Dirjen Penyediaan Perumahan Resmikan Program BSPS di Kabupaten Seluma

SELUMA (MIMBAR)–Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid meresmikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Kementerian PUPR melakukan peningkatan kualitas rumah melalui Program BSPS sebanyak 784 unit di Kabupaten Seluma.

“Kami (Kementerian PUPR- red) melakukan perbaikan rumah tidak layak huni melalui Program BSPS di Kabupaten Seluma sebanyak 784 unit rumah,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid kepada wartawan usai melakukan pemasangan peneng rumah penerima Program BSPS sekaligus Serah Terima Pelaksanaan Pekerjaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2019 di Desa Tawang Rejo, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Bengkulu beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Khalawi menerangkan, jumlah rumah yang mendapatkan bantuan BSPS di Desa Tawang Rejo Kabupaten Seluma sebanyak 54 unit. Sementara di seluruh Provinsi Bengkulu mendapatkan alokasi BSPS sebanyak 3.750 unit rumah yanh dilaksanakan di 10 Kabupaten / Kota, 36 Kecamatan dan 104 Desa.

Baca Juga:  H. Mulyadi ‘Bersaing’ di DPR RI Merebut Kampus Ilmu Pelayaran untuk Sumbar

Berdasarkan data yang ada di Provinsi Bengkulu, 10 kabupaten/kota penerima BSPS antara lain Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 426 unit, Kabupaten Lebong 567 unit, Kabupaten Rejang Lebong 695 unit, Kabupaten Seluma 784 unit, dan Kabupaten Bengkulu Selatan 179 unit.

Selain itu, Kabupaten Mukomuko 214 unit, Kabupaten Kaur 216 unit, Kota Bengkulu 83 unit, Kabupaten Bengkulu Tengah 322 unit, serta Kabupaten Kepahiang 264 unit.

“Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR pada tahun 2019 menyalurkan BSPS yang tersebar di 10 Kabupaten / Kota di Provinsi Bengkulu. Anggaran Program BSPS di Bengkulu sebesar Rp65,625 miliar. Saat ini pelaksanaan pembangunan rumahnya telah selesai 100 persen,” tuturnya.

Khalawi menambahkan, Program BSPS merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan rumah layak huni. Masing-masing RTLH mendapatkan bantuan dana stimulan sebesar Rp17,5 juta untuk meningkatkan kualitas rumah dan Rp35 juta untuk pembangunan rumah baru.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Akan Revitalisasi Rumah Adat di Kampung Ulos Samosir

“Bantuan swadaya ini diberikan kepada masyarakat dalam bentuk bahan material dan upah tukang. Bantuan ini merupakan stimulus dan mungkin jumlah bantuannya tidak seberapa dibandingkan nilai keswadayaan masyarakat. Saya harapkan ini bisa menjadi trigger bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus membangun rumah yang layak huni,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah mengatakan, adanya bantuan perumahan melalui Program BSPS ini jelas sangat membantu masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan rumah layak huni. Bantuan tersebut memang bersifat stimulan dan diharapkan bisa meningkatkan semangat warga yang mendapatkan bantuan untuk terus berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Di Provinsi Bengkulu masih banyak rumah yang tidak layak huni. Totalnya ada 18.000 lebih RTLH. Program BSPS ini bisa membuat rumah menjadi layak huni dan tentunya menjadikan suasana rumah berbeda dan lebih baik,” katanya. (ms/rls/del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *