Diskusi Lemhanas, IKA Unand dan Perhumpuni: Omnibus Law Permudah Lapangan Kerja

Deputi Kajian Startegis Lemhanas Reni Mayerni terlihat berdebat dengan Wakil Rektor Unand Insannul Kamil pada Diskusi tentang RUU Omnibus Law, Kamis 13/2 malam di Jakarta. (foto: dok)

Jakarta, Mimbar — Lemhanas bersama DPP IKA Unand dan Perhumpuni gelar diskusi tentang RUU Omnibus Law, Kamis (13/2) di Jakarta.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP IKA Unand, sekaligus moderator Surya Tri Harto menyebutkan konklusi dari diskusi  yaitu terdapat tiga benang merah dari Serial Diskusi RUU Omnibus Law Kamis malam itu.

Sementara Wakil Rektor III Universitas Andalas Ir Insannul Kamil M.Eng., PhD saat membuka serial diskusi  menggarisbawahi betapa ego sektoral dalam regulasi telah menjadi ajang unjuk kepintaran yang bukan lagi berorientasi profesionalisme peran dan profesi.

“Dampaknya telah menimbulkan kondisi yang saling mengunci dan mempersulit upaya melakukan usaha,” ujar Insan

Elen Setiadi SH MSE ‘orang dapur’ dalam perumusan rancangan undang-undang dimaksud telah membuka keluasan dan kedalaman pengetahuan dan pemahaman audiens tentang struktur dan substansi RUU Omnibus Law.

Senada dengan Insannul Kamil, Elen menyatakan bahwa tujuan ultimate undang-undang ini sangat mulia.

“Omnibus Law dirancang Presiden Joko Widodo untuk mempermudah upaya penciptaan lapangan kerja melalui fasilitasi kemudahan berusaha yang memberi manfaat lebih luas dari multiplier effect yang dihasilkan,”ujar Elen.

Sedangkan aktivis muda Alvon Kurnia Palma mengkritisi secara substansial tujuan Omnibus Law. Alvon menyoroti aspek ketenagakerjaan yang dikhawatirkan justru mengabaikan kepentingan pekerja di tengah upaya pemerintah membentangkan karpet merah kepada investor untuk memacu pertumbuhan.

“Saya menghimbau agar semangat yang berlebihan untuk menghasilkan undang-undang ini jangan sampai mengorbankan kepentingan pihak-pihak yang lemah menghadapi kekuatan modal investor,” ujar Alvon yang mantan Ketua Dewan Pengurus YLBHI 2013-2017.

Diskusi dibuka dengan Welcome Speech oleh Prof. Reni Mayerni MP selaku Deputi Bidang Kajian Strategis Lemhanas RI yang menginisiasi Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri se Indonesia (PERHIMPUNI) yang bekerjasama dengan Ikatan Alumni Universitas Andalas menggelar diskusi.

Sehingganya diskusi Kamis malam itu  terbuka bagi publik khususnya bagi para alumni perguruan tinggi, tampak hadir berbagai kalangan yang beragam baik latar belakang profesi maupun alumni perguruan tinggi.(ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *