Identifikasi Bakat, Kunci Bangun Prestasi Olahraga Nasional

Padang, Mimbar — Guna memiliki keterampilan teknik berolahraga di kemudian Hari, Anak usia dini (4-6 tahun) perlu mendapatkan kesempatan Belajar Gerak Dasar atau Fundamental Motor Skill Development (FMS)

“Apabila mereka dengan mudah dapat mempelajari teknik keterampilan dasar berbagai cabang Olahraga, diharapkan akan aktif berolahraga di setiap waktu Senggangnya, sehingga budaya aktif bergerak Masyarakat akan Timbul,” ungkap Prof Syahrial pada pidato ilmiahnya sebagai pembahas utama acara webinar bertajuk “Program Pengembangan Olahraga untuk Anak dan Atlet Muda” yang digelar PT Sportunys Pembaharu Juara, melalui sebuah situs web atau aplikasi zoom, Jumat (17/7/2020) pukul 14.00-16.00 Wib.

Baca Juga:  Yuddy Chrisnandy Apresiasi Leonardy Ketum PB Lemkari 2020-2024

Disamping itu, dijelaskannya, Belajar Gerak bagi Anak juga akan mempengaruhi berbagai aspek perkembangan totalitas anak, baik Kognitif, affektiv, Dan sosial Anak.

Sementara Anak2 yg sudah menguasai berbagai Gerak Dasar pada usia 7-10 tahun Sudah waktunya untuk mendapatkan arahan tentang beberapa cabang olahraga yg sesuai baginya, dengan terlebih Dahulu mengikuti seragkaian program Identifikasi bakat( talent identification), yg terdiri dari tes Antropometri, tes kemampuan fisik Dan tes koordinasi.

Syahrial menyebutkan pergerakan Tim Gerak Dasar (FMS) Dan Identifikasi Bakat (TID) Sekora, yg merupakan dosen2 FIK UNP terus berupaya menjalin kerjasama dengan institusi Dalam Dan Luar Negeri Dalam rangkai kepedulianya terhadap gerakan FMS Dan TID di Infonesia.

Baca Juga:  Buka Musorprovlub KONI Sumbar. Gubernur: Pilihlah Ketua yang Berkomitmen Memajukan Olahraga

“Pakar-pakar FMS Sekora dibina langsung oleh pakar FMS dari Ohio State University, Prof. Jackie Goodway Dan Ruri Famelia, P.hd. Dosen FIK UNP yg sedang mengikuti program post doktoral di Ohio state university,” tambahnya.

Ia mengatakan sebagian pakar-pakar TID Sekora telah diundang mengikuti kursus TID International di HAN University, Belanda. Bahkan pakar TID International, Prof. Johan Pion dari Han University Belanda terus memberikan Advice nya kepada Tim TID sekora. (ms/rls/ald)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.