Ayah MS Penuhi Panggilan PA Bukittinggi Guna Pemeriksaan Perkara Wali Adhot

Humas Pengadilan Agama Bukittinggi Mardha Areta, SH,MH. (foto/dok)

BUKITTINGGI, mmbarsumbar.id — Amril (75) ayah dari MS memenuhi panggilan dari Pengadilan Agama Bukittinggi,untuk pemeriksaan perkara wali Adhot, terkait permohonan MS (42) dan M (58) untuk melangsungkan pernikahan di kantor KUA.

Sebelumnya permohonan untuk melangsung pernikahan MS dan M ditolak KUA Gulai Bancah Bukittinggi, dikarenakan wali nikah (Amril ) tidak bersedia untuk menjadi wali nikah atau izin untuk menikah antara MS dan M. MS ajukan permohonan wali hakim ke pengadilan Agama Bukittinggi. Rabu, 24/4/2024.

Ditemui diruang tunggu sidang Pengadilan Agama kota Bukittinggi Amril mengungkapkan
“Bukan alasan saya suka atau tidak suka, tapi dikarenakan saya tidak mau menjadi wali atau memberi izin anak perempuan saya yang bernama MS untuk melangsungkan pernikahan dengan M”.

Sambil menghela nafas, iya melanjutkan perkataannya “Pertama Anak saya waktu nikah siri masih berstatus suami dari ES, Sutan Basa, yang kedua, anak saya mengaku pada saya saat ini sedang berbadan dua, dan yang lebih membuat saya sedih mereka sudah satu rumah saya sudah tidak dianggap sebagai orang tuanya lagi,” ungkap Amril orang tua MS.

Dengan kekecewaan yang mendalam Amril sang ayah dari MS menambahkan”Saya sangat terpukul dengan kejadian ini” sambil dipapah anaknya, orang tua yang sudah berumur 75 tahun ini berlalu dari ruang tunggu sidang Pengadilan Agama kota Bukittinggi.

Humas Pengadilan Agama, Mardha Areta, SH,MH menyatakan kepada awak media bahwasanya releas pengadilan nomor 41, tadi memang sudah bersidang “Wali dari pemohon menggunakan alasan syar’i. Terkait nikah siri, tadi tidak dibahas didalam persidangan dan terkait kehamilan MS, memang didalam sidang, ayah wali ada menyampaikan bahwasanya MS mengaku hamil kepada wali,” ungkapnya.

“Tapi didalam ruang sidang, kami tidak mengkonfirmasi. Karena didalam permohonan pemohon tidak ada diungkapkan hal tersebut. Yang kami konfirmasi hanya terkait permohonan pemohon,” terangnya.

Terkait apakah boleh menikahkan orang yang dalam kondisi hamil, Mardha Areta, menjawabnya “itu kewenangan KUA silahkan konfirmasi kepada KUA.” tutupnya (ms/Jamil)