Bupati Yudas: Mentawai Menuju Destinasi Wisata Bertaraf Internasional

MENTAWAI, MIMBAR –  Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet betul-betul memperlihatkan keseriusannya membangun dunia pariwisata Mentawai. Dengan target wisata bertaraf internasional, Bupati Yudas terua mendorong pembangunan destinasi wisata.

Untuk mencapai tersebut, Bupati Yudas didampingi Kepala Bappeda Naslindo Sirait dan Kepala Dinas Pariwisata, melakukan Rapat pembahasan pengembangan pariwisata, dengan Pihak Kementrian Pariwisata.

Pembahasan tersebut lansung dihadiri Asisten Deputi Bidang Investasi Kemenpar Hengki dengan jajarannya, karena Mentawai merupakan salah satu yang dianggap potensial dalam pengembangan wisata bahari dan wisata budaya, Senin (4/11).

Pada kesepatan tersebut Yudas Sabaggalet menyampaikan, kehadirannya bersama beberapa kepala dinas dan badan, karena Mentawai menempatkan pembangunan pariwisata sebagai prioritas utama.

Yudas juga mengatakan, pembangunan pariwisata Mentawai sebagai lokomotif pendorong pembangunan ekonomi yang berkualitas dan berkesinambungan.

“Kami disini untuk menyampaikan ke kementrian bahwa kabupaten Mentawai sudah menempatkan pembangunan pariwisata menjadi prioritas utama pembangunan. Pariwisata kita tempatkan sebagai lokomotif pembangunan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkualitas dan berkesinambungan, sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, terutama dalam pengentasan kemiskinan,” jelas Yudas.

Berkaitan dengan hal tersebut, bupati berharap perhatian dan bantuan kementrian pariwisata dan kementrian terkait lain untuk dapat membantu, mengalokasikan dana pusat untuk Kepulauan Mentawai.

Baca Juga:  Listrik Bambu Terangi Mentawai

Selain meminta dana khusus, Yudas juga Menyampaikan agar Presiden bisa memperhatikan mentawai secara khusus.

Hal tersebut bukan tidak beralasan, karena secara politis dua periode pemilihan presiden, hanya Mentawai yang memenangkan Jokowo dan mampu meraih suara mutlak.

“Untuk itu saya Bupati Mentawai memohon kepada Bapak presiden Jokowi juga hadir dan datang ke Mentawai agar terperhatikan secara khusus,” pinta Yudas.

Dalam pertemuan tersebut, Asdep bidang investasi kementrian pariwisata Hengki Manurung, tampak menyambut baik program- program yang disampaikan Pemda Mentawai dan berjanji untuk memperhatikan Mentawai.

Sekaitan dengan program setrategis tersebut, Kepala Bapeda Mentawai Naslindo Sirait, mengatakan rencana jangka panjang (RPJP) pemkab Mentawai telah meletakkan visinyai sebagai pusat pengembangan maritim di wilayah Barat Sumatera.

Hal tersebut mengingat Mentawai memiliki potensi bahari yang luar biasa, seperti surfing terbaik di dunia, kawasan biosfer dunia ke lima di Indonesia, potensi perikanan dan budaya asli yang masih kuat menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

Karena potensi yang sangat besar, tentu ini perlu dikembangkan bukan dengan cara cara biasa, tapi harus dalam skala besar dan berstandar internasional, dengan tetap menjaga daya dukung dan daya tampung.

Baca Juga:  Hebat... Pramuka Mentawai Juara Lombar Baris Berbaris Tingkat Sumbar

“Dengan pertimbangan tersebut, akan dapat memberikan peningkatan kunjungan wisata dan pendapatan asli daerah, serta akan mendongkrak perekonomian masyarakat,” papar Naslindo.

Oleh karena itu, lanjutnya perlu kebijakan yang pro investasi oleh pemerintah pusat, membangun secara bersama-sama baik oleh investor, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemkab Mentawai, engan melibatkan perguruan tinggi serta masyarakat Mentawai .

Naslindo Berharap, dalam periode ke-2 pemerintahannya, Presiden Jokowi dapat mengevaluasi destinasi wisata yang dijadikan prioritas pengembangan nya secara nasional dan Mentawai.

“Kita berharap kiranya Mentawai bisa masuk dalam daftar priotas pengembangan pariwisata nasional mengingat potensi yang dimilikinya,” ungkap Naslindo.

Ditambahkannya, selain bisa masuk dalam RPJMN tentu dukungan infrastruktur lain, seperti pembangunan bandara di Siberut sudah menjadi keharusan, mengingat daerah ini layak dikembangkan jadi pusat wisata bahari.

“Saat ini kunjungan wisata ke Siberut sudah tinggi, tetapi belum optimal mengingat akses nya baru dengan akses laut. Dengan adanya bandara dan KEK pariwisata di Siberut diharapkan kunjungan wisata akan berkembang,” tukuk Naslindo. (ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *