Camat IV Koto , Ekko Espito: Agar Dapat Data Yang Ril, Verifikasi dan Validasi DTKS Sangat Penting

Agam, Mimbar – Camat IV Koto Kabupaten Agam, Ekko Espito menyebutkan, verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sangat penting dan harus segera dilaksanakan, agar dapat memiliki data yang ril dalam menyalurkan bantuan sosial ke depan, sehingga bantuan diberikan tepat sasaran.

“DTKS merupakan basis data dalam pemberian bantuan sosial, bahkan di masa pandemi Covid-19 berbagai bantuan yang disalurkan mengacu kepada data DTKS,” ujar Ekko Espito saat membuka bimtek verifikasi dan validasi bagi petugas pendataan DTKS se-IV Koto, di aula Kantor Camat IV Koto, Senin (14/09/20) lalu.

Menurutnya, data DTKS ini juga digunakan sebagai pedoman pada pemberian KIS, KIP dan program listrik gratis, sehingga data DTKS perlu diupdate secara berkala. Sebab seiring berjalannya waktu, dapat dipastikan ada peningkatan dan penurunan tingkat ekonomi masyarakat, sehingga data DTKS perlu diperbaharui agar bantuan sosial bisa tepat sasaran.

Baca Juga:  Mahasiswa Universitas Baiturrahmah Lakukan Pengabdian Masyarakat di Sungai Batang

“Data DTKS yang ada sekarang sudah sangat lama karena tidak diupdate, bahkan ada yang tidak sesuai lagi datanya dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini,” imbuhnya.

Dijelaskan, selain untuk pemberian bantuan, data DTKS juga akan menjadi acuan bagi pemerintah baik kabupaten, provinsi maupun pusat dalam membuat kebijakan untuk penanggulangan kemiskinan ke depan.

Untuk itu, katanya, dengan diupdatenya data DTKS ini, maka program kegiatan penanggulangan kemiskinan akan lebih efektif pelaksanaannya.

Dengan begitu, Ekko berpesan kepada wali nagari dan seluruh petugas pendataan untuk mendukung kegiatan verifikasi dan validasi data DTKS ini, supaya bisa terlaksana dengan baik dan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan, serta sudah bisa digunakan awal 2021.

Baca Juga:  Dubes India Kunjungi Objek Wisata Agam

Mengingat kondisi yang masih pandemi Covid-19, ia minta petugas harus lebih waspada dan disiplin protokol kesehatan, supaya dapat terhindar dari penularan virus corona dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Dalam menjalankan tugas, kita juga berharap kepada petugas untuk mensosialisasikan 3M kepada msyarakat seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” harapnya. (Ms/RiL)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.