Depok Bolehkan Shalat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

DEPOK, Mimbar – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memperbolehkan shalat Idul Fitri 1442 Hijriah dengan syarat membentuk kepanitiaan khusus untuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan shalat baik di masjid atau lapangan.

“Panitia juga harus menerapkan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan shalat Idul Fitri, dengan membuat surat pernyataan,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam surat edaran, Sabtu (1/5).

Dalam SE Wali Kota Depok yang diterbitkan 29 April 2020 dengan Nomor: 451/203-HUK tentang Penyelenggaraan Kegiatan Itikaf, Shalat Idul Fitri, dan Perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah atau 2021 juga mengatur pelaksanaan itikaf 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Baca Juga:  Tok! Muhammadiyah Putuskan Awal Waktu Subuh Ditambah 8 Menit

Pelaksanaan shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan memenuhi sejumlah aturan, seperti melakukan pembersihan atau disinfeksi ruangan, serta area pelaksanaan shalat. Kemudian, membatasi jumlah pintu masuk atau jalur ke luar masuk tempat pelaksanaan shalat, guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

Berikutnya menyediakan fasilitas cuci tangan,sabun, hand sanitizer di pintu masuk dan keluar tempat pelaksanaan salat Idul Fitri, menyediakan alat pengecekan suhu bagi para jemaah serta melakukan pemeriksaan sebanyak dua kali dengan jarak tiga menit. Jika ditemukan jemaah dengan suhu tubuh lebih 37,5 derajat Celcius, tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Baca Juga:  Pemerintah Izinkan Tarawih Digelar Berjemaah di Masjid dengan Catatan, Apa Saja?

Selanjutnya, menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus, minimal jarak antar jemaah 1,5 meter, serta membatasi jumlah jemaah paling banyak 30 persen dari kapasitas ruangan yang ada. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah. (republika/ies)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.