Cegah Corona Virus, Pemkab Agam Tutup Seluruh Objek Wisata

Agam, Mimbar – Cegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Agam mengambil langkah untuk menutup seluruh objek wisata di daerah itu, mulai Sabtu (21/03/2020).

Sekdakab Agam, Martias Wanto di Lubuk Basung, Jum’at (20/03/2020) menyebutkan, hal ini menindaklanjuti rapat koordinasi pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sumatera Barat yang dihadiri Sekdakab, Kadis Perhubungan, Kadis Kesehatan, Kadis Parpora, dan Kalak BPBD Agam. Dalam rakor ini, kebijakan terkait pengelolaan objek wisata diberikan kewenangan kepada masing-masing kepala daerah.

“Dalam mengamati situasi dan perkembangan yang terjadi hingga sore tadi di luar Agam, serta mengantisipasi agar tidak ada keramaian pada tempat tertentu, maka Pemkab Agam memutuskan untuk menutup keseluruhan objek wisata, mulai besok, Sabtu sampai Selasa (21-31 Maret 2020),” terangnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemkab Agam Serahkan 25 Ekor Bibit Ikan Pada Nagari Pasia Laweh

Menurut Martias Wanto yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Agam, bahwa penutupan objek wisata ini juga meneruskan kebijakan penutupan objek wisata Sajuta Janjang yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Terkait hal ini, Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri menyebutkan, keputusan untuk menutup objek wisata adalah langkah yang berat. Tetapi menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19 yang semakin mengkuatirkan, maka ini menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Agam.

“Untuk itu, kita berharap kondisi ini dapat dimaklumi masyarakat. Karena perkembangan situasi pendemi Covid-19 harus dilakukan langkah antisipasi, supaya penyebaran virus dapat dicegah,” sebutnya.

Baca Juga:  Bantuan Dampak Covid-19 Non DTKS Dalam Proses, Warga Diharapkan Bersabar

Dengan demikian, Indra Catri menghimbau orang tua, ninik mamak, alim ulama agar bahu membahu melarang anak kemenakan berpesiar atau mengunjungi tempat-tempat wisata terutama selama proses belajar mengajar dialihkan ke rumah masing-masing.

“Kita harus lebih waspada dan tidak mau disesali nantinya mengundang pengunjung dari luar daerah datang secara tidak sengaja mengantarkan Covid-19 ke Agam,” Ungkapnya. (Ms/Mariel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *