Pemilih Harus Cerdas Memilih Pemimpin, Jangan Berfikir Sesaat

Padang, Mimbar —  Memilih pemimpin, jelas berbeda dengan memilih gubernur. Walau pemimpin itu nantinya, juga  bakal jadi gubernur. Tapi setidaknya, masyarakat pemilih harus paham membedakan pemimpin dengan gubernur.

Berangkat dari pemikiran itulah, Jaringan Pemimpin Redaksi Sumatera Barat (JPS), menggelar diskusi guna “mencari” kreteria calon pemimpin Sumatera Barat pada pemilu kepala daerah serentak 2020. Diskusi itu bertajuk “Mencari Pemimpin Sumbar Kedepan,’, Jumat (13/12).

Diskusi menghadirkan tiga narasumber kawakan, H. Leonardy Harmaini, S.IP, MH Dt. Bandaro Basa, Drs. H. Kahirul Jasmi, MM, Dr. Aidinil Zetra SIP.MS, merupakan ahli dibidangnya masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Leonardy yang merupakan Ketua Badan Kehormatan DPD-RI saat ini mengatakan, landasan hukun dalam pilkada dengan dasar hukum UU 32/2004 dan UU 23/2014.

Selain landasan hukum yang ada, dalam mencari kepemimpinan masa depan perlu orang-orang memiliki Inovatif serta kreatif.

Selain inovatif dan kreatif, pemimpin kedepan harus bersih, transparan dan progesional, serta memiliki hubungan baik dengan pemerintah pusat, sehingga bisa menarik anggaran nasional ke daerah ini.

Baca Juga:  Jokowi Terbitkan Inpres No.3/2019, Lanyalla Sangat Tepat Pimpin PSSI

Untuk mencapai hal tersebut, pemimpin kedepan harus takah,tokoh dan tageh, jangan hanya sekedar mengedepankan uang untuk dipilih, melainkan lebih humanis dan cerdas.

‘Kita harus memilih pemimpin masa depan Sumatera Barat adalah orang-orang yang memiliki kepintaran, kemanusian serta peduli, selain memiliki hubungan dengan pemerintah pusat serta stakeholder yang ada,’ Tegas Leonardy.

Ditambahkannya, media juga harus berani menyatakan kebenaran tentang calon pemimpin, termasuk juga latar belakangnya, sehingga masyarakat tidak salah pilih.

Apa yang disampaikan Leonardy tidak jauh berbeda dengn pendapat Wakil Dekan Fisip Unand Aidinil Zetra, dimana ia mengatakan, kepemimpinan kedepan harus bisa mengangkat kejayaan Sumbar yang saat ini sedang mengalami stadnand atau jalan ditempat.

“Pemilih harus cerdas untuk memilih pemimpin jangan hanya berfikir sesaat, karena kedepan Sumbar harus lebih baik,” ungkap Aidinil.

Baca Juga:  Muhayatul Berbagi Ilmu Politik Dengan Mahasiswa FISIP Unand

Pernyataan dua panelis diperkuat Drs. H. Khairul Jasmi,MM yang kerap disapa KJ, dimana kepemimpinan saat ini sangat tidak humanis, bahkan jika hari libur Gubernur,Bupati dan Walikota berada di Jakarta, tidak mempeegunakan kesempatan bertemu ramah dengan masyarakatnya.

Lebih parah lagi, tingkat kebahagian bahkan tingkat pendidikan di Sumatera Barat amat tendah, rata-rata hanya sampai kelas 2 SMP.

Bukan hanya itu, tingkat keberanian pemimpin Sumatrera Barat saat ini juga tidak ada, sehingga sulit untuk membuat daerah ini berkembang.

“Kedepan pemimpin Sumatera Barat harus berani dan memiliki jiwa kemanusiaan, sehingga bisa mengangkat harkat negri ini,” tegas KJ.

Diskusi yang diikuti para jurnalis, mahasiswa dan politisi, yang di-moderatori DR. Abdullah Khusairi itu, berjalan hangat dan terbuka.(ms/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *