Angin Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah dan Tanaman Warga Tabek Patah


Batusangkar, Mimbar — Angin badai dan puting beliung yang terjadi sejak tiga hari belakangan, hancurkan puluhan rumah dan tanaman di ladang masyarakat Nagari Tabek Patah, Kecataman Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar.


Pantauan di lokasi, terlihat sejumlah seng rumah warga beterbangan dibongkar oleh angin yang berhembus kencang. Bahkan sejumlah bangunan rumah gadang terlihat porak poranda di terpa angin yang tak hanya pada malam hari, tapi juga tengah malam.
“Hancur nagari kami. Atap rumah warga bahkan rumah gadang porak poranda di terjang angun puting beliung. Sudah tiga hari, angin badai tak berhenti, apalagi di malam hari justru terpaan angin makin kencang,” ucap Zarman, tokoh masyarakat setempat.
Sedihnya lagi, lanjut Zarman, banyak tanaman warga yang porak poranda di terjang angin. Tanaman cabe yang sedang panen, atau batang pisang dan petai yang diharapkan dapat di panen untuk persiapan bulan puasa, ikut direbahkan angin.
“Sabtu malam tadi, terpaan angin lebih dahsyat dari hari-hari sebelumnya. Banyak rumah dan tanaman warga yang ditumbangkan angin kencang. Kami pasti rugi besar karena panen gagal,” jelas Man.
Dilanjutkan Man, ada warung warga yang baru saja diperbaiki karena diterjang badai Kamis lalu, Sabtu malam kembali dihancurkan badai yang menerpa lebih dahsyat dari sebelumnya.
“Syukur, sejauh ini tidak ada korban jiwa. Tapi rumah dan tanaman warga hancur. Cabe, Tomat, sayur-sayuran hancur semua. Padahal, tanaman inilah yang jadi penopang hidup kami sehari-hari. Capek menanam, pokok saja tidak kembali,” ungkap Man.

Baca Juga:  Disupport Sandiaga, Peluang Edriana Diusung Cagub Sumbar dari Gerindra Makin Besar

Sejauh ini belum terlihat adanya aparatur pemerintah setempat yang turun meninjau lokasi kejadian. Baik di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Tanah Datar. (ms/ald)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.