Kemungkinan Haji Tahun Ini tidak Digelar

RIYADH, Mimbar – Arab Saudi sedang mempertimbangkan melarang jutaan jamaah haji dari luar negeri di tengah meningkatnya kasus virus corona dan munculnya varian baru. Hal tersebut dikatakan oleh dua sumber pada Rabu (5/5).

Diskusi tentang kemungkinan larangan itu sedang berlangsung dan belum ada keputusan akhir. Dua sumber itu juga menyebut pihak berwenang hanya akan mengizinkan jamaah haji domestik.

Itu pun mereka harus sudah divaksinasi atau telah pulih dari Covid-19 setidaknya enam bulan sebelum haji. Selain itu, pembatasan juga akan diterapkan pada usia jamaah.

Awalnya, pihak berwenang berencana mengizinkan jamaah haji internasional yang sudah divaksinasi bisa menjalankan ibadah haji. Namun, mereka kebingungan lantaran jenis vaksin yang digunakan setiap negara berbeda.

Baca Juga:  Ketua BKMT Sumbar Imbau Masyarakat Tolak Radikalisme

Ditambah faktor kemanjuran dan kemunculan varian baru yang mendorong mereka mempertimbangkan kembali. Tahun lalu, Arab Saudi tidak menerima jamaah internasional untuk haji karena pandemi pertama kalinya menyerang seluruh dunia.

Sebelum pandemi, sekitar 2,5 juta jamaah biasa mengunjungi situs-situs paling suci Islam di Makkah dan Madinah untuk menjalankan haji selama sepekan dan umroh. Secara keseluruhan, dua kegiatan itu memberi pemasukan Saudi sekitar 12 miliar dolar AS dalam setahun.

Sayangnya, kasus Covid-19 masih meningkat di 35 negara. Setidaknya ada 153.508.000 kasus yang dilaporkan dan 3.351.000 kematian.

Baca Juga:  MUI Buktikan Vaksin AstraZeneca Manfaatkan Tripsin dari Babi

Dilansir Daily Sabah, Kamis (6/5), kerumunan jutaan jamaah dari seluruh dunia bisa menjadi sarang penularan virus. Pada Februari, pemerintah menangguhkan 20 negara yang akan masuk ke Saudi, kecuali diplomat, warga Saudi, praktisi medis, dan keluarga mereka guna mengatasi penyebaran virus corona baru.

Larangan tersebut yang masih berlaku hingga saat ini mencakup orang-orang yang datang dari Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, Prancis, Mesir, Lebanon, India, dan Pakistan. (republika/ies)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.