang kurang baik, serta pengembangan wilayah yang tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Berikut beberapa gambaran faktor alam penyebab terjadinya longsor.

Baca Juga:  5 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Mendadak, Penyebab

Gambar 2. Cuaca Gambar 3. Topogra

Berdasarkan penuturan salah satu warga di sana, longsor ini menyebabkan beberapa korban jiwa, diantaranya sebagai berikut,”Ada tiga korban selamat, dua korban luka-luka dan tujuh korban yang meninggal dunia” kata Putri.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur mengatakan bahwa total rumah yang tertimbun longsor itu ada tiga unit rumah, salah satunya rumah korban itu sendiri. Data satu keluarga yang tewas tertimbun longsor, yakni Andi Karba Nduru (50), Yeri Hati Gobasa (46), Vianus (25), Esnimar (18), Aldi (11), Putri (6).”

 

Selain itu, hujan deras yang melanda nagari Pasia Laweh itu menyebabkan longsor tidak hanya terjadi di satu tempat saja. Namun longsor itu juga mengenai akses jalan raya menuju tempat kejadian. Menurut pernyataan warga hujan datang bersamaan dengan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang ke ruko-ruko warga, dan ada pula yang menghambat ke jalan.
Sarana dan prasarana banyak yang rusak dan beberapa kerusakan material lainnya. Kurang lebih ada sebanyak enam unit motor tertimbun longsor dan satu unit rumah tertimbun habis. Sedangkan dua unit rumah lagi hanya terkena bagian dapurnya saja.p

Baca Juga:  Tekan Pencemaran Lingkungan, Kementerian PUPR Bangun Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Pekanbaru

Ada beberapa usaha yang dilakukan setelah terjadinya longsor yaitu warga yang terdampak longsor dievakuasi ke tempat yang lebih aman, ke rumah kerabat atau keluarga terdekat, melakukan pendataan di lokasi kejadian dan melakukan pembersihan material akibat pohon tumbang serta evakuasi bersama TNI, polri dan warga setempat. Penyelamatan dan pertolongan para korban itu dilakukan secepatnya, supaya korban tidak kembali bertambah.
Usaha selanjutnya yang dapat dilakukan setelah terjadinya longsor, yaitu: pemulihan korban dan prasarana, meliputi: kondisi sosial, ekonomi, dan sarana transportasi. Selain itu, dilakukan penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor. Hal ini menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh longsor, karena kerentanan bangunan-bangunan yang dibangun itu pada jalur tanah

“Menjaga kebersihan daerah saluran air dan pemotongan bagian pohon yang mudah patah secara berkala, mempersiapkan lokasi evakuasi dan melakukan simulasi secara rutin untuk meningkatkan kapasitas dari masyarakat itu dalam menghadapi potensi bencana” pesan Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengimbau masyarakat serta perangkat daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau prakiraan cuaca pada laman BMKG dan potensi bencana pada inaRISK. Masyarakat dan pemerintah daerah itu juga harus mempersiapkan rencana kesiapsiagaan dan mitigasi vegetasi pada daerah rawan longsor.

Source :
https://www.liputan6.com/regional/read/4672064/longsor-terjang-padang-pariaman-7-orang-meninggal-dunia
https://www.merdeka.com/peristiwa/banjir-dan-tanah-longsor-di-padang-pariaman-4-orang-meninggal-dan-72-mengungsi.html
https://news.detik.com/berita/d-5746761/tanah-longsor-di-padang-pariaman-7-warga-tewas-tertimbun
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210930131829-20-701501/longsor-di-padang-pariaman-tujuh-orang-tewas-tertimbun

https://youtu.be/QkE05qVNm4A.**

TUGAS FISIKA KEBENCANAAN
DOSEN PENGAMPU: AHMAD FAUZI POHAN, M.Sc

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.