DPRD Limapuluh Kota Minta Bupati Bersikap Tegas Soal Tapal Batas dengan Payakumbuh

Limapuluh Kota, MIMBAR —  Pendapat Akhir Fraksi Partai Gerinda DPRD. Kabupaten Lima Puluh Kota melalui juru bicaranya Khairul Apit dalam sebuah Rapat Paripurna DPRD, meminta Bupati Safaruddin untuk mengambil sikap tegas terhadap sikap tidak terpuji dari Pemerintah Kota Payakumbuh, karena secara diam-diam diduga telah mencaplok sebahagian wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, terutama yang berada di daerah perbatasan.

Untaian kalimat diatas mendapat respon dari Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, ST, MT. Seperti berita yang dimuat pada mimbarsumbar.id, Senin, 5 Juli kemaren. Walikota menanyakan ketika diputuskan Bupati, Pak Dewan Kemana?.

Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Deni Asra, S.Si melalui aplikasi WhatsApp (WA) kepada awak media, dipenghujung malam Senin (5/7/2021 mengatakan, tidak dalam rangka menimpali apa yang disampaikan oleh Pak Walikota Payakumbuh yang dimuat dan viral dalam beberapa media.

Baca Juga:  Paslon Independen, Ferizal-Nurkhalis Daftar ke KPU 50 Kota Mengendarai NMAX

“Beliau orang hebat dengan segudang prestasi nasional dan internasional. Yang pasti, mewakili masyarakat Lima Puluh Kota, DPRD sudah mengambil keputusan bahwa DPRD menolak dengan tegas penetapan tapal batas Kabupaten Lima puluh Kota tanpa melibatkan dan persetujuan kabupaten /kota yang berbatasan langsung”, kata Deni.

Ditambahkan Deni politisi Partai Gerinda besutan Prabowo Subianto itu, “Kami tidak rela sejengkalpun tanah Lima Puluh Kota, diklaim secara sepihak tanpa adanya pembicaraan,” katanya.

Keputusan DPRD itu sudah kita serahkan ke Bupati untuk diteruskan ke Pemerintah Propinsi Sumatera Barat dan Kemendagri.

Dilanjutkan, DPRD memilih untuk tidak berkonfrontasi dengan siapapun..
“Saya minta kita menahan diri dalam memberikan argumentasi. Kalau yang disampaikan oknum anggota DPRD itu adalah di forum resmi dalam rapat paripurna terbuka DPRD, tegas Deni Ketua DPRD yang melenial itu,” ucapnya.

Baca Juga:  Bupati Lima Puluh Kota Jamin Ketersediaan Guru Agama di Sekolah

Lebih jauh Deni berucap, harusnya ngak usah ditimpali dengan bahasa – bahasa dan argumen yang tidak mendidik kepada masyarakat. Pemimpin itu adalah panutan bagi masyarakat baik dalam bersikap maupun berucap. Ayo berikan contoh yang baik dan mengedukasi masyarakat.

“Kita harus bijaklah menyikapi masalah yang ada. Kita sama – sama punya daerah, yach..kita urus saja daerah masing – masing. Nggak usah argumen nggak jelas”, pungkas Ketua DPRD yang ramah dan dekat dengan masyarakatnya.(ZIK)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.