Fitria Adukan Sakit Neneknya ke Bupati Dharmasraya

DHARMASRAYA (MIMBAR)–Fitria Nengsih Vhilia, warga Seberang Piruko, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, mengontak Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan melalui aplikasi WhatsApp. Kepada orang nomor satu di Dharmasraya itu, Fitria Nengsih mengadukan nasib neneknya yang sedang terbaring sakit sejak beberapa bulan belakangan. Sakit pinggang yang dideritanya menyebabkan si nenek tidak bisa beraktifitas .Dia hanya bisa terbaring lemah di rumahnya.

Nenek Fitria yang bernama Mandet itu kini berusia 75 tahun. Si nenek merupakan salah seorang lansia yang masuk dalam daftar penerima Bansos Lansia. Namun karena sakit, si nenek tidak bisa mengurus administrasinya. Itulah sebabnya karena sakit, maka si nenek masih belum bisa menikmati program Bupati Sutan Riska yang ditujukan untuk membantu para lansia di daerah itu, sehingga dihari tuanya itu mereka tidak terbebani lagi oleh masalah biaya.

Begitu mendapat kabar melalui aplikasi whatsApp, Bupati pemegang satya lencana pembangunan dari Presiden Jokowi itu langsung meneruskannya ke Kepala Dinsos P3APPKB Dharmasraya, Bobby Perdana Riza. Jebolan IPDN Jatinagor itu langsung mengecek kebenaran info yang disampaikan Bupati Sutan Riska.

“Mamang benar ada nama Nenek Mandet sebagai penerima Bansos Lansia,” tulis Bobby membalas kiriman pesan dari Bupati.                                                                Bobby lalu memerintahkan anak buahnya untuk menuntaskan administrasi dan melakukan pengecekan lapangan. Setelah semuanya kelar, Bobby baru berani melaporkan hal itu kepada bupati. Bupati Sutan Riska minta agar dirinya langsung menyerahkan Bansos Lansia kepada nenek Fitria Nengsih Velia.

Baca Juga:  Bupati Sutan Riska Perkokoh Barisan Parbudpora

Pada hari yang ditentukan, Rabu (9/10/19), Bupati benar benar membuktikan janjinya. Sosok berahaja yang merupakan ayah dari dua orang putra itu, dengan diiringi pejabat ring satu datang ke Seberang Piruko. Sungguh sedih Bupati Sutan Riska melihat kondisi nenek Mandet. Dia hanya bisa berbaring karena sakit pinggangnya. Malah untuk berbicara saja sudah susah.

“Ini nek saya bawakan bantuan. Ini uang Rp 900 ribu, dan ini ATM isinya Rp 100 ribu. Ini bisa nenek pakai untuk berobat,” kata Bupati Sutan Riska.                                    Bupati juga menyerahkan bantuan sembako dari Bank Nagari. “Ini ada lagi Nek, ada buah buahan, ada beras, juga ada roti. Ini bantuan dari Bank Nagari. Yang tadi bantuan dari Pemkab ya Nek. Dimakan ya, biar Nenek lekas sehat kembali,” kata bupati sambil memegang tangan si nenek yang tergolek lemah.

Baca Juga:  Mulai Besok, Padang TV Gelar Bintang Sain di Dharmasraya

Selain ke rumah nenek Mandet, Bupati juga mengantarkan langsung Bansos Lansia ke rumah Tarsumi di Nagari Kurnia Selatan, Kecamatan Sungai Rumbai. Tarsumi adalah seorang kakek berusia 74 tahun, yang juga tengah dalam kondisi lemah karena sakit. Makin lama penyakitnya makin parah. Dia hanya bisa tergolek lemah di ruang tamu di rumahnya yang sederhana, bekas trasmigrasi Sitiung III ini.

Tarsumi terlihat berupaya bangkit saat Bupati yang berperawakan tinggi besar itu memasuki ruang tamu rumahnya yang kecil.                                                            “Udah, tiduran saja Kek. ini saya bawakan bantuan uang Rp 900 rbu dan ini kartu ATM, yang di dalamnya ada uang seratus ribu. Uang ini bisa digunakan untuk berobat dan membeli makanan tambahan,” kata Sutan Riska.

“Ini tambahannya dari Bank Nagari. Ada susu, ada buah buahan. Susunya diminum ya kek, biar badannya lebih bertenaga,” ujar bupati sambil tersenyum lebar.                Para pejabat yang mengiringi bupati cuma bisa tertegun melihat dialog bupati dengan lansia jompo yang sudah tidak berdaya itu. Usai mengunjungi rumah Karsumi, bupati lalu pulang.(ms/rls/Del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *