Jumpa JPS, Irwan Prayitno : Pemimpin Sumbar ke Depan, Harus Punya Elektabilitas dan Kapasitas

Padang, Mimbar — Jaringan Pemred Sumbar (JPS) bersilaturahmi dengan Gubernur Irwan Prayinto dalam rangka pengayaan tentang Sumbar kedepan.

“Bertemu pak gubernur, tema masih dalam rangka penggalian, apa yang dilakukan Sumbar pasca kepemimpinan Irwan Prayitno nanti,” ujar Koordinator JPS Heri Sugiarto.

Menurut Gubernur Irwan Prayitno pemimpin kekinian memang harus punya elektabilitas, aksebilitas, tapi belun tentu punya kapasitas. Terpenting pemimpin Sumbar kedepan harus realisitis melihat karakteristik Sumbar.

“Mestinya antara elektabilitas, kapabelitas dan kapasitas harus beriringan, tapi sulit apalagi yang kapabel tidak punya ‘isi tas’,” ujar Irwan Prayitno pada dialog dengan JPS, Kamis (13/2) di Istana Gubernur Sumbar.

Sumbar kedepan adalah tantangan. lanjut Gubernur IP,  karena karakteristik Sumbar mulai soal geograpi Sumbar tidak di jalur pantai timur. Belum lagi ancaman bencana yang setiap tahun terjadi.

“Apalagi kita berada jauh dari pusat ekonomi nasional,” ujarnya.

Ada potensi tapi tidak bisa diapa-apa-apain. Ada potensi tambang emas dan batubara namun berada di lahan Hutan Lindung.

“Pemimpin kedepan harus paham kendala ini, maju sekali Sumbar tidak bisa,” ujar Irwan.

Belum karakter demografi, bagaimana prilaku dan budaya orang di Sumbar. “Kita punya lahan untuk membangun tapi terhadang oleh soal kepemilikan lahan di kuasai ulayat yang turun temurun. Sudah capai rundingan dengan mamak pemilik ulayat, kalau kemenakan tidak oke pasti konflik akhirnya. Karakter orang minang tidak ada yang mau jadi buruh, itu lambat industri padat karya sulit tumbuh di Sunbar,” ujar Irwan.

Beres semua hal di atas, tetap saja investor pun berpikir ulang bikin pabrik di Sumbar, mulai dari upah mahal, etos kerja, belum lagi soal material dan pasar ini, kata Irwan Prayitno memaparkan kompleksitas investasi di Sumbar.

Menurut Irwan Prayotno pilihan kedepan adalah pariwisata. Meski lambat, tapi sesuai dengan  tipe orang Sumbar yang bukan pelayan.

“Solusinya, untuk pelayan pariwisata bisa diberdayakan orang daerah lain yang bisa melayani, pelayanan di dunia pariwisata adalah faktor utama,” ujar Irwan.

Untuk menambah daya kejutnya, jelas Irwan Prayitno, peningkatan UMKM yang mendorong dunia pariwisata tadi.

“UMKM ini bisa mengambil segmen luas di sektor pariwisata,” ujar Irwan Prayitno.

Menurut Heri Sugiarto bertemu dan berdiskusi dengan Irwan Prayitno menjadi penggalian terakhir di Sumbar.

“Pada 20 Februari JPS akan melakukan roadshow FGD dengan tokoh Sumbar di nasional, FGD digelar dengan empat sesi yang jadi narasumber tokoh yang berkompeten untuk melahirkan Rekomendaai JPS untuk pemimpin Sumbar kedepan,” ujar Heri. (ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *