Leonardy Harmainy Dukung Revitalisasi SMK di Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN, MIMBAR  —Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus didukung penuh agar dapat menghasilkan generasi muda yang siap kerja. Mereka siap dengan dunia kerja yang ada dan pemerintah menyiapkan pula lingkungan kerja yang cocok bagi generasi milenial saat ini yang menginginkan tantangan dan fleksibilitas tinggi.

Fokus pembangunan bidang pendidikan Indonesia saat ini adalah untuk memberikan keterampilan kerja bagi generasi muda yang menjadi bonus demografi bagi Indonesia beberapa tahun ke depan. Mereka harus disiapkan kompetensi dan mentalnya dalam memasuki dunia kerja sehingga berani menyatakan masih banyak kerja selain pegawai negeri.

Hal itu disampaikan Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa usai menjadi inspektur upacara pada apel khusus Taruna Sekolah Menengah Kejuruan Penerbangan Nusantara (SPN) Ketaping Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (4/9).

Leonardy menjelaskan, pengembangan SMK sebagai upaya mempersiapkan diri dalam menyambut bonus demografi. Angkatan produktif kita nantinya mencapai puncaknya sekitar 70 persen jelang 100 tahun Indonesia merdeka. Mereka harus disiapkan kompetensi dan mentalnya dalam menghadapi persaingan antar negara yang semakin ketat.

Pendidikan dan pelatihan vokasi /kejuruan tentu harus diperkuat. Apalagi mengingat negara kita saat ini  mengalami pergeseran strategi pembangunan, dari pembangunan infrastruktur fisik menjadi pembangunan manusia. Dimana sumber daya manusia (SDM) Indonesia harus ungggul untuk membuat negara ini maju.

Menjadi inspektur upacara dalam apel khusus di SPN Ketaping.
Senator asal Sumbar ini mengungkapkan, memasuki tahun ketiga pelaksanaan revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK), sesuai dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, beberapa capaian positif mulai terlihat. Seiring dengan meningkatnya angka partisipasi kerja lulusan SMK pada tahun 2018, angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari lulusan SMK setiap tahunnya semakin menurun.

Baca Juga:  Prof Syahrial Bakhtiar Telusuri Budaya Olahraga ke Negara Kincir Angin

Berdasarkan data Sakernas di bulan Februari 2016, TPT lulusan SMK sebesar 9,84 persen dan pada tahun 2017 sebesar 9,27 persen. Sedangkan pada tahun 2018 sebesar 8,92 persen.
Tren ini tentu saja berdampak pada kenaikan minat terhadap SMK. Tepat sekali jika Kacabdin Wilayah II Dinas Pendidikan Sumbar Suindra yang menyatakan peminat untuk SMK di Kabupaten Padang Pariaman jauh mengalami peningkatan. Namun patut menjadi perhatian bersama adalah kemampunan untuk mempersiapkan prasarana penunjangnya tidak sebanding dengan minat tadi.

Hal ini harus dilihat dengan peran swasta yang sangat menunjang peran pemerintah dalam mempersiapkan sekolah-sekolah kejuruan yang mampu menghasilkan lulusan siap kerja. SPN sudah menetapkan dirinya menjadi sekolah yang mempersiapkan mereka yang mempunyai keahlian dalam Teknologi Pesawat Udara, khususnya keahlian Airframe & Power Plant, Pemeliharaan & Perawatan Instrumen pesawat.
“Mereka yang punya keahlian khusus pasti mudah dalam mendapatkan pekerjaan. Maka tak heran jika di bandara maupun perusahaan maintenance pesawat udara ada lulusan SPN Ketaping. Dan gaji awal mereka di atas Rp8 juta dan akan meningkat seiring liaison yang mereka miliki,” puji lelaki yang akrab dipanggil Bang Leo ini.

Berdiskusi tentang pengembangan SMK di Padang Pariaman.
Leonardy pun menyebutkan bahwa dari 12 SMK, 5 diantaranya sudah berstatus negeri dan 7 SMK swasta ini telah pula mengambil bidang keahlian unggulan masing-masing. Dia pun memuji kekompakan dan sinergitas yang mereka tunjukkan dalam memajukan pendidikan vokasi di Padang Pariaman.
“Kehadiran Kepala SMK negeri dan swasta di SPN Ketaping pagi ini memberikan harapan tersendiri akan majunya pendidikan kejuruan di Padang Pariaman. Ini berkat tangan dingin Kacabdin Suindra dan Kepala SPN Ketaping dalam menyatukan mereka. Tak salah bila harapan SPN mendirikan akademi atau politeknik kita dukung bersama-sama,” imbuhnya.

Baca Juga:  BKKBN Pusat Apresiasi Kinerja Pengabdian Dosen UNP Dr Indang Dewata

Terkait revitalisasi SMK ini, Kepala SPN Ketaping Makmur menyebutkan, sekolahnya dan beberapa sekolah kejuruan di Kabupaten Padang Pariaman sudah masuk dalam list sekolah yang bakal mendapat program revitalisasi SMK. Namun hingga kini belum ada kabar menggembirakan tentang itu. “Kami berharap dorongan dari Senator Sumbar Bang Leo agar sekolah kami dan sekolah kejuruan lainnya di Padang Pariaman bisa pula segera mendapat program revitalisasi SMK tersebut. Banyak keuntungan bagi sekolah dan putera daerah nantinya,” ungkap Makmur.

Jika program itu didapat, maka terjadi penataan dan pengkondisian sekolah kembali (re-design) secara utuh, tuntas dan menyeluruh. Pembelajaran, lingkungan, fasiitas dan manajemen sekolah benar-benar dirahkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan. Dengan cara ini keterserapan lulusan SMK semakin tinggi, bahkan mereka merambah pula ke sektor wirausaha.

Diantara SMK yang masuk dalam list itu adalah SMKS Penerbangan Nusantara Ketaping (Teknologi dan Rekayasa), SMKN 1 IV Koto Aur Malintang (Teknologi Infomasi dan Komunikasi), dan SMKN 1 Sungai Limau (Teknologi dan Rekayasa). Berada dalam urutan 3181 sampai 3183 Lokus Revitalisasi 5.000 SMK tahun 2020-2024.

Dalam pertemuan itu hadir juga perwakilan SMK yang termasuk dalam list itu seperti Indra Jasman (SMKN 1 IV Koto Aur Malintang), Akmal (SMKN 1 Sungai Limau). Juga ada Irzam (SMAN 1 Enam Lingkung), Aprianto (SMA YPM Zein), Dewi Fiolinda (SMK Nasional Kayutanam), Wiwid Novita Yeni (SMK Sosial Lubuk Alung) yang sama-sama berkeinginan agar sekolah di Padang Pariaman mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja. (ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *