Menyedihkan! Indonesia Urutan Ketiga di Dunia Negara Tanpa Ayah

JAKARTA, Mimbar – Indonesia berada di urutan ketiga di dunia sebagai negara tanpa ayah (fatherless country).

Fenomena fatherless mungkin kurang awam di tengah kalangan masyarakat. Namun, fenomena fatherless atau ketidakhadiran seorang ayah baik secara fisik atau psikologis dalam kehidupan anak, rupanya cukup besar di Indonesia.

“Fatherless diartikan sebagai anak yang bertumbuh kembang tanpa kehadiran ayah, atau anak yang mempunyai ayah tetapi ayahnya tidak berperan maksimal dalam proses tumbuh kembang anak dengan kata lain pengasuhan,” ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti melalui keterangannya, Rabu (31/3).

Menurut Retno, fenomena fatherless disebabkan tingginya peran ayah yang hilang dalam proses pengasuhan anak. Krisis peran pengasuhan dari ayah seringkali disebabkan peran gender tradisional yang masih diyakini oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Irjen Fakhrizal Tuntaskan Seluruh Tanggungjawab Polri di Sumbar

Banyak kisah di masyarakat Indonesia yang menggambarkan fenomena fatherless, seperti sebuah keluarga miskin yang tidak memiliki figur ayah karena ibunya merupakan istri muda, keluarga kaya yang kehilangan figur ayah karena alasan sibuk bekerja dan sering bepergian keluar kota, atau tanpa sadar tidak menjadikan keluarga sebagai prioritas.

“Reduksi peran gender tradisional memosisikan ibu sebagai penanggung jawab urusan domestik dan ayah sebagai penanggung jawab urusan nafkah masih melekat di masyarakat. Padahal, tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh kehadiran dari kedua orang tuanya dalam pengasuhan,” ujarnya.

Semisal anak perempuan, maka ayah pun tetap bisa menemaninya bermain boneka begitupun sebaliknya untuk anak laki-laki yang suka bermain bola maka luangkanlah waktu untuk bermain bersama. Menurut GREDU, untuk menjadi ayah yang baik, bukan berarti harus menjadi superdad. Dari hal-hal yang simpel seperti meluangkan waktu, memberikan telinga untuk mendengarkan kisah dari anak-anak, memberikan kehangatan melalui ciuman, pelukan, atau bentuk kasih sayang lainnya, itulah yang diperlukan oleh anak.

Baca Juga:  HM Nurnas Lepas Tour Religi Majelis Taklim ke Pasir Pangaraian

Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak merupakan kesempatan emas yang tidak akan terulang lagi. Bersama ibu, ayah bisa mendedikasikan waktunya untuk tumbuh kembang anak. Orang tua juga perlu untuk menmberikan dukungan satu lain dan memberikan waktu bagi anak-anak.(Antara/jpnn/ies)

 

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.