Kemenhub Targetkan Kapal Ro-Ro Dumai-Malaka Beroperasi Awal 2021

Umar Aris, Staf Ahli Menhub RI.. foto.dok

Dumai, Mimbar — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Laut menargetkan kapal Ro-Ro rute Dumai-Malaka akan beroperasi pada awal 2021. Untuk pengecekan kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan di Dumai, Kepulauan Riau, pihak Kemenhub melakukan kunjungan kerja ke lokasi pelabuhan.

“Tujuan utama kunjungan ini adalah memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta pemenuhan aspek keselamatan dan keamanan pelayarannya dalam rangka merealisasikan rute Dumai-Malaka (Malaysia),” ujar Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Umar Aris dalam keterangan tertulis.

Pada kunjungan kerja ini, Umar melakukan pengecekan langsung di dua pelabuhan yang berada di Dumai, yaitu pelabuhan PT. Pelindo 1 cabang Dumai dan Pelabuhan Dumai Berseri yang dioperasikan oleh Pemerintah Kota Dumai dan Pemprov Riau.
“Secara fisik masih terdapat kelebihan dan kekurangan dari kedua pelabuhan tersebut. Misalnya untuk pelabuhan Pelindo I, baik sarana prasarana termasuk imigrasi, bea cukai, dan karantina serta keamanan.  Fasilitas parkir juga terminal penumpang sudah memadai namun masih menyatu dengan terminal lain yang melayani barang dan curah cair tidak khusus,” jelas urang awak ini

Sementara Pelabuhan Dumai Berseri memadai dari segi kedalaman, terminal penumpang, fasilitas parkir, gedung kantor pelayanan dan selama ini sudah melayani Kapal Ro-Ro rute Dumai-Rupat. Namun pelayanan bea cukai, imigrasi, karantina dan keamanan (CIQP) sebagai syarat untuk melayani rute internasional harus disiapkan.
“Tentunya apabila rute Dumai-Malaka ini segera dibuka akan membawa dampak positif terutama adanya pertumbuhan ekonomi terutama sektor perdagangan, pariwisata, dan lain sebagainya,” kata Umar aris

Baca Juga:  Donny Moenek : Syarat Lengkap, Kabupaten Renah Indojati Tunggu UU Penataan Daerah

Secara umum, jika dilihat dari segi teknis dan operasional, kedua pelabuhan yang ada di Dumai layak untuk dioperasikan dalam penyelenggaraan penyeberangan Kapal Ro-Ro Dumai-Malaka.

Lebih Lanjut Umar Aris. menjelaskan, masing-masing instansi akan menginventarisasi jenis-jenis barang komoditi dan penumpang serta kendaraan yang akan masuk dan keluar dari Malaysia dan Indonesia dengan prinsip saling mendukung transportasi.

Umar turut mengatakan PT ASDP Indonesia Ferry (persero) telah menyatakan kesiapannya untuk menyediakan Kapal Ro-Ro Dumai-Malaka melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku dan bekerja sama operasional dalam pengelolaan pelabuhan dengan pihak pemda secara profesional dengan mekanisme business to business sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Pemerintah akan mengawali dengan mengangkut kendaraan pribadi tujuan wisata dan kendaraan bertonase kecil dan memastikan Program Ro-Ro Dumai-Malaka ini sudah bisa dimulai awal tahun 2021. Untuk itu, tidak harus dengan kapal dan dermaga yang besar agar bisa dimulai sesuai target sambil melakukan persiapan fasilitas yang lebih besar di sisi laut dan daratnya,” jelasnya.
Umar juga menilai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen kita dalam mewujudkan konektivitas antara negara, khususnya di Asia Tenggara sebagaimana hasil pertemuan 3rd Task Force Melaka-Dumai RoRo Ferry Operation Meeting yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada April lalu.

Baca Juga:  Jelang Kongres, IKA Unand Gelar Rapimnas 28 November Secara Virtual

Sebagai informasi, telah disepakati bahwa kedua negara harus melaksanakan dan mempraktikkan persyaratan CIQS yang telah ada dan dilaksanakan di negara masing-masing terkait Standar Operasi dan Prosedur (SOP) dari Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di kedua negara.
“Oleh karena itu, kita tidak akan merancang SOP atau peraturan baru. Namun hanya akan menyamakan SOP di Pelabuhan masing-masing negara. Semua Departemen CIQS akan bekerja sama dengan Operator Pelabuhan masing-masing dan nantinya akan mendapatkan tinjauan dan umpan balik terkait persyaratan teknis terkait persyaratan teknis dan administrasi CIQS dalam pengimplementasian RoRo Dumai-Malaka di pelabuhan masing-masing,” ujarnya.

Umar berharap rute Dumai-Malaka dapat diimplementasikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Malaysia pada akhir tahun ini.

“Rute RoRo Dumai-Malaka ini merupakan salah satu proyek yang diusulkan dalam MTWG dan salah satu proyek prioritas dalam The Master Plan on ASEAN Connectivity dan Brunei Action Plan. Berikutnya, Indonesia akan menyampaikan kesiapan rute Dumai-Malaka ini pada pertemuan IMT-GT pada 19 sampai 20 Juli 2019 di Palembang, Sumatera Selatan,” pungkas Umar. (ms/rls/ded/ald)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.