Di Channel Kopi Pahit Hidayat, Rocky Gerung Blak Blakan Soal Politik Daerah dan Nasional

PADANG, MIMBAR — Siapa yang tidak kenal Rocky Gerung, seorang dosen dan filosof yang cenderung berkomentar pedas dan kadang keras menohok soal kondisi dan kebijakan social politik ekonomi pemerintah di Indonesia. Rocky menyebut dasarnya berangkat dari pemikiran akal sehat.

“Seyogyanya, politik akal sehat berdasarkan gagasan dan argumentasi kuat yang mesti menjadi pondasi para politisi dalam mendapat electoral (suara), bukan berdasarkan sentimen komunitas ataupun pengaruh material sehingga politisi yang berada di DPR dan DPRD mampu menyuarakan dan mengartikulasikan public policy yang berorientasi kepada social policy,” papar Rocky saat menjadi salah seorang narasumber penguatan kapasitas Anggota DPRD Sumbar, Kamis, (4/11) lalu.

Dijelasnya, bahwa Anggota DPRD baik provinsi maupun kabupaten kota mestinya memiliki kewenangan lebih untuk mengguyurkan program dan kegiatan kepada masyarakat karena merekalah yang dekat dan langsung berhadapan dengan berbagai problem social dan ekonomi masyarakat di daerah pemilihannya.

“Esensinya, tugas Anggota DPRD itu sesungguhnya bukan memberikan bantuan langsung kepada masyarakatnya. Itu tugas pemerintah, Anggota DPRD tugasnya memastikan bahwa permintaan dan harapan masyarakat tersebut dilaksanakan dengan optimal oleh pemerintah,” katanya.

Baca Juga:  Sapa Masyarakat Pelosok Sumbar, Mulyadi Ingatkan Pemimpin untuk Selalu Tepati Janji

Rocky Gerung juga menyentil kenapa DPRD Sumbar berani dan nekat mengundangnya padahal ada pemikiran bahwa Rocky dituding sebagai provokator, “Menurut saya, kenapa nekat mengundang saya karena DPRD Sumbar ini jujur mencermati kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Sumbar surplus akal yang diwarisi oleh tokoh tokoh besarnya diantaranya seperti Agus Salim, Syahril, Muhammad Hatta. Mereka bersikap dan bertindak berdasarkan argumentasi yang kuat melalui akal sehat,” jawab Rocky.

Menurut Rocky, Sumbar kuat dengan dialektikanya, budaya lisan di ragam produk kebudayaan menjadi dasarnya menyebutkan hal tersebut.

“Saya rasa iklim demokrasi akal sehat berjalan baik di Sumatera Barat, dan kondisi ini mesti ditransfer ke daerah lain,” sebutnya.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi menyebutkan, bahwa karakter social politik secara umum di Sumbar sudah terbiasa dengan tradisi dialektikanya, berdiskusi dan berdebat itu sudah biasa.

Baca Juga:  KPU Sumbar Adakan Seminar Evaluasi Kegiatan Selama Tahapan Pilkada

Apa pun materinya bukan serta merta dapat langsung mempengaruhi pola sikap dan pikir kita karena kita sudah terbiasa mencerna dan memahami terlebih dahulu terhadap apa pun permasalahan sebelum mengambil sikap dan keputusan.

“Diundangnya Rocky Gerung pada acara ini, semata hanya sebagai sharing tanding berpikir saja, karena belum tentu apa yang dikatakan Rocky benar atau tepat saat kondisi bangsa dan negara saat ini. Pandangan dan pemikiran seorang Filsuf seperti Rocky Gerung menurut saya mesti dilihat dari berbagai sudut pandang keilmuan dan pengetahuan, tidak semuanya ditelan dan tidak semuanya juga dimuntahkan dan respon kawan kawan DPRD  cukup antusias mengikutinya,” jelas Supardi

Rocky juga menyentil berbagai kebijakan pemerintah pusat, potensi ancaman perang di laut China Selatan, NKRI harga hidup, hingga keresahan di Sumbar yang disebutnya juga sebagai keresahan Indonesia.

Benarkah? Lengkapnya ada di youtube channel kopi pahit hidayat kata hostnya Hidayat yang juga anggota DPRD Sumbar. (ms/*/ald)*

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.