Berbagi Beras Gratis di Kabupaten Agam, “ Virus Corona Menghampiri-Anak Nagari Berbagi “

Agam, Mimbar – Ditengah ancaman pandemic  virus korona (Covid -19), serta ketidakpastian apa yang akan terjadi selanjutnya, sejumlah masyarakat di Malalak Kabupaten Agam Sumatera Barat  justru memperkuat solidaritas sosial dengan membagi “Jatah Beras Gratis” yang mereka terima untuk diserahkan pada masyarakat lainnya yang lebih membutuhkan.

Program beras gratis ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Agam untuk mengurangi dampak sosial ekonomi masyarakat akibat penyebaran virus corona.

Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri memuji solidaritas sosial yang dilakukan sebagian warga Malalak itu, bahkan Bupati juga sangat mengapresiasi dan menghargai adanya masyarakat penerima bantuan yang “mengembalikan” jatah beras mereka kepada Walinagari setempat, agar diserahkan kepada anggota masyarakat lainnya yang lebih membutuhkan bantuan.

Menurut Indra Catri, apa yang dilakukan masyarakat dengan membagi jatah beras mereka untuk orang lain, adalah tindakan yang luar biasa.

“Orang miskin membagi rezkinya untuk orang lain, yang senasib dengannya, ini luar biasa,” ujar Bupati Agam dua periode ini.

Baca Juga:  Puting Beliung Terbangkan Atap Los Pasar Padang Lua

Dikatakannya, apa yang dilakukan sebagian masyarakat itu mesti menjadi contoh, karena ditengah kondisi sulit saat ini, justru terbangun kepedulian yang luar biasa terhadap sesama.

“ kita harapkan hal itu dapat menjadi contoh, bagaimana seyogianya kita bersikap dalam keadaan seperti sekarang ini,” ulasnya.

Dijelaskan Indra Catri, seperti yang diekspose oleh sejumlah media beberapa waktu lalu, di Kecamatan Malalak tercatat 873 Kepala Keluarga (KK) yang berhak menerima bantuan beras gratis. Mereka ini tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).  Dari 873 KK ini, 238 KK berhak menerima 10 kilogram beras, sedangkan sisanya 635 KK yang berhak mendapatkan 20 kilogram beras, dengan total beras yang dibagikan untuk kecamatan mencapai 15,08 ton.

Sesuai laporan Camat Malalak, Riky Eka Putra, setelah beras didistribusikan langsung pada masyarakat, di lapangan justru ada warga penerima bantuan yang kemudian membagi dua jatah beras yang harusnya mereka terima dan mengembalikannya kepada Walinagari masing-masing. Sampai hari ini menurut Riky Eka Putra, lebih dari 120 orang yang telah menyerahkan separoh jatah mereka, terutama mereka yang mendapatkan jatah sebanyak 20 kilogram.

Baca Juga:  Melalui Program Agam Makmur, Baznas Provinsi Sumbar Salurkan Zakat di Agam

“Saya cukup satu karung (10 kilogram), dan yang satu karung lagi sebaiknya diberikan kepada keluarga yang masih membutuhkan,” ungkap Miswarni, warga Jorong Sigiran  Nagari Malalak Utara.

Dijelaskan Bupati Agam Indra Catri, Apa yang dilakukan Miswarni dan banyak keluarga lainnya di Malalak, hal ini juga terjadi di sejumlah Nagari lainnya di Kabupaten Agam.

“Alhamdulillah, ternyata solidaritas sosial atau perasaan untuk saling berbagi antar anak Nagari masih cukup kuat, meskipun dalam situasi sosial ekonomi yang cukup sulit seperti saat ini. Saya salut dan bangga. Hal ini harus terus kita jaga dan kita contoh bersama, “ sebut Indra Catri dengan nada haru. (Ms/Mariel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *