Masuki Bulan Suci Ramadhan, Kelompok Basurah Adat Kampung Lapai Gelar Zikir dan Doa Bersama


Padang, Mimbar — Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah tinggal beberapa hari lagi. Memasuki bulan penuh ampunan ini, Kelompok Basurah Adat Kampung Lapai Saiyo, yang sejak berdiri awal Februari lalu rutin latihan belajar Basurah Adat tiap Selasa malam, menggelar acara silaturahmi yang diawali dengan zikir dan doa bersama yang ditutup dengan makan bersama.


Menurut Sidi Sony Affandi, ST, selaku pendiri Kelompok Basurah Adat Kampung Lapai Saiyo, kegiatan doa bersama ini, sekaligus sebagai hari terakhir pelatihan Basurah Adat menjelang bulan suci Ramadhan ini. Karena, sesuai kesepakatan bersama, terhitung Selasa, 6 April 2021, latihan Basurah adat ini istirahat sementara hingga habis lebaran IduL Fitri.
“Nanti sehabis lebaran, insyaallah kegiatan latihan ini kembali. Ya, istirahat sebulan guna menghormati bulan puasa,” ungkap Sony yang juga Ketua LPM Kelurahan Kampung Lapai.


Sementara itu Ketua Kelompok Basurah Adat Kampung Lapai Saiyo, Tonli Muchtar Sutan Babangso didampingi sekretaris Erwin Ilfahmi Katik Sampono Kayo menambahkan penutupan pelatihan Basurah Adat ini, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan antar sesama anggota Kelompok Basurah Adat dan dengan guru pembimbing.
“Sejak awal Februari laku, latihan Basurah Adat ini rutin digelar sekali seminggu, tepatnya setiap Selasa malam, yang dibimbing oleh guru Mak Malin,” jelas Sutan Babangso.
Dipaparkan Sutan Babangso, pembentukan Kelompok Basurah Adat ini, diawali dari keinginan bersama, terkhusus kalangan masyarakat Kampung Lapai, untuk mempelajari basurah adat yang selama ini sering dipakai bila ada anak kemenakan dan orang tua yang meninggal, atau dalam acara batagak gala serta kegiatan-kegiatan adat lainnya.
“Kita lihat selama ini, hanya orang-orang tua saja yang mamacah adat di prosesi kematian atau kegiatan ada lainnya. Nah, berangkat dari keprihatinan itulah, kita mencoba membentuk kelompok ini. Kita ajak generasi muda untuk belajar adat, dengan harapan ada generasi penerus nantinya,” ungkap Sutan Babangso.
Ternyata, lanjut Sutan Babangso, keinginan itu direspon sejumlah warga, tak hanya dari kalangan usia separo baya, tapi juga para generasi muda. Bahkan Ketua LPM Sony Affandi merespon positif keinginan warganya dan menyatakan kesiapan untuk membantu memfasilitasinya.
“Alhamdulillah. Bagi kami, ini sangat luar biasa. Di era digital atau yang populer disebut era industri 4.0, di mana kemajuan teknologi menjadi faktor penentu perkembangan zaman, kegiatan basurah adat ini masih direspon positif oleh masyarakat. Semoga sehabis lebaran, kegiatan ini kembali dimulai dengan anggota yang lebih banyak,” pungkas Sutan Babangso.

Baca Juga:  Andrinof A Chaniago Berbagi Buku Biografi

Mak Malin selaku guru pembimbing latihan Basurah Adat ini, dalam wejangannya sangat mengapresiasi keseriusan semua anggota dalam mempelajari adat istiadat Minangkabau ini. Dan berharap, sehabis lebaran ini, anggotanya bertambah banyak sehingga pelaksanaan kegiatan adat di tengah masyarakat semakin langgeng.

“Saya sifatnya menunggu. Nanti kabari saja kapan dimulainya habis lebaran, saya selalu siap,” kata Mak Katik. (ms/ald)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.