Bupati Eka Putra dan Isteri Dinobatkan Sebagai Bapak dan Ibu Asuh Anak Stunting

Bupati Eka Putra saat Pencanangan Nagari Tapi Selo sebagai Pilot Project Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Menuju Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Selasa (11/07) di pelataran kantor Wali Nagari setempat. (foto.dok/john)

TANAH DATAR, mimbarsumbar.id — Berhasil turunkan angka stunting dan peduli terhadap pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tanah Datar, Bupati Eka Putra, SE, MM dan Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Lise Eka Putra dinobatkan sebagai Ayah dan Ibu Asuh Anak Stunting oleh Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Barat.

Penobatan tersebut bertepatan dengan Pencanangan Nagari Tapi Selo sebagai Pilot Project Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Menuju Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Selasa (11/07) di pelataran kantor Wali Nagari setempat.

Bupati Eka Putra usai dinobatkan sebagai ayah asuh anak stunting menyampaikan terima kasih atas terpilihnya nagari Tapi Selo sebagai nagari model atau pilot project untuk program keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana menuju perilaku hidup bersih dan sehat.

“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat, yang telah menetapkan nagari Tapi Selo sebagai nagari pilot project GKST TB menuju PHBS,” ujar Bupati.

Bupati Eka Putra juga katakan, bahwa ditetapkan nagari Tapi Selo sebagai pilot project GKST TB menuju PHBS sebelumnya telah melalui proses identifikasi situasi, kondisi dan potensi serta permasalahan yang dihadapi di daerah setempat dalam melaksanakan 10 program pokok PKK, dimulai dari kegiatan Dasawisma yang merupakan ujung tombak dari PKK nagari. terutama dalam mewujudkan keluarga, masyarakat serta bangsa yang sehat dan sejahtera.

Dikatakan Bupati Eka, gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana merupakan upaya untuk menggerakkan dan mengedukasi masyarakat serta mewujudkan keluarga dan lingkungan yang sehat melalui program nagari contoh atau pilot project bidang kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat dari aspek fisik manusia maupun lingkungannya yang tanggap dan tangguh terhadap berbagai bentuk bencana.

“Ini salah satu upaya untuk menuju PHBS dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, kami sangat mendukung dan menyambut baik program ini. Untuk itu kami berharap dukungan dan sinergitas dari semua pihak untuk mensukseskan program ini,” ujar Bupati Eka Putra.

Selanjutnya, Bupati Eka Putra juga mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh nagari Tapi Selo dan berharap dengan dipilihnya nagari tersebut sebagai pilot project GKST TB menuju PHBS mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat yang akhirnya semakin sejahtera.

Sementara itu, Bupati Eka Putra juga menyampaikan terima kasih atas dipilihnya dirinya bersama isteri sebagai bapak dan ibu asuh anak stunting oleh BKKBN Provinsi Sumatera Barat.

“Terima kasih banyak, ini suatu tanggung jawab yang harus kami pegang dengan baik. Dengan amanah ini mudah – mudahan kasus stunting bisa kita atasi bersama dan hilang di daerah kita ini” ujarnya.

Bupati Eka Putra menyebutkan, dengan ditunjuknya sebagai bapak asuh, dirinya berkomitmen untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang stunting terutama yang berada di Tanah Datar.

“Kita akan berupaya memberikan bantuan kepada mereka, nanti akan kita rencanakan bagaimana bentuk bantuan itu,” tukasnya.

Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, dalam pada itu menyampaikan terima kasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat yang telah menunjuk nagari Tapi Selo sebagai pilot project GKST TB menuju PHBS di kabupaten Tanah Datar. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Dikatakan Ny. Lise bahwa GKST TB dibentuk sebagai upaya dalam membentuk keluarga yang tanggap dan tangguh terhadap berbagai bentuk bencana dilingkungan keluarga yang disebabkan oleh kesehatan, lingkungan dan perencanaan sehat yang kurang baik.

Selain itu, tambahnya, GKST TB juga bertujuan untuk menggerakkan dan mengedukasi masyarakat serta mewujudkan keluarga dan lingkungan yang sehat, dimana salah satu bentuknya dilakukan program nagari contoh atau pilot project bidang kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

Agar upaya pelaksanaan GKST TB berjalan dengan baik, Ny. Lise mengatakan sangat perlu adanya kerjasama semua unsur baik dari pemerintah, forkopimda dan juga masyarakat itu sendiri.

“Untuk mencapai tujuan nagari Tapi Selo sebagai pilot project GKST TB menuju PHBS beberapa inovasi telah dilaksanakan, diantaranya sosialisasi dan penyuluhan terhadap kelompok, dan perorangan tentang PHBS di rumah tangga, penanaman beraneka ragam tanaman sayur, buah dan obat, pemasangan stiker di rumah yang sudah menggunakan jamban sehat dan yang belum menggunakan jamban sehat dan berbagai kegiatan lainnya,” terang Ny. Lise.

Pada kesempatan yang sama Ketua TP PKK Provinsi Ny Harneli menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pilot project tersebut, dimana dengan keseriusan panitia pihaknya sekaligus menobatkan Bupati dan Isteri sebagai bapak dan ibu asuh bagi anak stunting di Tanah Datar.

“Kita nobatkan Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Ibu Lise Eka Putra sebagai bapak dan ibu asuh,” katanya.

Selain itu, Ia juga menghimbau kepada semua pihak agar memaksimalkan perannya masing-masing untuk mencegah menyebarnya kasus stunting di wilayah Tanah Datar.

“Mari kepada semua pihak, aparatur pemerintahan dan masyarakat untuk bersama mencegah munculnya kasus stunting di daerah Tanah Datar ini, ” himbaunya.

Menurut Harneli, kasus stunting bisa berkurang bahkan hilang di daerah itu, jika setiap ibu hamil dan anak mendapatkan suplemen dan gizi terbaik.

“Agar tidak terjadi stunting, berikan suplemen dan gizi terbaik kepada ibu hamil dan anak yang baru lahir, ” katanya. (ms/john)