Hadirkan Hasto pada Kuliah Umum, Prof Yuliandri: Untuk Pembelajaran, UNAND Buka Diri Pada Tokoh Politik

Rektor Unand Prof Yuliandri menerima buku Geopolitik dari penulisnya, Hasto Kristiyanto, Rabu (5/7/2023). (foto.dok/riko)

PADANG, mimbarsumbar.id — Rektor UNAND Prof. Yuliandri menegaskan bahwa Unand membuka diri kepada tokoh politik nasional menjelang Pemilu 2024. Hal ini akan menjadi pembelajaran bagi civitas akademika ke depan

“Perguruan Tinggi punya peran strategis dalam membangun kehidupan demokrasi bangsa dan negara yang perwujudannya adalah Pemilu sekali lima tahun,” ujar Rektor UNAND Prof Yuliandri saat menanti hadirnya Sekjend DPP PDI Perjuangan Dr. Ir Hasto Kristiyanto, Rabu (5/7-2023) di Convention Hall Limau Manis Padang.

Bahkan Prof Yuliandri menegaskan hadirnya Dr Hasto di UNAND hari ini menjadi pembuka pintu untuk UNAND yang membuka diri dan pendidikan politik di kampus tidak tabu.

“Yang tabu itu Kampus dijadikan kampanye politik, Capres dan Caleg. Hadirnya Pak Hasto hari ini menjadi pembuka UNAND membuka diri terhadap pendidikan politik, apalagi Doktor pak Hasto itu Geopolitik,” ujar Prof Yuliandri.

Bahkan ke depan kata Prof Yuliandri, semua Capres akan diundang untuk share ilmu kepada mahasiswa di UNAND.

“Kapan perlu Capres nanti kita undang mengisi kuliah umum di kampus ini,” ujar Prof Yuliandri.

Hasto Kristiyanto jadi dosen di kuliah umum dengan moderator WR 3 UNAND Insannul Kamil dihadiri Gubernur Sumbar dan Bupati Dharmasraya dengan audien penuhi Convention Hall UNAND Limau Manis.

Hasto menyampaikan materi tentang Tantangan Geopolitik Mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hasto Kristiyanto adalah si pengarang buku Geopolitik Bung Karno “Progressive Geopolitical Coexistence”.

Akademisi Muda UNAND Ilham Aldelano Azre menyebut fine-fine saja hadirnya tokoh politik di UNAND.

“Fine-fine saja, asal tokoh itu kuat background akademisinya, Mas Hasto itu strata kesarjanaannya Doktoral. Bahkan menghadirkan tokoh dalam sebuah pembelajaran akademis sejak dulu sudah jadi branding UNAND,” ujar Azre biasa pria berkacamata ini disapa wartawan.

Apalagi penyampaian tokoh sekaliber Hasto sarat nilai-nilai akademis.

“Geopolitik itu adalah ilmu yang bagi mahasiswa perlu memahaminya dan Mas Dr Hasto ke UNAND tidak terkait kepentingan elektoral atau kampanye kok,” ujar Azre. (ms/*/ald)