Masa Tinggal Ibadah Haji 1442 H di Madinah Dipersingkat

Jakarta, Mimbar – Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan rencana alur pergerakan jamaah haji 1442H/2021M. Dalam alur pergerakan tersebut, ada beberapa pembatasan rangkaian ibadah haji dengan alasan protokol kesehatan.

Salah satu yang dibatasi adalah masa tinggal jamaah haji di Kota Madinah. Jika pada masa sebelum pandemi, masa tinggal jemaah haji di Madinah adalah delapan hari 12 jam, maka di masa pandemi berubah menjadi tiga hari saja.

Ini disinyalir akan berdampak pada ibadah-ibadah sunah yang biasanya dilaksanakan jamaah haji Indonesia di kota nabi tersebut. “Salah satunya, di masa pandemi ini tidak memungkinkan kita untuk melaksanakan salat empat puluh waktu berjemaah di Masjid Nabawi atau yang biasa dikenal dengan Arba’in,” ungkap Praktisi Jaji KH Ahmad Baidhowi dalam keterangannya, Kamis (29/4).

Namun, Baidhowi menyampaikan jamaah tidak perlu berkecil hati bila tidak memperoleh kesempatan melaksanakan arba’in. “Jika ada pertanyaan apa hukumnya meninggalkan arba’in? Ya tidak apa-apa. Karena arba’in termasuk ibadah sunah. Meninggalkan ibadah sunah tidak ada denda, tidak berdosa,” jelas Baidhowi.

Baca Juga:  Persoalan kata Allah: Jakim menunggu persetujuan Konferensi Penguasa

Apalagi, alasan tidak melaksanakan arba’in di masa pandemi ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus covid-19. “Dalam masa pandemi ini, menjaga diri agar tidak tertular atau menularkan covid-19 lebih wajib hukumnya,” urainya.

“Jamaah tidak perlu takut tidak bisa memperoleh fadhilah arba’in. Karena ternyata ada ibadah lain yang dapat kita laksanakan, yang fadhilahnya sama dengan kita melaksanakan arba’in, yakni akan terbebas dari api neraka, selamat dari azab, serta terbebas dari kemunafikan,” sambung Baidhowi.

Ia pun menyebut ada amalan lain yang dapat dilakukan untuk mengganti salat arba’in. “Ini mengacu pada hadis yang diriwayatkan Tirmidzi. Ada amalan-amalan lain yang memiliki fadhilah sama atau setara dengan arbain,”ujarnya.

Pertama, melaksanakan salat berjemaah selama 40 hari berturut-turut. “Jika jamaah haji bermaksud mendapatkan fadhilah arba’in yang hilang, maka sekembalinya ke Tanah Air dapat mencari ganti dengan melakukan shalat berjamaah selama 40 hari,” kata dia.

Baca Juga:  Kemungkinan Haji Tahun Ini tidak Digelar

Kedua, melaksanakan salat berjamaah di hotel-hotel penginapan. “Kita tentunya berharap dengan berjamaah ini kita juga memperoleh pahala dengan mengambil keutamaan tanah haram,”tuturnya.

Ketiga, melaksanakan ibadah-ibadah sunah yang dianjurkan selama di Madinah. “Misalnya, kita dianjurkan untuk memperbanyak puasa dan sedekah selama di Madinah. Itu dapat kita lakukan. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Bukan hanya ibadah arba’in yang kemungkinan besar tidak dapat dilaksanakan di Madinah pada saat musim haji di masa pandemi. “Ibadah ziarah ke makam Rasulullah dan sahabat pun sepertinya akan sulit untuk dilakukan. Untuk itu kita bisa menggantinya dengan memperbanyak shalawat nabi,” ungkapnya.

Pada dasarnya, penghormatan kepada Nabi bukan hanya kedatangan di depan makam Nabi SAW tetapi paling penting diharapkan bacaan shalawat yang dibaca setiap saat. (jawapos.com/ies)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.