FBS UNP Gelar ICLA Ke-8 Konferensi Internasional Bahasa dan Seni

Padang, Mimbar — The 8th International Conference on Languages and Art dengan Bahasa Indonesia Konferensi Internasional Bahasa dan Seni (ICLA-8) terbilang teroganisir dengan baik. Puluhan media cetak dan elektronik, Senin (14/10/2019) datang untuk menggali berbagai hal mengenai pelaksanaan ICLA-8. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), Prof Ermanto Tolantang,MPd, MHum menjelaskan dengan rinci konferensi yang digelar untuk kedelapan kali ini.

“Sampai saat itu sudah mendaftar sebanyak 134 pemakalah yang akan tampil pada Konferensi Internasional Bahasa dan Seni (ICLA-8) yang akan berlangsung pada 17-18 Oktober di Hotel UNP Kampus Air Tawar Padang. Namun demikian ternyata masih ada calon pemakalah yang memohon untuk bisa diiikutsertakan. Panitia tetap akan memilihnya secara ketat dan selektif,” jelas Dekan FBS Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. pada konferensi pers yang berlangsung hari ini (14/10) di Rektorat Air Tawar Padang.

Sementara itu, Rektor UNP diwakili WR I Prof. Dr. Yunia Wardi, M.Si, mengatakan unviersitas mendukung setiap jurusan untuk melakukan konferensi internasional dalam rangka mewujudkan visi UNP sebagai salah satu perguruan tinggi yang unggul di Asia Tenggara.

Baca Juga:  32 Kafilah UNP Ikuti MTQ Mahasiswa Nasional di Banda Aceh

Ditambahkannya bahwa ICLA yang sudah dilaksanakan 8 tahun ini memacu peningkatan prestasi UNP terutama dalam bidang akreditasi nasional maupun akreditasi internasional. Dampaknya adalah di FBS UNP sudah mendapatkan satu program studi yakni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris terakreditasi internasional oleh AUN-QA yang berkedudukan di Thailand.

“Pelaksanaan Konferensi Internasional Bahasa dan Seni (ICLA) ke-8 tahun 2019 yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Dies Natalis UNP ke-65 adalah upaya universitas untuk meningkatkan publikasi hasil penelitian para dosen selain bidang pendidikan pengajaran,” jelas
Prof.Yunia Wardi.

Sementara itu, Herdi PhD, ketua pelaksana ICLA mengatakan kegiatan ICLA-8 pada tahun 2019 mengangkat tema yaitu “Inovasi Penelitian dan Pendidikan di Bidang Bahasa dan Seni pada Era 4.0”.

“Pemilihan tema ini didasari pada realisasi dan faktual yang dihadapi bahwa pembelajaran dan penelitian bahasa dan seni saat ini dihadapkan pada tantangan yang membutuhkan kreatif, inovatif dan kompetitif. Perubahan teknologi informasi dan komunikasi ditandai dengan perubahan cara seseorang memandang suatu masalah, bersikap, dan mengekspresikan ide dalam pengajaran bahasa dan seni menuntut suatu pembaharuan dalam berbagai kajian dan mengajarkan bahasa dan seni,” jelasnya.

Baca Juga:  Kadisdik Sumbar Dukung Penilaian Keterbukaan Informasi di SMA/SMK

Diungkapkannya potensi sumberdaya ilmuwan, peneliti, dan praktisi diharapkan dapat memberikan kontribusi berbagai strategi yang kreatif, inovatif dan kompetitifdalam bidang penelitian, pendidikan bahasa dan seni dalam menjawab tantangan masa mendatang dan penyebaran informasi pada masyarakat.

“Sudah saatnya kita meninggalkan proses pembelajaran yang cenderung mengutamakan hapalan atau sekadar menemukan satu jawaban benar dan salah dari soal. Metode pembelajaran pendidikan Indonesia harus mulai beralih menjadi proses-proses pemikiran yang visioner, termasuk mengasah kemampuan cara berpikir kreatif,inovatif dan kompetitif. Hal ini diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dan seni,” imbuhnya. (ms/age)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *