Antisipasi Covid-19, PO MPM Stop Operasi Mulai 26 Maret

Ketua Organda Sumbar, S. Budi Syukur. foto.dok

Padang, Mimbar — Mengantisipasi merebaknya corona virua disease 2019 (covid-19), perusahaan otpbus (PP) MPM menghentikan sementara operasionalnya. Bus yang berkantor di jln. Bypass KM 7 yang biasa melayani penumpang Padang-Jakarta (PP) itu stop operasi mulai 26 Maret 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Ketua DPD Organda Sumatera Barat, S. Budi Syukur, SH menjelaskan, khusus pengangkutan penumpang dari Padang,  dihentikan sementara mulai 26 Maret 2020 dan daro Jakarta ke Padang mulai 28 Maret 2020.

“Hal tersebut dilakukan dengan kesadaran sendiri, karena merasa covid-19 sangat berbahaya bagi manusia, dan tidak bisa memprediksi penumpang yang naik bus tersebut, terdampak atau tidak,” ungkap Budi Syukur.

Baca Juga:  Sumpah Datuk : Ka ateh Indak ba Pucuak ka Bawah Indak Baurek, Ditangah Digiriak Kumbang

Dasar pertimbangan kemanusiaan tersebut pula, lanjut Budi Syukur,  maka pihak managemen PO MPM memberhentikan sementara operasional sampai ada keputusan baru dari pemerintah.

PO MPM mempunyai kendaraan baru tahun pembuatan 2019 sebanyak 17 unit. Dalam kondisi normal, PO MPM mampu memberangkatkan 3 bus per-hari-dengan tujuan Jakarta.

“Bus PO NPM untuk sementara menutup rute perjalanan dan order bockingan dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona, karena menyangkut rasa kenanusiaan, dan surat tersebut sudah disampaikan pihak managemen kepada kami pengurus Organda,” kata Budi Syukur.

Ditambahkannya, langkah yang diambil pihak perusahaan sudah tepat, untuk dapat menghentikan atau memutus rantai penyebaran virus covid 19.

Mereka juga meminta pada konsumen atau pelanggan yang telah memesan tiket, perusahaan bersedia mengembalikan uangnya tanpa dipotong.

Baca Juga:  Khadafi Azwar Siap Tampil Untuk IWO Sumbar

Selain itu, pihak perusahaan melalu Organda, meminta maaf pada semua pihak, khususnya pada calon penumpang yang telah membeli tiket, karena merasa tidak nyaman dengan penghentian operasional sementara waktu ini.

“Pihak managemen juga meminta maaf pada semua masyarakat, khususnya pelanggan yang sudah merasa tidak nyaman dengan stop operasi sementara ini,” tukuk Sangaja Budi Syukur.

Surat pernyataan stop operasi juga disampaikan pihak managemen ke berbagai instansi yakni, Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Gubernur Sumbar, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat dan DPD Organda Sumbar. (ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *