Pamong Tulen yang Menjadi Bupati Pertama Pasaman Barat

Almarhum M. Syahiran, Bupati Pertama Pasaman Barat..foto.dok

Drs. H. Syahiran, MM lahir 09 September 1953 di Tebing Tinggi, tepatnya 66 tahun silam. Beliau putra dari pasangan Alm. H. Tambah dan Almh. Hj. Reihan, berasal dari keluarga yang cukup sederhana.

Syahiran kecil menikmati masa kanak-kanak di kampung di bawah didikan keras kedua orangtuanya. Beranjak remaja, beliau mendaftarkan diri ke SMA N 1 Simpang Empat dan setelah lulus dari sekolah menengah, beliau masuk sekolah “camat” APDN Bukittinggi dan dilanjutkan ke IIP Jakarta hingga tamat. Konon ketika itu, tamatan APDN ini mempunyai gengsi tersendiri di mata masyarakat.

Suami tercinta dari Hj. Yunisra, S.Pd ini sebelum terpilih sebagai Bupati Pasaman Barat telah menempuh jenjang karier sebagai pegawai negeri yakni Camat Batipuh, Camat Simpang Empat, Camat Air Bangis, Camat Kinali, Camat Rao, Asisten Pemerintahan dan terakhir di puncak karier PNS beliau menjabat Sekretaris Daerah Pasaman. Jenjang karier tersebut memberi gambaran betapa jiwa abdi negara dan kepamongan kental melekat dalam diri Syahiran.

Setelah Pasaman Barat memperoleh status kabupaten pemekaran, melalui PILKADA langsung dan demokratis pada tahun 2005, Drs. H. Syahiran, MM terpilih menjadi Bupati Pasaman Barat periode pertama sekaligus pula pensiunnya beliau dari PNS.

Ayah dari 4 orang putri ini menunjukkan kepiawaiannya dalam kepemimpinan, membawa Kabupaten Pasaman Barat melewati masa transisi pasca pemekaran. Berbagai persoalan kabupaten muda itu diselesaikan secara perlahan dan penuh pertimbangan.

Drs.H. Syahiran, MM lalu menekuni politik praktis dan bergabung dengan Partai Gerindra. Beliau terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat setelah Pilkada berikutnya harus menyerahkan jabatan Bupati Pasaman Barat kepada H. Baharuddin R. MM (sebelumnya Bupati Pasaman) yang terpilih untuk masa 5 tahun berikutnya.

Baca Juga:  Gagal Paham Soal Cadar

Tanggal 9 Desember 2015 melewati mekanisme Pilkada langsung, Drs. H. Syahiran, MM kembali dipercaya oleh rakyat Pasaman Barat memimpin sebagai Bupati dari kabupaten yang memiliki motto Tuah Basamo itu.

Bagi Syahiran, memimpin Kabupaten Pasaman Barat merupakan tantangan yang unik dan tersendiri. Daerah gerbang barat Sumatera itu sangat heterogen dan plural. Berbeda dengan kabupaten lain di Sumatera Barat. Keberhasilan pemerintah Kabupaten Pasaman Barat di bawah kepemimpinan Drs. H. Syahiran. MM yang berduet dengan H. Yulianto, SH. MM terutama dalam meminimalisir terjadinya gesekan horizontal dalam masyarakat patut diajungi jempol. Tidak mudah memimpin masyarakat Pasaman Barat, begitu pernah beliau ungkapkan secara berseloroh. Tapi, menurut beliau lagi disitulah tantangan bagi dirinya sebagai pamong dan juga sebagai muslim yang taat. Jika ikhlas dan diniatkan untuk amal ibadah, Syahiran yakin Allah pasti akan menolong dan melapangkan jalan menuntaskan pengabdian melayani rakyat menuju masyarakat madani nan sejahtera lahir batin.

Bulan Juli 2019, sepulang dari kegiatan dinas di kota Medan beliau mendadak sakit dan dibawa ke RSUP dr. M. JAMIL Padang karena kesehatan yang menurun. Beberapa agenda di kota Padang pun dibatalkan. Di RSUP dr. M. Jamil Padang beliau didiagnosa mengalami penyempitan pembuluh jantung dan harus segera diambil tindakan operasi pemasangan cincin. Operasi pun dilakuakn dengan segera dan kemudian beliau menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.
Pada pekan keempat Juli 2019 karena kondisi beliau masih belum membaik dan didiagnosa kembali mengalami beberapa komplikasi, inisiatif keluarga merujuk ke Jakarta pun dipilih. Tujuannya RS Pondok Indah Jakarta yang memang dikenal cukup representatif fasilitasnya.
Usaha memulihkan kondisi kesehatan beliau akhirnya mencapai puncak kritis manakala pada Sabtu 3 Agustus 2019 pukul 23.30 WIB beliau menghembuskan napas terakhir, wafat dengan tenang didampingi keluarga yang beliau cintai. Almarhum Drs. H. Syahiran, MM wafat dalam usia 66 tahun kurang sebulan.

Baca Juga:  Persyaratan SILO, Implementasi dari Edaran Kementerian PUPR

Riwayat Keluarga :
Istri : Hj. Yunisra Syahiran, S.Pd.
Anak :
dr. Anna Rahmadia
Anna Ummi Khaira, S.Pt.
Anna Rizkinta, S.H.
dr. Anna Yunisyah Putri

Riwayat Pendidikan :
SD Negeri 11 Tebingtinggi, Sumut (1961-1967)
SMP Negeri 1 Tebingtinggi, Sumut (1970-1973)
SMA Negeri Simpang Empat (1970-1973)
APDN Bukittinggi (1974-1977)
S1 Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta (1984-1987)
S2 Universitas Putra Indonesia (2003-2005)

Riwayat Pekerjaan :
Camat Batipuh (1982)
Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setdakab Pasaman (1989)
Camat Pasaman (1991)
Camat Sungai Beremas (1993)
Camat Kinali (1996)
Camat Rao Mapattunggul (1998)
Asisten Tata Praja Setdakab Pasaman (1999)
Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Pasaman (2001)
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman (2001-2005)
Bupati Pasaman Barat (2005-2010)
Anggota DPRD Sumatera Barat (2014-2016)
Bupati Pasaman Barat (2016-sekarang).

“Selamat jalan Bapak Bupati, selamat jalan pimpinan kami, selamat jalan orang tua kami, seluruh jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang di Bumi Tuah Basamo Kabupaten Pasaman Barat tercinta. Doa tulus terucap dari kami semoga Bapak ditempatkan ditempat yang layak disisi Allah. SWT. Amiiiin”
(Sabtu, 03 Agustus 2019). ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *