Gede Narayana : Pertahankan Status Provinsi Informatif, Tergantung PPID Utama Sumbar 

Padang, Mimbar — Status Provinsi Informatif yang diraih Sumbar sesuai penilaian Komisi Informasi (KI) Pusat tahun 2019, sifatnya tidak tetap. Semuanya tergantung kapasitas dan kapabelitas PPID Utama Pemprov. Dalam penilaian tahun 2020 ini, status itu bisa bertahan, bisa juga turun.

Demikian disampaikan Ketua KI Pusat Gede Narayana saat memberi materi di Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) se Sumbar, Kamis 18/3 di Convention Hall Sumbar Bukit Lampu Padang.

“Bertahan informatif atau turun menjadi menuju atau malah cukup informatif pada Anugerah Keterbukaan Informasi 2020, ini sangat tergantung kepada kapasitas dan kapabelitas PPID Utama Pemprov Sumbar,”ujar Gede yang di Rakor itu juga menjadi pemateri Ketua KI Sumbar Nofal Wiska.

Baca Juga:  Dimediasi KI Sumbar, Sengketa Informasi Kejati dengan Publik Berakhir Damai

Pasalnya sifat infomasi itu berubah cepat, dia butuh ugrading dan maintenance dalam mengelola informasi publik.

“Bagaimana bisa bertahan informatif kalau laporan informasi publik 2019 tidak disampaikan ke KI Pusat, terus website PPID nya tidak upgrade, kalau ini terjadi di Sumbar, ya 2020, provinsi informatifnya wassalam,”ujar Gede Narayana.

Selain itu goodwil pejabat tertinggi badan publiknya gimana, kalau  2019 Sumbar provinsi informatif, lalu setelah itu pak gubernur cuekin PPID Utama kata Gede Narayana ya repot.

“Terus terang hadirnya pak Irwan Prayitno saat presentasi di KI Pusat termasuk backup Pak Irwan Prayitno terhadap pengawalan dan pengawasan keterbukaan informasi publik dan perhatiannya menurut aturan kepada Komisi Informasi Sumbar, itu fakta komitmen Pak Irwan Payitno, Pak Wagub Nasrul Abit dan Sekda sebagai atasan PPID Utama Pemprov Sumbar, Pak Alwis,”ujar Gede. (ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *