BEM Unitas Padang Antar Langsung Bantuan Bencana ke Sosel

Sosel, Mimbar – Keprihatinan yang melanda warga korban bencana Muaro Labuh, menjadi duka pula bagi civitas akademika Universitas Tamansiswa (Initas) Padang.

Karena merasakan kesedihan yang sama, Senin (2/11), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unitas Padang langsung ke lokasi bencana dan memberikan bantuan pada korban banjir bandang Solok Selatan.

Kunjungan ke lokasi bencana dipimpin langsung Presma sekaligus menjadi kordinator lapangan, Israk Namuhamdilah dibantu Wapresma merangkap wakil kordinator Hendra, dan sebagian besar aktivis BEM.

Bantuan berupa logistik tersebut langsung diberikan pada perwakilan masyarakat dengan Lokasi penyerahan batuan, jalan Manggis, nagari Pekan Rabaa, kecamatan Koto Parit Gadang Diateh.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Nasrul Abit Ucapkan Selamat pada drg. Romi yang akan Jadi PNS

Pada kesempatan tersebut Israk mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan sumbangan dari civitas akademika, serta masyarakat lainnya yang juga merasakan turut berduka.

“Bantuan yang kami serahkan hari ini merupakan sumbangan civitas Akademika dan bantuan masyarakat umum lainnya, dan mempercayakan pada BEM Unitas untuk mengantar langsung kelokasi,” ungkap Israk.

Meskipun untuk menuju lokasi bekas bencana melalui medan yang amat sulit, namun berbekal semangat kemanusian, para aktifis kampus tersebut tetap bersemangat.

Pernyataan Presiden Mahasiswa tersebut diperkuat Wulan Inayah Novrianto Putri, yang merupakan menkominfo BEM, dimana mereka memiliki prinsip peduli sesama adalah kewajiban.

Ditambahkan Wulan, jika sesama manusia tidak peduli lagi dengan penderitaan orang lain, maka pertanda kehancuran bangsa sudah didepan mata.

Baca Juga:  Wabup Solsel Tebar 12 Ribu Bibit Ikan

“Kalau kita sudah tidak peduli lagi pada kesusahan orang lain, maka tunggulah kehancuran bangsa ini, kita jangan hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga harus peka pada orang lain,” tegas Wulan.

Rombongan BEM Unitas Padang sempat bermalam dilokasi bencana, karena mereka memasuki lokasi ketika hari sudah malam.

Berbaur dengan korban bencana merupakan pengalaman tersendiri bagi rombongan, tanpa teras lelah yang menggayut ditubuh aktifis tersebut, tetap tersenyum dan bercanda pada korban, untuk menghilangkan kedukaan yang melanda. (ms/nov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *