Iklim Menyuburkan Tanaman Kopi Arabika Pasca Pertumbuhan


Penulis: Mimma Latifah Daraquthni
(Mahasiswi Jurusan Biologi Unand)

Perubahan iklim dan pertumbuhan tanaman kopi arabika memiliki keterkaitan erat. Kopi arabika merupakan tanaman yang sangat bergantung pada suhu dan pola curah hujan. Adanya curah hujan yang tidak teratur, naik nya suhu dan kekeringan yang sering terjadi dapat menggangu pertumbuhan tanaman kopi arabika.
Kondisi hujan yang kurang juga akan berpengaruh pada proses pertumbuhan yang terhambat. Jadi, Apa saja dampak pengaruh iklim terhadap tanaman kopi? Apa yang terjadi jika kopi mengalami iklim yang buruk untuk pertumbuhannya? Bagaimana contoh iklim yang baik untuk tanaman kopi?
Menurut ibu Lisnaini (38) seorang petani kopi arabika di salah satu daerah yang terdapat di daerah bagian provinsi Aceh tepatnya kabupaten Bener meriah. Ibu Lisnaini menyatakan bahwa, ada banyak sekali dampak dari pengaruh iklim terhadap tanaman kopi arabika, misalnya perubahan iklim yang memburuk dapat menggangu pertumbuhan dan mengurangi produksi kualitas kopi arabika.
Apabila tanaman kopi mengalami permasalahan terhadap pertumbuhannya, hal itu juga berdampak kepada petani kopi arabika yang akan mengalami gagal panen dan menyebabkan petani kopi arabika ini mengalami kerugian yang besar.
Menurut ibu sufarty (61) seorang petani kopi arabika. Ibu sufarty menyatakan bahwa, salah satu dampak yang buruk dari perubahan iklim terhadap tanaman kopi arabika yaitu apabila iklim di sekitar daerah tanaman kopi arabika berubah seperti kemarau panjang, hal itu akan berdampak pada buah nya yang akan menyusut dan ukuran nya dapat menjadi lebih kecil dari ukuran semula dan hal itu juga berdampak pada daun nya yang dapat menjadi kering dan layu.
Ibu sufarty juga menyatakan bahwa, meningkatnya suhu dan curah hujan akibat perubahan iklim juga menyebabkan serangan penyakit karat atau jamur daun pada tanaman kopi arabika.
Dikutip dari sebuah jurnal penelitian dan pengembangan pertanian, perubahan iklim dapat berdampak terhadap tanaman kopi arabika, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan iklim secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kopi arabika, dan secara tidak langsung mendorong berkembangnya hama dan penyakit tanaman kopi arabika ini.

Baca Juga:  UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Ketimpangan

Suhu udara di atas 23°C menyebabkan pembentukan buah dan pematangan lebih cepat sehingga kualitas kopi arabika menurun. Suhu udara 30°C dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman kopi arabika menjadi tidak normal, seperti daun nya yang menguning. Suhu udara yang tinggi selama fase pembungaan juga menyebabkan bunga menjadi rontok.

Dikutip dari sebuah artikel dari dinas perkebunan provinsi jawa barat, persyaratan iklim yang baik untuk tanaman kopi arabika yang harus dipenuhi adalah yang pertama yaitu jumlah curah hujan terhadap tanaman kopi arabika, jumlah curah hujan yang baik untuk tanaman kopi arabika yaitu minimal dalam 1 tahun sekitar 1000 – 2000 mm, dan optimal nya adalah sekitar 2000 – 300 mm. Curah hujan yang paling baik untuk tanaman kopi arabika adalah daerah yang mempunyai curah hujan optimal. Dan bulan kering pada tanaman kopi arabika ini adalah sekitar 1- 3 bulan.
Persyaratan iklim yang baik untuk tanaman kopi arabika yang harus di penuhi yang kedua adalah suhu udara terhadap tanaman kopi arabika, rata – rata dari suhu udara yang baik untuk tanaman kopi arabika nya adalah sekitar 17 – 21 Oc.
Dari semua pernyatan dapat di simpulkan bahwa, salah satu syarat tumbuh yang baik untuk tanaman kopi arabika adalah pengaruh dari iklim di sekitar tanaman kopi arabika tersebut. faktor iklim besar sekali pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi kopi arabika. Maka dari itu iklim yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kopi arabika yang baik pula.***

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.