Mahakarya Randai We’e si Pono Pentaskan Kisah Syekh Burhanuddin

Jakarta, Mimbar — Kisah Perjuangan Syekh Burhanuddin, Ulakan Pariaman, Karya Sastri Bakry akan ditampilkan Mahakarya Randai We’e si Pono, pada Sabtu, 7 Maret 2017 di Pusat Perfileman H. Usmar Ismail, Kuningan Jakarta Selatan.

Mahakarya Randai yang  disutradarai penyair Jose Rizal Manua dan Joharsen, melibatkan 60 anak-anak muda profesional yang kesehariannya sibuk berjuang meraih kehidupan di rantau, namun tetap mencintai seni budaya Minang.

Randai adalah seni tradisi Minang yang berupa kisah. Ia merupakan kegiatan seni yang memadukan unsur teater, tari, nyanyi (dendang), pantun sambah, silat, dan musik talempong.
Keunikan randai selain menghadirkan paket seni dalam satu pertunjukkan , pemain randai juga biasanya melibatkan penonton.

Sebelumnya panitia membuat
Flashmob di CFD bunderan HI. Flashmob ini adalah upaya manajemen Mahakarya untuk menarik perhatian masyarakat Jakarta terhadap budaya minang khususnya seni tradisi randai.
Mahakarya digelar oleh DPP HWK yang didukung oleh Sumbar Talenta Indonesia, Gemumi dan MMC.

Endru, ketua MMC, salah satu pemeran utama sebagai Syekh Abdurauf As Singkili mengatakan bahwa sebagai milenial ia bangga menjadi tokoh Syekh yang menjadi panutan masyarakat Aceh dan Minang. Ia berharap teman2 mileneal belajar banyak dari sikap dan perilaku para syekh yang dihormati.

“Kami semua ingin menyampaikan pesan moral Syekh Burhanuddin pada teman teman generasi milenial bahwa adab yang tinggi jauh lebih mulia dari ilmu yang tinggi,” ujar Menejer Produksi Kurniawati.

Ketua HWK, Ir Danny yang didampingi ketua penyelenggara Enita adhyalakshmi mengatakan “Seni tradisi adalah bagian dari budaya nasional yang merupakan ketahanan bangsa dan itu perlu dirawat dan selalu dihidupkan sebagai wujud kebanggaan kita sebagai bangsa yang memiliki warnawarni budaya,”

Pada hari puncak,  7 Maret tersebut akan hadir para pejabat tinggi dan anggota DPR RI yang sudah konfirm. Selain pertunjukan malam hari pada pagi hari juga ada peragaan busana minang oleh Bundo Kanduang HWK Sumbar, ota lapau yang menghadirkan anggota DPD RI , Dirjen kebudayaan Hilma Farid, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Kadis Pariwisata Sumbar Novrial, Khalifah ke 15 Syekh Burhanuddin dan dari Balai pelestarian Nilai Budaya regional Sumbar Riau dan Jambi.

Pameran UKM Minang akan menampilkan barang lama yang sudah berusia ratusan tahun serta kuliner Minang mulai dari sala lauak khas Ulakan Padang Pariaman yang ada di Makam Syekh Burhanuddin hingga nasi Padang, nasi kapau, soto dan sate..(ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *