Bawaslu Mentawai Fasilitasi Pelatihan Saksi Parpol Dalam Pemilu 2024

Bawaslu Kep Mentawai adakan kegiatan fasilitasi pelatihan saksi partai politik pada pemilu 2024. (Foto/Dinda)

MENTAWAI, mimbarsumbar.id —  Dalam rangka meningkatkan kapasitas atau kemampuan peserta pemilu terutama pada penguatan saksi di pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten kepulauan Mentawai mengadakan kegiatan fasilitasi pelatihan saksi partai politik pada pengawasan pemungutan dan penghitungan suara pemilu 2024. Sabtu (30/12/23) di Aula Graha Viona kabupaten kepulauan Mentawai.

Kegiatan yang diadakan oleh Bawaslu kabupaten kepulauan Mentawai ini dihadiri oleh kurang lebih 55 peserta yang terdiri dari saksi 16 partai politik, LO polres kabupaten kepulauan Mentawai, LO kodim 0319 Mentawai dan media.

Kegiatan ini dibuka oleh kepala Bawaslu kepulauan Mentawai Perius S,Kom, di dampingi oleh Muslim dan Dewi purnama, SE (selaku narasumber dalam kegiatan ini) serta staf Bawaslu kabupaten kepulauan Mentawai.

Adapun peran saksi peserta pemilu yaitu representasi peserta pemilu di tempat pemungutan suara, memastikan hak-hak peserta pemilu tidak dilanggar oleh peserta pemilu yang lain/penyelenggara/pengawas pemilu, serta memastikan proses penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, memastikan hasil perolehan suara peserta pemilu, memastikan hasil pemungutan dan perhitungan suara tidak di curangi, melakukan pengawasan langsung terhadap proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS, melakukan pengawasan fasilitasi penyaluran hak pilih masyarakat di TPS, mengawasi potensi pelanggaran yang terjadi dalam pemungutan dan perhitungan suara di TPS, mencegah terjadinya manipulasi dan penggelembungan suara, dan memastikan integritas penyelenggara dan pengawasan pemilu.

Kepala Bawaslu kabupaten kepulauan Mentawai Perius mengatakan bahwa saksi adalah orang yang berperan aktif dalam
Pengawasan terhadap pemungutan dan penghitungan suara di pemilu, untuk itu perlu pemahaman terhadap peran dan tugas saksi tersebut.

“Kemudian apabila saksi terlambat hadir pada kegiatan pemilihan umum, tetap di berikan haknya dalam menjalankan tugasnya,” lanjut Perius.

Perius juga mengatakan kepada peserta kegiatan yang hadir, bahwa perlu menyampaikan arahan dan materi yang didapat hari ini untuk disampaikan kepada saksi dari partai politik, kalau perlu sehari sebelum pemilu harus dipaparkan tugas dan peran dari saksi tersebut.

Dewi purnama selaku pemateri juga mengatakan bahwa saksi selain mengetahui tugas dan perannya, saksi juga harus mengetahui tugas dari KPPS, apakah KPPS sudah menjalankan tugasnya sesuai aturan atau tidak.

“Apabila KPPS melakukan kesalahan, saksi bisa melakukan instruksi, bisa memberikan sanggahan dan masukan, sehingga dapat menghindari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh KPPS,” ucap Dewi Purnama. (ms/Dinda)