Kapolda Sumbar Dukung Kejuaraan Arung Jeram di Geopark Silokek

Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar Muhammad Zuhrizul saat beraudiensi dengan Kapolda Sumbar. foto.dok

Padang, Mimbar —Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar Muhammad Zuhrizul terus berkampanye untuk menarik perhatian stakeholder untuk sikat ilegal mining.

Pada Selasa ini, Zuhrizul bertemu dengan Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal, dia menceritakan soal kejuaraan arung jeram internasional di Georpark Silokek.

“Tracktnya bagus view sungainya cantik, tapi sayang Pak Kapolda airnya tercemar ulah tambang liar di hulu sungai itu, akibatkan air keruh kecoklatan,” ujar Zuhrizul, Selasa 10/9 di Ruang Kerja Kapolda Sumbar.

Pada dialog dengan Kapolda Sumbar, Zuhrizul baru tahu kalau jenderal bintang dua kini bergelar Kapolda Ninik Mamak Ranah Minang sangat paham potensi pariwisata Sumbar.

Baca Juga:  Jeprisal Killing Master di Matras Karate

“Baliau sangat respon atas paparan saya tentang Silokek, bahkan Kapolda tahu sangat Sumbar punya potensi wisata luar biasa,” ujar Zuhrizul menceritakan audiensinya dengan Irjen Fakhrizal kepada awak media di Padang.

Bahkan Kapolda mengapresiasi anak-anak muda di FAJI yang berani menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. “Ayo sukseskan kejuaraan dunia arung jeram dan Geopark Silokek Fest,” ujar Fakhrizal.

“Beliau Perwira Polri yang sangat supel dan low profile terutama mengayomi kegiatan anak muda di Sumbar. Tentang sungai mengalir di Silokek menjadi lokasi arung jeram, Kapolda bersedia lakukan penertiban. Untuk lancarnya kegiatan dunia arung jeram, Pak Fakhrizal siap kerahkan anggota untuk mengamankan,” ujar Zuhrizul.

Baca Juga:  169 Atlet Sumbar dengan 11 Cabor Ikuti Porwil di Bengkulu

Bahkan FAJI kata Zuhrizul akan berusaha edukasi masyarakat karena menyangkut masalah ekonomi akan menggiatkan pariwisata di daerah tersebut.

“Kita akan edukasi masyarakat bahwa tidak tambang saja berikan penghasilan, potensi Silokek tinggal menunggu waktu mendunia dan itu tidak rupiah tapi dolar amerika nilainya,”ujar Zuhrizul.

Selain itu FAJI bersama elemen penyelamat lingkungan siap bahu membahu bersama aparat penegak hukum untuk bertindak tegas pada oknum pengusaha illegal.

“Mereka hanya fikirkan keuntungan pribadi dan tidak peduli kerusakan sungai yang menjadi sumber kehidupan dan berdampak luas,”ujar Zuhrizul. (ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *