Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Jalan Perbatasan dan Akses Kawasan Wisata

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberi penjelasan pada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI. foto.dok

Jakarta, Mimbar – Pagu Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2020 sebesar Rp 120,21 triliun. Jumlah itu sesuai dengan pidato Presiden RI Joko Widodo atas RUU APBN Tahun Anggaran 2020 beserta Nota Keuangannya dalam Sidang Paripurna DPR RI tanggal 16 Agustus 2019 lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis, menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp 43,97 triliun, konektivitas sebesar Rp 42,95 triliun, permukiman sebesar Rp 22 triliun, perumahan sebesar Rp 8,48 triliun, pembinaan konstruksi Rp 725 miliar, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar Rp 525,18 miliar, Penelitian dan Pengembangan sebesar Rp 452 miliar dan pengembangan infrastruktur wilayah, pengawasan dan dukungan manajemen sebesar Rp 831,19 miliar.

Anggaran bidang peningkatan konektivitas Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR sebesar Rp 42,95 triliun digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan sebesar Rp 28,97 triliun dan infrstruktur jembatan sebesar Rp 9,47 triliun.

Peningkatan infrastruktur jalan terdiri dari pertama, pembangunan jalan baru sepanjang 793,11 km dengan anggaran Rp 8,43 triliun diantaranya melanjutkan pembangunan jalan perbatasan Kalimantan, NTT, dan Papua; Trans Papua. Kemudian jalan Selatan – Selatan Jawa, By Pass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Kuta Mandalika (NTB) dan Jalan Lingkar Utara Brebes (Jateng).

Kedua, pelebaran jalan dengan menambah lajur sepanjang 43,99 km seperti di Dolok Sanggul – Siborong borong (Sumut-KSPN Danau Toba); Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara – Lhokseumawe (Aceh); Anjir Pasar – Serapat (Kalsel); Ponorogo – Madiun (Jatim); Urip Sumoharjo – Cilacap (Jateng); Batas Kabupaten Tebo/Kabupaten Bungo – Muara Tebo (Jambi), anggaran Rp 510 miliar.

Baca Juga:  Mimpi Transnet Padang, Sumbar Lahirkan Programer Hebat

Ketiga, pelebaran jalan menuju standar sepanjang 200 km antara lain di Jalan Batas Kota Sanggau – Sekadau (Kalbar), Blora – Cepu (Jateng), Cibaliung – Sumur (Banten), Tembesi – Tanjung Berikat (Kepri), Pangururan – Nainggolan (Sumut), Malang – Lumajang (Jatim), Tapan – Batas Provinsi Bengkulu (Sumbar), Wolo – Batas Kolaka (Sultra), dan Cianjur – Naringgul – Cidaun (Jabar) dengan anggaran sebesar Rp 1,19 triliun.

Keempat, rehabilitas/rekonstruksi jalan sepanjang 5.965 km dengan anggaran sebesar Rp 15,99 triliun diantaranya Jalan Batas Kota Palembang – Batas Kayuagung (Sumsel), Zona Lima – Muara Sabak (Jambi), Kebumen – Purworejo – Karangnongko (Jateng). Jalan Batas Kabupaten Konawe – Pohara (Sultra) yang terputus akibat banjir bandang pada bulan Juni 2019, Taniwel – Saleman (Maluku), dan Mameh – Bintuni (Papua Barat) dan Penanganan Drainase Jalan Nasional.

“Kami ingin menangani drainase-drainase jalan nasional yang prioritas. Genangan air ini sering menyebabkan kerusakan jalan,” kata Menteri Basuki.

Kelima, pemeliharaan rutin jalan sepanjang 40.807 km diantaranya di Jalan Lintas Utama seperti Lintas Timur Sumatera, Lintas Pantura Jawa, Lintas Selatan Kalimantan, Lintas Barat Sulawesi dan Linats Lainnya meliputi Lintas Barat dan Tengah Sumatera serta Lintas Selatan Jawa, anggarannya sebesar Rp 2,85 triliun.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Ajak Pengusaha Menjaga Rantai Pasok Industri Konstruksi

Keenam Infrastruktur Jembatan terdiri dari Pembangunan/Duplikasi Jembatan sepanjang 8.889 meter dengan anggaran sebesar Rp 5,79 triliun. Duplikasi Jembatan dengan membangun jembatan baru di sebelah jembatan lama untuk mengurangi beban lalu lintas jembatan lama.

Pembangunannya diantara di Perbatasan Kalimantan, NTT, dan Papua; Trans Papua; Jembatan Kretek (Pansela Jawa); Jembatan Merangin (Jambi); dan Jembatan Sungai Sambas Besar (Kalbar).

Penggantian Jembatan sepanjang 8.441 meter dengan anggaran sebesar Rp 1,84 triliun antara lain di Jembatan Tano Ponggol (Sumut), Jembatan di Ruas Jayapura – Wamena (Papua), Jembatan Palu 4 (Sulteng) yang roboh akibat tsunami pada tahun 2018, Jembatan Manula (Bengkulu), Jembatan Trans Maluku, Jembatan Calendar Hamilton yang tersebar, dan Jembatan Cipatujah (Jabar) yang hancur akibat banjir.

“Alur Tano Ponggol dilebarkan dari 8 meter menjadi 25 meter, kemudian akan dibangun jmebatan dengan ketinggian 10 meter, agar perahu wisata dapat berkeliling Danau Toba,” ujar Menteri Basuki.

Selanjutnya Pembangunan flyover, underpas atau terowongan sepanjang 2.537 meter dengan anggaran sebesar Rp 540 miliar, diantaranya flyover Kopo (Jabar), flyover Martadinata (Banten), flayover Purwosari Solo (Jateng), underpass Bulak Kapal Bekasi (Jabar), dan flyover Akses Bandara Ahmad Yani (Jateng).

Pembangunan Jalan Bebas Hambatan atau jalan tol sepanjang 2 km, anggarannya sebesar Rp 1,61 triliun diantaranya di Tol Cisumdawu (Jabar), Serang – Panimbang (Jabar), dan Pengadaan Tanah Tol . Terakhir adalah anggaran untuk tanggap darurat bencana, pengaturan, pembinaan dan dukungan manajemen sebesar Rp 2,36 triliun. (ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *