Ketua DPRD Sumbar Supardi Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak dan LSM di Payakumbuh

Ketua DPRD Sumbar Supardi didampingi Kabag persidangan dan perundang-undang Zardi Syahrir, ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, Wakil ketua DPRD Payakumbuh Wulan Denura bersama tokoh masyarakat, LSM dan Ninik Mamak di Agam Jua Kafe, Minggu (5/3). (foto.dok//hms)

PAYAKUMBUH, mimbarsumbar.id — Ketua DPRD Sumbar Supardi tak henti mengunjungi berbagai elemen masyarakat untuk menjemput aspirasi  Setelah menerima aspirasi guru-guru SMK dan SMA di Payakumbuh dalam masa reses kedua Tahun 2023, Supardi mengunjungi para tokoh masyarakat, LSM dan Ninik Mamak.

Dalam kunjungan itu, Supardi didampingi Kabag persidangan dan perundang-undang Zardi Syahrir, ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, Wakil ketua DPRD Payakumbuh Wulan Denura serta dihadiri oleh tokoh masyarakat, LSM dan Ninik Mamak bertempat di Agam Jua Kafe, Minggu (5/3).

Pada kesempatan itu Supardi menekankan, pentingnya pemahaman tentang teknologi digital. Karena segala sesuatu yang dibutuhkan saat ini tersedia dan tersimpan didalam teknologi terebut.

“Segala sesuatunya saat ini dilakukan secara digital, apakah itu komunikasi, pendidikan, UMKM, semua dengan digital. Maka bagi siapa saat ini yang dapat menguasai digital, maka dia dapat menguasai dunia. Karena itu, siapapun dia, apapun jabatannya, setinggi apa pendidikannya kalau dia buta akan digital, dia akan tertinggal dari peradaban yang ada,” terang Supardi.

Baru-baru ini diketahui, ketua DPRD Sumbar dari Partai Gerindra itu juga telah meluncurkan akun Instagram @supardi.guru yang berguna untuk sarana komunikasi seputar dunia pendidikan.

“Di IG (instagram) ini nanti kita akan saling berbagi tentang masalah pendidikan. Bagaimana pendidikan Sumbar ini dapat maju dan berkembang,” pungkas Supardi.

Supardi juga katakan, akun IG @supardi.guru tersebut dibuat bukan untuk hal-hal tertentu, bukan untuk kepentingan politik namun semata hanyalah sebagai sarana komunikasi membahas permasalahan pendidikan.

“Kita ingin dunia pendidikan Sumbar ini bangkit dan maju. Saat ini Sumbar ada diurutan sembilan dari sepuluh provinsi yang ada di Sumatera. Miris sekali, maka dari itu, melalui akun @supardi.guru ini mari saling berbagi gagasan dan informasi agar pendidikan Sumbar bisa kita tingkatkan,” ujar Supardi.

Pada kesempatan itu Supardi juga berkisah tentang masa kecilnya yang tak pakai sepatu dan tas pergi ke sekolah. Karena keterbatasan ekonomi keluarga saat itu membuat Supardi harus merasakan pahitnya untuk berjuang menimba ilmu.

“Namun Alhamdulillah, saat ini saya sudah dapat menyelesaikan S1 saya. Hal itu tidak terlepas dari dukungan orang tua, lingkungan sekitar yang senantiasa memberikan semangat,” kata Supardi. (ms/*ald)