Pemuda dalam Belenggu Era Digital

Oleh : Wulan Rahmadani

Saat ini pemuda banyak menjadi perbincangan hampir semua kalangan yang ada di masyarakat. Pemuda berperan penting sebagai penerus bangsa, seorang pemuda digambarkan sebagai generasi yang cerdas yang memiliki kemampuan inovasi dan kreativitas yang tinggi. Selain itu pemuda juga memiliki motivasi atau semangat dan antusiasme untuk maju yang sangat tinggi, tidak hanya itu seorang pemuda juga memiliki potensi intelektual. Kekuatan sebuah bangsa terletak di tangan pemudanya.

Seperti pada sebuah kalimat Ir. Soerakno “Beri aku seribu orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncang dunia”. Sepanjang sejarah bangsa Indonesia berdiri, gerakan pemudalah yang selalu menjadi pelopor aksi perjuangan hingga sampai pada titik ini. Oleh karena itu, pemuda merupakan tulang punggung bangsa bagi masa depan baik itu untuk memperbaiki sistem pendidikan maupun menggerakan roda pembangunan. 

Pemuda menurut WHO dalam artikel yang berjudul “Adolescent health in the South-East Asia Region”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa definisi remaja adalah individu dalam kelompok usia 10-19 tahun, sementara pemuda mencakup rentang usia 15-24 tahun. Mengacu pada penjelasan tersebut maka golongan pemuda yang dimaksud merupakan gabungan antara generasi milenial dan generasi Z. Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah generasi Z mencapai 74,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen dari total populasi berjumlah 270,2 juta jiwa. Sementara, generasi milenial mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87 persen. Berdasarkan data dari hasil sensus penduduk generasi milenial menempati posisi kedua setelah generasi Z yang mendominasi penduduk Indonesia. Generasi Z adalah penduduk yang lahir pada kurun tahun 1997-2012, sementara generasi milenial lahir pada rentangan tahun 1981-1996. Generasi Z lahir dan tumbuh diantara perkembangan terkologi sehingga sejak usia dini sudah beradaptasi dengan teknologi digital. Sedangkan generasi milenial lahir dan dibesarkan pada masa peralihan, dimana generasi milenial harus beradaptasi dengan ternologi digital ditengah perkembangan hidupnya. 

Mengacu pada penjelasan diatas generasi Z lah yang sangat berperan penting sebagai penerus bangsa, setelah itu baru generasi milenial. Sebagai genrasi penerus bangsa pemuda memiliki peran penting untuk menyelesaikan berbagai tantangan persoalan dalam bidang sosial, budaya dan lingkungn di era digital ini. Tantangan utama adalah generasi muda sendiri agar tidak mudah hanyut dan menjadi korban dasi sisi negatifnya teknologi digital. Untuk mengatasinya pemuda Indonesia harus bersatu, bangkit dan tumbuh sehingga bisa mendongkrak semangat persatuan dan kesatuan untuk melawan segala bentuk ancaman yang akan mengancam bangsa Indonesia. 

Pemuda adalah agent of change. Keberhasilan suatu negara dilihat dari bangsanya yaitu pemuda, pemuda sebagai agen perubahan harus mampu bersikap kritis yang penuh semangat untuk mempengaruhi masyarakat agar melakukan gerakan perubahan misal memperjuangkan aspirasi masyarakat dan menyadarkan betapa pentingnya pendidikan. Pendidikan adalah kunci terbesar suatu negara bisa maju. Pendidikan meliputi banyak hal mulai dari pendidikan spiritual, pendidikan karakter, pendidikan ilmu pengetahuan dan yang lainnya. 

Sekarang teknologi sudah menguasai ruang kehidupan masyarakat Indonesia. Seorang pemuda harus berani keluar dari zona nyaman tujuannya untuk bisa berpikir lebih luas lagi demi kemajuan diri sendiri dan bangsa Indonesia. Zona nyaman disini maksudnya seorang yang stuck dengan kegiatan yang itu itu saja tanpa ada tantangannya, tidak berani mengambil resiko. Pemuda sekarang lebih suka melakukan aktivitas yang membuang-buang waktu seperti scrol tiktok, menonto YouTube, Netflix, update di social media dan bermain game. Apalagi masa pandemi Covid-19 yang masyarakat melakukan aktivitas hanya dari rumah sehingga berdampak pada tingginya akses internet dan aktivitas maya, namun banyak yang tidak bisa mengimbangi antara kebutuhan mental health atau terjebak dalam zona nyaman. Bagaimana akan bisa maju juga hanya terjebak di zona nyaman. Oleh karena itu jika ingin maju, janganlah menjadi penumpang saja. Tapi jadilah pengemudi. Supaya kamu tahu jalan, berani untuk mengambil resiko, tak boleh tertidur dan aktif berpikir sehingga bisa mencapai tujuan hidup. 

Untuk mengatasi ketertinggalan pada masa teknologi digital hal yang harus dimiliki oleh para pemuda ialah kecakapa digital. Kecakapan digital yang dimaksud bukan yang hanya pandai dalam mengotak atik di bidang teknologi, namun juga paham tentang etika dan moral dalam berkomunikasi di dunia digital. Seorang pemuda yang cakap akan paham  dan mampu memilah maupun memilih mana saja yang membawa dampa negatif. Pemuda di era digital akan mampu melihat celah yang akan memawa positif bagi diri dan lingkungannya. Melalu media digital lah pemuda yang cerdas akan mampu memanfaatkannya ke hal yang posotif, kreatif dan produktif. Seperti pemanfaatkan sosial media, seorang pemuda yang kreatif akan mampu membuat konten dengan mengeluarkan bakatnya sehingga bisa menjadikan sumber motivasi untuk orang lain untuk bisa mengeluarkan bakat dan memperlihatkan sisi positif yang ada pada dirinya untuk memberikan contoh yang baik. 

Memasuki era revolusi 4.0 dan super smart society (society 5.0) generasi muda akan menghadapi tantangan yang tidak mudah untuk dilalui. Jika generasi muda bisa memalui dan bisa beradaptasi dengan teknologi maka tak jarang juga bisa mencapai prestasi-porestasi yang mendunia. Untuk menghadapinya pemuda harus memiliki kesiapan dan memiliki kemampuan Hight Order Thinking Skills (HOTS) karena hal tersebut dapat meminimalisir kesenjangan pola pikir yang ada di masyarakat. Masa ini masyarakat dituntut untuk lebih cepat menghasilkan sebuah solusi dalam memenihi kebutuhanya. Hal ini akan berdampak pada pemuda yang ingin terus menciptakan inovasi baru guna untuk menunjang kelangsungan hidup yang lebih baik. 

Pada era ini banyak peluang dan tantangan yang dihadapi. Jika pemuda bisa memanfaatkan teknologi digital dengan baik maka akan membuka peluang yang besar, tidak hanya menjadi content creator namun juga bisa menjadi pebisnis/pengusaha muda dengan mengembangkan potensi yang ada sehingga bisa menciptakan inovasi terbaru yang bisa dicontoh oleh masyarakat umum. Untuk beradaptasi terhadap perubahan harus adanya Sains, Teknologi, dan Inovasi sebagai bentur persiapan. Teknologi sangat bisa membuka peluang besar bagi para pemuda maupun masyarakat jika mampu memanfaatkannya dengan baik. Contohnya dalam membuka sebuah usaha, sekarang akan bisa lebih efisien dari segi modal, tempat maupun promosi. Di zaman sebelum adanya teknologi jika seseorang ingin membuka sebuah usaha pasti membutuhkan modal yang besar salah satunya untuk menyediakan tempat. Namun, sekarang membuka usaha tidak harus memiliki tempat usaha atau toko yang termpatnya harus strategis agar orang mengetahui usaha tersebut tapi juga hanya bisa dimulai dengan toko online dan di promosikan ke sosial media. Sebenarnya sekarang akan terasa lebih muda jika kita bisa memanfaatkan teknologi digitak dengan sebaik mungkin. Seseorang bisa memilih ingin menjadi berlian atau tak menjadi apapun. 

Pemuda di era ini harus mampu bersikap dan berpikir maju serta harus mengikuti perkambangan zaman, namun jangan lupa dengan identisas sebagai warga negara Indoneisa. Pola perkembangan seorang pemuda memanglah berbeda-beda karena tergantung zaman, zamanlah yang menentukan bagaimana seorang pemuda harus bertindak. Namun harus memperhatikan peran pentingnya sebagai penerus bangsa. Pemuda Indonesia memiliki peran yang sangat penting sebagai agen perubahan, bukti peran pemuda sangat penting juga ada pada sumpah pemuda. Peran pemuda akan tetap berlanjut apapun keadaannya, pemuda juga berperan sebagai pemimpin dan mengkasilkan inovasi terbaru untuk itu harus memiliki wawasan yang luas untuk menghadapi perkembangan teknologi.***

 

Baca Juga:  Tersekat Informasi, Bersengketalah di Komisi Informasi

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.