Ketua KPU Sumbar: Penyelenggara Pilkada Wajib Swab Agar Tidak Timbul Klaster Baru

Ketua KPU Sumbar, Amnasmen sedang swab test di kantor KPU Sumbar. foto.dok

PADANG, MIMBAR — Sesuai komitmen penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanan Pilkada yang aman covid-19, Komisioner dan staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan swab test, Kamis (1/10/2020).

Pasalnya, KPU sebagai penyelenggara pesta demokrasi atau pemilihan kepala daerah (Pilkada), memang amat rentan dengan kondisi pandemi saat ini. Pasalnya, komisioner dan staf KPU berhubungan dengan banyak orang dari berbagai status atau kelompok.

Untuk memastikan semua penyelenggara pemilihan terbebas dari pandemi covid-19, KPU Sumbar melakukan tes Swab untuk semua komisioner, pegawai dan tenaga pendukung, Kamis (1/10/2020), di lapangan parkir belakang gedung tersebut.

Selain lingkungan KPU, bagi masyarakat sekitar termasuk wartawan dan salah seorang anggota DPRD Sumbar Nurfirmanwansyah juga melakukan tes Swab pada saat itu.

Sekaitan dengan tes Swab tersebut, Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengatakan, wajib bagi lembaga ini untuk melakukannya sesuai dengan aturan pilkada, agar tidak ada cluster baru, dengan nama cluster pilkada.

Baca Juga:  Gebu Minang Sumbar Bangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat

“Kita wajib melakukan hal ini karena akan berhadapan dengan banyak orang dalam penyelenggaran pilkada, dari semua tahapan sampai hari-H dan pasca pemilihan, sehingga dipastikan semua yang terkait dinyatakan bebas dari pandemi dan tidak akan timbul cluster baru,” tegas Amnasmen.

Ia juga menambahkan, penyelenggara yang sehat akan menghasilkan pilkada sehat, sesuai ketentuan berlaku, baik undang-undang, Peraturan KPU dan aturan lain, sekaitan pesta demokrasi, mengacu pada protokol kesehatan.

Pernyataan ketua KPU Amnasmen ditambahkan kasubag Tehnis dan Hupmas Jumiati, dimana mereka memberikan bukti pada publik kalau lembaga ini patuh pada aturan berlaku, sehingga tidak ada keraguan masyarakat terhadap penyelenggara.

Baca Juga:  Anggaran Terbatas, Komisi Informasi Sumbar Bertekad Maksimalkan Kreativitas

“Kita menunjukkan pada publik atau masyarakat banyak, kalau kita mengikuti aturan dan sebuah kewajiban melaksanakannya, berupa mengikuti protokol kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan, agar dipastikan penyelenggara dan yang terlibat dalam keadaan sehat, jika dengan tes ini terbukti ada yang positif maka harus mengikuti tata cara penyembuhan pandemi, setelah itu baru boleh melakukan aktifitas seperti sedia kala,” urai Jumiati yang kerap dipanggil amak.

Dikatakannya, Swab itu tidak sakit, juga tidak memakan waktu lama, maka bagi masyarakat jangan pernah takut untuk melakukan tes, karena hasilnya lebih akurat dibandingkan pemeriksaan lain.

Tes Swab berjalan baik, semua merasa terpanggil untuk melakukannya, karena mereka sadar harus masuk dalam bagian orang-orang pemutus mata rantai pandemi, untuk kepentingan orang banyak dan negri ini.(ms/rls/mckpu)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.