F-KPS Sumbar Siapkan Program 100 Hari Untuk Sungai Bersih dan Berdampak Ekonomi


Padang, Mimbar — Forum Komunitas Peduli Sungai (F-KPS) menggelar rapat kerja lanjutan guna mempersiapkan program 100 hari di aula BWSS V Jln. Khatib Sulaiman Padang, Rabu (2/10/2019).

KPS merupakan organisasi sosial yang bergerak dalam program pengelolaan sungai sehingga tidak saja berdampak lingkungan bersih dan rapi, tapi juga diharapkan dapat berdampak ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.
Ketua F-PKS Sumbar, Yudha Putra menjelaskan untuk mencapai sasaran dan tujuannya tersebut, dalam organisasinya, dilengkapi dengan tiga wakil ketua dan tujuh bidang, di antaranya Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK), bidang Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan, bidang Konservasi Sungai, Bidang Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Bidang Ekonomi Kreatif dan Bidang Publikasi dan Dokumentasi.
“Bidang-bidang ini sengaja kita siapkan dengan baik, seperti Bidang Koservasi Sungai sangat vital dan menormalisasi sungai. Termasuk bidang Humas yang harus membangun link dengan lembaga lain,” ungkap Yudha dalam diskusi yang dipandu oleh Sekretaria F-KPS Dedi Azhari.
Ditambahkan, bidangbEkonomi kreatif dan kewirausahaan diharapkan dapat mencari peluang untuk usaha usaha bagi anggota KPS. Termasuk memberi pelatihan pelatihan bagi masyarakat seperti sekolah sungai.
“Dari banyak bidang itu, yang tak kalah penting adalah bidang publikasi. Untuk mempublikasikan kegiatan dan mensosialisasikan agar diketahui masyarakat luas,” ucapnya.
Kadinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Muhammad Sukri sangat mengapresiasi keberadaan Komunitas Peduli Sungai (KPS). Karena, Kota Pariaman sendiri belum memilikinya. Karena, keberadaan organisasi ini sangat penting, apalagi dalam upaya menyelamatkan lingkungan.
“Saat ini sungai hanya dijadikan tempat buangan. Sehingga, ikan makin lama makin berkurang. Maayarakat saat ini kesulitan menangkap ikan. Inilah yang menjadi keprihatinan kita,” ucapnya.
Karena itu dia berharap, keberadaan KPS dalam mengembalikan keaslian sungai, sehingga fungsi sungai sebagai tempat berkembangbiaknya ikan dapat dikembalikan.
“Karena itu, di Pariaman kita juga mendorong mengembalikan keaslian sungai agar tanaman-tanaman pinggir sungai juga bisa hidup dengan baik sekaligus tempat perlindungan ikan” katanya.
Menurutnya, di Korea nyaris tak ada sungai yang dibeton. Sungai merupakan sumber kehidupan..Semua memerlukan sungai. Manusia butuh sungai dan alam butuh sungai, tidak hanya ikan. “Laut pun memerlukan sungai, karena air sampai ke laut hanya karena ada sungai. Karena harus dikembalikan fungsi sungai ke fungsi yang alami. Karena itu, saya akan rekomendasikan agar KPS juga dibentuk di Kota Pariaman,” ucapnya.
Wawan dari Koordinator pengelolaan Danau Cimpago, telah menanam Hydroponik mini di danau Cimpago.. Pembersihan danau terus dilakukan agar ikan bisa hidup.. Karena saat ini kondisi air tidak bagus..
“Karena itu program Sekolah Sungai menjadi sangat penting tujuannya mengajak masyarakat agar cinta lingkungan dengan tidak merusak sungai,” ucapnya. (ms/ald)

Baca Juga:  Pengurus Gebu Minang Jatim 2019-2024 Dikukuhkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *