GSLM Merupakan Strategi Jitu Dalam Penerapan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya

Eka Teresia, S.Pd.,M.M

Penulis: Eka Teresia, S.Pd.,M.M (Penggiat Literasi Nasional dan Narasumber Berbagi Praktik Baik IKM dan GSM / Guru SMK N 6 Padang)

Rendahnya motivasi dan prestasi belajar menjadi masalah yang harus diupayakan solusinya. Motivasi belajar yang rendah biasanya menyebabkan prestasi belajar yang rendah pula. Salah satu sebab motivasi yang rendah untuk mengikuti pembelajaran di sekolah karena sekolah tidak memiliki daya tarik bagi peserta didik. Sekolah semestinya seperti yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantoro sebagai taman yang menyenangkan. Sekolah diarahkan menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal ketrampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang sukses.Tulisan ini mengupas tentang pemahaman Penulis tentang Merdeka belajar dan Merdeka berbudaya yang telah diimplementasikan melalui Gerakan Satu pena satu karya . Dukungan dan apresiasi yang terus diberikan oleh warga sekolah mampu mewujudkan suasana yang kondusif dalam proses pembelajaran di sekolah.

Saat ini Pendidikan Indonesia sedang melaksanakan kurikulum Baru yang diberi nama Kurikulum Merdeka ,dimana guru diberikan kebebasan untuk mengajar dan siswa diberikan kesempatan belajar secara bebas, nyaman,santai dan gembira tanpa beban berlebihan dengan menyalurkan bakat alami yang siswa miliki, tanpa paksaan untuk mempelajari mata pelajaran tertentu diluar kesukaan dan ketertarikan mereka.
Guru sebagai ujung tombak implementasi kurikulum merdeka harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ini.Guru harus memperkaya Literasi, bukan hanya literasi membaca dan menulis tetapi juga literasi data, literasi teknologi, Literasi budaya dan Literasi Manusia yang sangat dibutuhkan untuk berinteraksi dengan Generasi Z. Generasi Z cendrung lebih mandiri dalam belajar, mereka dapat mencari materi yang sedang dipelajari sendiri tanpa harus disuapi oleh guru. Guru berperan sebagai fasilitator serta mendukung minat anak seluruh aktifitas pembelajaran harus melibatkan partisipasi aktif anak Generasi Z sangat fasih dan sangat menguasai teknologi terutama teknologi informasi,oleh karena itu mereka sangat menguasai pemanfaatan internet melalui media gadget dan media social lainnya. Mereka beraktifitas, bermain dan belajar dengan android/gadget, computer dan laptop.Mereka sangat mahir berselancar di dunia maya mencari dan menggali ilmu Pengetahuan, game dan sebagainya dengan memanfaatkan internet nampaknya mereka sudah mempunyai dunia tersendiri yang sangat berbeda dengan dunia yang dilihat dan dirasakan generasi sebelumnya oleh karena itu mereka tidak boleh terlambat dipersiapkan, dibentuk dan dibangun karakternya melalui Literasi manusia.
Dengan sentuhan rasa dan cinta, menyalurkan potensi, menyediakan ruang gerak unk berkarya generasi z bisa dibentuk menjadi manusia yang berkarakter, berbudi pekerti luhur, berbudaya, bisa berkolaborasi dan mempunyai kemampuan public speaking yang baik. Jadi tugas guru bukan hanya untuk mempersiapkan generasi z untuk bekerja di era modern dan serba canggih akan tetapi yang lebih penting lagi bagaimana sebuah system Pendidikan bisa membentuk manusia menjadi manusia seutuhnya yang memiliki kearifan pribadi dan kreatifitas berbangsa dan bernegara {shindunata,2000}
Guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar tetapi Bersama-sama menggali ilmu pengetahuan dari berbagai sumber dengan meningkat kan kemampuan literasi terutama literasi manusia dan literasi teknologi.
Sebagai pendidik profesional, guru SMK mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil belajar, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan yang melekat. Berdasarkan kegiatan pokok dan waktu yang tersedia, guru akan cenderung fokus pada kelengkapan materi dalam kurikulum dan transfer ilmu saja. Dengan demikian, sulit untuk mengharapkan guru sebagai pendidik untuk memberikan perhatian penuh kepada siswa sesuai dengan karakteristik, minat, dan bakatnya masing-masing. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan Gerakan Sekolah Literasi Menyenangkan untuk mengubah pola pikir guru dalam mendidik siswanya dan memberikan praktik pembelajaran yang baik yang dapat menumbuhkan karakter siswa.
Metode kegiatan berupa praktek nyata yang bisa dilaksanakan dalam semua mata pelajaran.
Dalam mendorong tranformasi dunia Pendidikan Indonesia, GSLM berangkat dari perubahan pola pikir pendidik menuju paradigma Revolusi Industri 4.0. Titik awal ini meliputi perubahan pola pikir guru, kepala sekolah, orang tua dan pemangku kebijakan untuk membangun ekosistem pendidikan yang positif dan berfokus pada pengembangan karakter siswa.
Pembentukan GSLM yang penulis lakukan di SMK N 6 Padang terinspirasi dari kegiatan BIMTEK GSM yang dilaksanakan BBPPMPV BBL Medan tentang Gerakan sekolah Menyenangkan tgl 29 Maret -21 April 2021

GSM berawal dari pengalaman perubahan yang dialami oleh pendirinya, Muhammad Nur Rizal dan sang istri Novi Poespita Candra. Pengalaman ini didapatkan ketika Rizal dan Novi tinggal di Melbourne, Australia untuk menempuh studi doktoral. Mereka terinspirasi dari ketiga buah hatinya yang sangat mencintai sekolahnya. Dari situ, mereka melihat pendidikan Australia yang berbeda jauh dengan pendidikan Indonesia. Bahkan bisa dibilang bahwa pendidikan Indonesia tertinggal jauh dari Australia. Pendidikan Australia unggul dari segi kurikulum yang lebih bagus, lebih menyenangkan dan disesuaikan dengan kelebihan tiap anak. Bahkan, anak-anak mereka justru rindu pergi ke sekolah saat liburan.
Inspirasi ini dikembangkan saat mereka pulang ke Indonesia dengan membangun GSM pada tahun2016. Rizal dan Novi merasa prihatin dengan pendidikan Indonesia yang masih mematok nilai dan ujian, padahal sebetulnya anak-anak bisa belajar dengan metode yang lebih menyenangkan. Dalam praktiknya. GSM merangkul sekolah-sekolah pinggiran yang tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Tujuannya agar kualitas sekolah pinggiran juga bisa terangkat.
Penulis akhirnya berinisiatif untuk melaksanakan program kegiatan Gerakan Sekolah Menyenangkan melalui kegiatan GSLM {Gerakan Sekolah Literasi Menyenangkan}. Siswa diberikan angket untuk menentukan minat bakat nya dalam literasi.ternyata Gerakan Satu pena satu Karya telah berhasil membawa Nama besar SMK N 6 Padang mendapatkan REKOR MURI sebagai contributor penulis buku fiksi dan non fiksi terbanyak l dalam kegiatan GSMB {Gerakan Sekolah Menulis Buku}Nasional.
Siswa membuat karya berupa Puisi,artikel,comic strip,pantun ,gurindam,video kreatif tentang budaya Indonesia .Semua karya siswa diapresiasi dan dibukukan. sudah ada 28 buku karya guru dan siswa yang ber ISBN dengan total 7800 karya. Bahkan buku karya siswa diluncurkan di perpusnas. Pencapaian ini membuktikan bahwa siswa merasa Bahagia karena diberikan kemerdekaan berkarya dan kemerdekaan berbudaya video siswa tentang kearifan local dan budaya nusantara diikut sertakan dalam perlombaan nyala kreatif TK Nasional.

Inilah kemerdekaan belajar dan kemerdekaan berbudaya yang sesungguhmya yang melahirkan literasi manusia yang bertujuan memanusiakan manusia
Kurikulum Merdeka. Dimana pembelajaran berbasis proyek dilakukan dalam rangka memberikan penguatan, pencapaian, pemahaman, nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yaitu nilai-nilai Pancasila. Kurikulum Merdeka Belajar juga memiliki tujuan untuk menciptakan pendidikan yang lebih menyenangkan bagi peserta didik dan guru, menekankan pendidikan pada pengembangan aspek keterampilan dan karakter dalam pembelajaran. kami menerapkan pembelajaran berdiferensiasi .
Dengan demikian, siswa akan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai bekal menghadapi masa depan di Era Revolusi Industri 4.0. GSM membawa nuansa berbeda di bidang Pendidikan dengan terciptanya koneksi antara sekolah, peserta didik, orang tua, pengawas dan Iduka.
Komunitas GSM (Gerakan Sekolah Literasi Menyenangkan) ini sangat membantu peran guru untuk menyesuaikan diri dengan era percepatan informasi tetapi kehadirannya mampu menjadi inspirasi bagi siswa. Agar siswa dapat mengenali dan mengelola dirinya dengan kata lain memanusiakan manusia. Kami turut andil dalam proses pembelajaran yang kreatif, solutif dan inovatif. Mengapa demikian? Dengan Implementasi atau praktek nyata dalam setiap mata pelajaran tentang implementasi dari sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Siswa membuat proyek dengan video tentang penerapan sila-sila Pancasila, disamping itu SMK N 6 Padang membentuk 16 macam Duta Penggerak yang bertujuan untuk menggali dan mengasah minat bakat serta potensi yang ada pada diri peserta didik sesuai dengan minatnya .
Konsep merdeka belajar dan Merdeka berbudaya yang sudah Penulis laksanakan Bersama warga sekolah telah sejalan dengan konsep belajar Ki hajar dewantara dan Mentri Pendidikan kita Nadiem Makarim dimana Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri,mengembangkan potensi yang ada dalam diri dimana esensi dari merdeka belajar itu sendiri yaitu kebebasan berpikir yang ditujukan kepada siswa dan guru sehingga mendorong terbentuk karakter jiwa merdeka

Tujuan merdeka belajar dan Merdeka budaya adalah :
Tujuan besar yang ingin dicapai oleh kementrian Pendidikan dan kebudayaan {kemdikbud} adalah terciptanya budaya Lembaga Pendidikan yang otonom,tidak birokratis dan terciptanya system pembelajaran yang inovatif berbasis pada peminatan dan tuntutan dunia modern.
Tujuan utama merdeka belajar adalah dapat menciptakan peserta didik yang memiliki jiwa merdeka ,tidak lagi terkekang dengan adanya ketentuan dan peraturan dalam pembelajaran, sehingga peserta didik dapat menemukan potensi serta kemampuan diri dengan cara masing-masing
Kebijakan Merdeka belajar dilaksanakan untuk percepatan pencapaian tujuan nasional Pendidikan yang meningkatkan kwalitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing

Kegiatan dan aktifitas literasi SMK N 6 Padang dapat dilihat di :

https://instagram.com/gsm.smkn6padang?igshid=YmMyMTA2M2Y= http://smkn6padang.gsmb-indonesia3.com/
Youtube : https://youtu.be/IEE2rtW0C-g
melakukan kunjungan/studi tiru ke sekolah kami. https://youtu.be/2iZ9Q3t5K-w

Duta Penggerak tersebut adalah :

Duta Rohis

Duta Kemanusiaan

Duta Ketarunaan

Duta Disiplin

Duta Kewirausahaan

Duta Literasi

Duta Lingkungan

Duta Pariwisata

Duta Keminangkabauan

Duta Kuliner

Duta Busana

Duta Kecantikan

Duta Perhotelan

Duta Teknologi Kreatif

Olahraga

Duta seni

Disini kami membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk menitipkan nilai. Kemudian ditulis pada selembar kertas melainkan lebih dari itu adalah tempat untuk berekspresi menghasilkan karya dan memberikan makna sehingga GSM berhasil untuk tetap menyalakan kegembiraan dalam proses belajar. Ada 3 aspek dasar keterampilan manusia era digital yang dicoba dibangun melalui program GSM yakni:

Pola pikir terbuka

Kompetisi abad 21 berupa berfikir kritis, kreatif, komunikatif dalam menemukan cara mengatasi masalah
Karakter moral dan etos kerja.

Berikut tugas-tugas dari Duta Penggerak SMK N 6 Padang yaitu:

Duta Rohis
Duta rohis merupakan ujung tombak dalam pembentukan karakter, budi pekerti dan peningkatan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Duta rohis harus mampu menguasai Al-Quran minimal juz 3, 4 orang Duta Rohis dalam wadah ekskul rohis SMK N 6 Padang menggiatkan kegiatan keagamaan dan baca Quran. Mereka telah membuktikan dengan prestasi dibidang keagamaan seperti lomba tahfiz, lomba cerdas cermat quran, lomba qasidah dan lomba busana muslim antar pelajar baik tingkat Kota ataupun Provinsi

Duta Ketarunaan

Duta ketarunaan tak kalah pentingnya dalam pembentukan karakter siswa. Karakter disiplin dan bertanggung jawab dalam tugas selalu menjadi landasan berpijak. Melalui ekskul Pramuka dan Paskribaraka, para duta ketarunaan telah mampu membuktikan kesungguhan mereka dalam disiplin waktu dan bertanggung jawab yang diemban sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Dharma.

Duta Disiplin

Duta disiplin merupakan icon mode sekolah dalam melaksanakan disiplin dan tatatertib sekolah setiap harinya. 2 orang duta disiplin SMK N 6 Padang melaksanakan praktek baik dengan mengajak teman-temannya untuk datang tepat waktu dan mematuhi aturan yang telah mereka sepakati. Organisasi yang mereka tekuni bukanlah batu penghalang untuk menjadi yang terbaik.

Duta Kewirausahaan

SMK N 6 Padang sebagai Sekolah Pusat Keunggulan yang telah mempersiapkan siswa untuk bekerja dan menciptakan lapangan kerja di pandang perlu membentuk duta kewirausahaan. 3 orang duta kewirausahaan dijadikan Pionir membentuk usaha Papan Bunga/Florist. Mereka dibimbing oleh guru tamu yang berpengalaman sehingga mereka bisa menjadi tutor teman sebaya dalam pengembangan florist SMK N 6 Padang.

Duta Literasi

literasi adalah kemampuan untuk membaca, menulis dan membangun komunikasi. Duta literasi sangat penting disebuah sekolah karena literasi merupakan keterampilan penting bagi hidup. Khusus bidang literasi SMK N 6 Padang telah mendapatkan prestasi gemilang, mendapatkan penghargaan dari Rekor Muri sebagai Kontributor Penulisan Buku Fiksi dan Non Fiksi terbanyak bulan April 2022. Dan sudah 3 tahun berturut-turut mendapatkan Piagam dan Plakat Sekolah Aktif Literasi Nasional.

Duta Olahraga

Mensana in cappore sano. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, moto ini menjadi dasar berpijak untuk membentuk duta olahraga. 2 orang duta olahraga memprogramkan pola hidup sehat kepada semua warga sekolah. Diantaranya tidak dibenarkan menjual mie instan setiap hari. Dalam event tertentu duta olahraga juga mengundang guru tamu. Seperti dokter dari puskesmas untuk memberikan materi seputar kesehatan. Duta olahraga SMK N6 Padang sudah menjuarai lomba silat antar pelajar se-Sumbar.
Duta Seni

SMK N 6 Padang mempunyai 5 orang Duta Seni. 5 orang ini mempunyai talenta seni yang luar biasa di bidang masing-masing seperti tari tradisional dan modern, music, vocal dan melukis. Mereka telah membuktikan dengan prestasi gemilang diberbagai event Mendapatkan prestasi Duta Genre dan memenangkan Lomba Tari Antar Pelajar Tingkat Provinsi. Bahkan duta seni SMK N 6 Padang sudah Go International untuk mengikuti ASEAN Dance dan Teknologi Festival.

Duta Keminangkabauan

Adat keminangkabauan adalah peraturan dan Undang-Undang atau Hukum adat yang berlaku dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabauan, terutama yang bertempat tinggal di ranah minang atau Sumatera Barat. Untuk itu sangat perlu membentuk Duta Keminangkabauan di dalam lingkungan SMK N 6 Padang karena hal ini sangat penting bagi kehidupan selain melestarikan budaya kita dapat mencerminkan nilai-nilai moral perilaku yang baik dalam kehidupan nantinya akan di pilih 4 orang Duta Keminangkabauan yang terdiri dari Rang Mudo dan Puti Bungsu yang akan menjadi Pionir membentuk, melestarikan, menerapkan serta mensosialisasikan keminangkabauan dilingkungan sekolah

Duta Dari Program Keahlian

yang mencakup Busana, Kuliner, Kecantikan, Pariwisata, ini mempunyai peran dan tanggung jawab sesuai dengan minat bakat dan potensi peserta didik
Duta Lingkungan

SMK N 6 Padang memiliki Duta Lingkungan yang berperan dalam hal pelestarian lingkungan, pembenahan lingkungan agar tetap indah dan rapi dalam menjaga kelestarian lingkungan SMK N 6 Padang. Beberapa bentuk gerakan yang dilakukan seperti penanaman bunga,, memilih sampah yang berserakan, merawat tanaman dengan baik, serta menjaga fasilitas yang berada baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Disamping duta-duta dalam program ekskul dibentuk duta-duta dalam setiap program keahlian yang bertujuan untuk mengembangkan potensi di jurusan dan Publik Speaking sehingga mereka mampu mempromosikan jurusan masing-masing di Media Sosial seperti jurusan busana, kecantikan, kuliner, ULP, Teknik Jaringan Komunikasi Teknologi Praktik baik Gerakan Sekolah Menyenangkan dalam konteks Kurikulum Merdeka memberikan banyak manfaat :
Dapat memberikan perubahan pola pikir warga sekolah
Pembelajaran perubahan pada lingkungan Sekolah.
Pembelajaran berpusat pada siswa
Terjalin hubungan kerja sama
Meningkatkan karakter siswa
Peserta didik dapat memilih sendiri kegiatan ekstrakurikuler yang diminatinya
Pengembangan berbasis proyek untuk mengembangkan keterampilan softskill dan karakter yang sesuai dengan pancasila.

Peran dan Tanggung Jawab GSLM yaitu :

Komunitas GSM (Gerakan Sekolah Literasi Menyenangkan) ini sangat membantu peran saya untuk menyesuaikan diri dengan era percepatan informasi dan kehadirannya mampu menjadi inspiratif bagi siswa. Agar dapat mengenali dan mengelola dirinya dengan kata lain memanusiakan manusia.
Peran dan tanggung jawab saya adalah mengajar, mendidik, melatih keterampilan hidup, memberikan bimbingan dan arahan, memberikan motivasi dengan melakukan praktik baik dilingkungan sekolah melalui kegiatan intrakurikuler, kurikuler,ekstrakurikuler.
Menciptakan GSLM (Gerakan Sekolah Literasi Menyenangkan) melalui kegiatan- kegiatan yang dapat membangun karakter dan pengembangan potensi diri peserta didik.
Tantangan Mencapai Tujuan Praktik Baik dalam melaksanakan Gerakan Sekolah Literasi Menyenangkan membutuhkan action dan totalitas yang tinggi sehingga banyak tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan praktik baik terutama dalam pengembangan minat bakat dan potensi peserta didik.Kunci untuk membangunkan bakat peserta didik menerapkan rumus 3B yakni Banyak Bertemu Orang, Banyak Beraktivitas dan Beragam Aktivitas. Tantangan yang kami hadapi adalah 1. Pandemi Covid 19 yang melaksanakan pembelajaran daring, menyulitkan dalam menggali minat dan bakat peserta didik 2. Jadwal pembelajaran yang padat sampai 14 JP sehari sehingga mempunyai keterbatasan waktu dalam mengembangkan minat bakat 3. Kebiasaan belajar secara daring membuat peserta didik sulit melakukan komunikasi secara efektif 4. Untuk mencapai praktik baik tersebut saya bersama tim Manajemen Sekolah SMK N 6 Padang mengadakan rapat dan membentuk tim Pelaksana Gerakan Sekolah Menyenangkan yang melibatkan Pokja Kesiswaan, Guru BK dan Pelatih Ekstrakurikuler. Kemudian kami membentuk Duta Penggerak GSLM sebanyak 16 Duta, setiap peserta didik boleh memilih salah satu program Kedutaan sesuai dengan minat dan bakatnya.

Langkah-langkah yang kami lakukan dalam menghadapi tantangan tersebut dengan memaksimalkan jam pelajaran tatap muka seperti video yang kami tayangkan dengan materi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka peserta didik akan berdiskusi tentang praktik baik nilai-nilai Pancasila yang telah mereka lakukan dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat bangsa dan negara. Video nya dapat di link berikut https://youtu.be/CMGNoeqLIt4
Pembelajaran yang kami lakukan ini sangat relevan dengan Duta Penggerak GSLM sehingga anak-anak sangat mudah memahami materi pelajaran dan membuat praktik baik mereka lewat video. Contoh Sila Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa dengan adanya ekskul Rohis dan Duta Rohis. Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dengan membentuk Duta Kemanusiaan dan ekskul PMR. Sila Ketiga, Persatuan Indonesia dengan membentuk ekskul Pramuka dan Duta Ketarunaan. Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan dengan membentuk OSIS, MPK dan melibatkan mereka dalam proses amandemen tata tertib sekolah. Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dengan membentuk Duta Kewirausahaan. Hasil dan Dampak langkah-langkah yang kami lakukan dalam pembelajaran dan pengembangan minat bakat peserta didik memberikan hasil yang sangat luar biasa dan efektif, terbukti dengan Prestasi yang membanggakan seperti ;

Prestasi SMK Negeri 6 Padang :

SMK N 6 Padang mendapatkan Rekor Muri dalam bidang Literasi menghasilkan 6.500 karya (Karya Guru dan Siswa) sebagai Kontributor Penulisan Buku Fiksi dan Non Fiksi GSMB Nasional (Antologi Puisi)
SMK N 6 Padang mendapatkan prestasi Sekolah Aktif Literasi Nasional 3 tahun berturut-turut
SMK N 6 Padang mendapatkan penghargaan Kepala Sekolah Berprestasi Literasi Nasional, Guru Koordinator Literasi Nasional dan 3 orang siswa Penulis Puisi Terbaik Nasional.
Siswa SMK N 6 Padang terpilih sebagai Duta Maritim Prov Sumbar, Putri Heritage Runner Up 1 Prov Sumbar, Duta Genre Enterpreneurship dan Kejuaraan lain dalam Lomba LKS mendapatkan juara 1 dan 2 Tingkat Provinsi Sumatera Barat di semua program keahlian.
Anggota Pramuka Gudep Tan Malaka-Rasuna Said mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai Pramuka Garuda Respon orang lain/pihak lain terhadap praktik baik yang kami lakukan sangat mengapresiasi banyak dari sekolah lain yang Pemenang menulis buku ‘’Surat Untuk Guru Kami Tercinta’’ dan Pemenang penulis buku Berbahasa Daerah
Mei 2021 mendapatkan Anugerah Guru Terbaik Tingkat Provinsi Sumbar
Juara 1 lomba LKS TK Prov bidang lomba tourist industry.
Dari Semua Proses yang sekolah kami alami ,ini membuktikan bahwa Gerakan Sekolah Literasi Menyenangkan mampu menyeimbangi kurikulum Akademik yang membersamai di setiap kegiatan siswa dan guru. Harapan kedepannya, program ini akan terus bertumbuh, bermanfaat dan menjadi motivasi semua warga sekolah.
Saya sendiri yang diangkat sebagai Mentor Nasional Gerakan Sekolah Literasi Menyenangkan membagikan praktik baik. yang saya lakukan ke sekolah-sekolah lain.
Bukan itu saja hasil karya siswa kami dalam 20 Buku Antologi Puisi, Cerpen diluncurkan dalam Perpustakaan Nasional di Jakarta, diminta untuk menjadi narasumber di Kementerian untuk berbagi praktik baik. Dan awal tahun depan sekolah kami diundang sebagai Pemateri Internasional Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2023. Sungguh capaian dan Kebanggaan yang Luar Biasa.
Demikianlah argumentasi Penulis tentang implementasi merdeka belajar dan merdeka berbudaya yang sudah Penulis laksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh semua warga sekolah ,sehingga sekolah merupakan rumah kedua yang menyenangkan bagi guru dan peserta didik.

References

Suprihatin, S. (2015). Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Promosi : Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro, 3, 1, 73-82

Nasution. 1982. Teknologi Pendidikan. Bandung: Bumi Aksara

Wicaksono P. (2019, Agustus 6). Gerakan Sekolah Menyenangkan, Belajar yang Bikin Siswa Betah. Diakses pada 20 Februari 2020 dari (https://gaya.tempo.co/read/1232501/gerakan-sekolah- menyenangkan-belajar-yang-bikin-siswa-betah/full&view=ok

Rahadi, F. (2019, Agustus 13). Gerakan Sekolah Menyenangkan Mulai Berjalan di Jawa Tengah. Diakses pada 20 Februari 2020 dari https://republika.co.id/berita/pw5ysi291/gerakan-sekolah- menyenangkan-mulai-berjalan-di-jawa-tengah

Profil Penulis
Eka Teresia S.Pd.,M.M Perempuan kelahiran kota Padang 23 Juni 1973. Penulis menyelesaikan pendidikan S1 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Padang (1992). Dan menyelesaikan pendidikan S2 Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia di UPI YPTK (2010). Awal karir penulis dimulai dari menjadi PNS di SMA Negeri 11 Padang pada tahun 2005-2009, kemudian dipercaya menjadi kepala sekolah di SMA Baiturahmah Padang pada tahun 2009-2013. Kemudian menjadi guru PNS di SMK Negeri 6 Padang pada tahun 2013- sekarang. Prestasi yang pernah penulis raih adalah menjadi pembaca pantun terbaik tingkat nasional pada tahun 2019, juara 1 membaca puisi tingkat nasional, juara 2 pembaca gurindam TK ASEAN Desember 2022 dan juga 10 tm besar terbaik Tk Nasional video kreatif kearifan lokal program nyalanesia, dan Sebagai penggiat literasi serta narasumber Gerakan Sekolah Menyenangkan TK Nasional.
Email : teresiaeka083@gmail.com

CP : 082169742009