Nono Sampono Berharap OBOR Tiongkok Disandingkan Dengan Poros Maritim Indonesia

Beijing, Mimbar — Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono memimpin Delegasi DPD RI dalam pertemuan dengan Chinese People’s Political Consultatives Conference (CPPCC/Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok) di Gedung CPPCC Beijing, Jumat (29/11).

Delegasi DPD RI diterima langsung oleh Wakil Ketua CPPCC Ma Biao, didampingi Wakil Ketua Komisi bidang Populasi, SDA dan Lingkungan Gao Bo, anggota CPPCC Zhang Lianqi dan sejumlah pejabat CPPCC.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Ma Biao menyampaikan bahwa CPPCC, yang tahun ini memasuki usia 70 tahun, merupakan platform penting berbagai unsur dan kalangan untuk melakukan diskusi. Dalam proses perancangan sebuah kebijakan, CPPCC selalu terbuka dan menerima saran dari berbagai kalangan guna memastikan kebijakan yang diambil tepat.

Baca Juga:  KPU Kota Padang Siapkan 5 Gudang Tiap Dapil

Ma Biao mengatakan bahwa DPD RI merupakan lembaga legislasi yang penting di Indonesia dan CPPCC sangat siap untuk melakukan kerjasama dengan DPD RI untuk juga meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok.

Menanggapi hal tersebut, Nono Sampono mengatakan bahwa hubungan kerjasama ekonomi semakin meningkat dan mengharapkan program OBOR (one belt one road) Tiongkok dapat disandingkan dengan program Poros Maritim Indonesia. “RI-RRT tentu punya kepentingan nasional masing-masing. Kita perlu menjalin kerjasama yang baik dan diperlukan rasa saling menghormati kedaulatan masing-masing”, ujar Senator asal Maluku tersebut.

Baca Juga:  Komite I  DPD RI Minta Pemerintah Pertimbangkan Anggaran Pilkada Serentak melalui APBN

Lebih lanjut Nono Sampono mengatakan bahwa selain ekonomi, kerjasama dalam bidang IPTEK dan sosial budaya juga perlu untuk ditingkatkan mengingat cukup banyak etnis Tionghoa di Indonesia dan mahasiswa yang menimba ilmu di Tiongkok.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota DPD RI, yakni Fachrul Razi (Prov. Aceh), Stefanus B.A.N Liow (Sulut), Andi Muh Ihsan (Sulsel), Angelius Wake Kako (NTT), Namto Roba (Malut), Filep Wamafma (Papua Barat) serta Prof Yenni Thamrin (Ketum IDN-China) dan pejabat KBRI Beijing. (ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *