Makan Balanjuang FJKIP, Puyu dan Jariang pun Tandas

Padang, Mimbar — Menjelang tutup tahun 2020, Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP) Sumbar gelar makan balanjuang. Sekejap, sambal ikan puyu dan Jariang (jengkol) pun tandas.

“FJKIP mesti lebih kompak lagi di 2021, dan mesti makin masifkan keterbukaan informasi publik di ranah minang,” ujar HM Nurnas sebagai penasehat FJKIP Sumbar, usai balanjuang (makan bersama) di kedai An Rasyid Rabu 30/12.

Ketua FJKIP Sumbar Gusriyono mengatakan balanjuang digelar sebagai ujud memperkukuh silaturahim sesama jurnalis pro keterbukaan informasi publik.

“FJKIP melakukan evaluasi di 2020 dan menatap 2021, karena kerja mencerahkan keterbukaan informasi publik sudah menjadi keniscayaan di Sumbar, ” ujar Gusriyono.

Baca Juga:  Tinggal 9 di Rumah Kayu Sempit, Buruh Cuci Terima Bantuan Andre Rosiade

Sementara Ketua Komisi Informasi Sumbar Nofal Wiska mengakui adanya FJKIP telah memberikan greget bagi upaya bersama memasifkan keterbukaan informasi publik berdasarkan UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kita di KI Sumbar sangat terbantu dan mengapresiasi eksis FJKIP dalam memasifkan keterbukaan informasi publik. Dan memberikan informasi bahwa Komisi Informasi sesuai kewenangannya tak saja sengketa informasi publik tapi juga memberikan edukasi dan supervisi terbangunnya iklim keterbukaan di seluruh badan publik di Sumbar ini,”ujar Nofal.

Penasehat FJKIP Novrianto mengatakan FJKIP menjadi kekuatan luar yang berijtihad mengokohkan keterbukaan informasi di Sumbar.

Baca Juga:  Leonardy : Sudah Saatnya Sumbar Punya Rumah Sakit Khusus Geriatri

“Balanjuang menandaskan puyu goreng balado dan Jariang hanya wadah aja, intinya upaya mengupgrade kerja jurnalis untuk kerja bersama masifnya keterbukaan informasi publik di Sumbar, ” ujar Novrianto. (ms/rls)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.