Perantau Pakan Sinayan Bantu Warga Kampung Halaman Yang Terdampak Covid-19

Agam, Mimbar – Perantau Nagari Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat melakukan aksi sosial dengan menggalang dana untuk meringankan beban ekonomi masyarakat kampung halamannya akibat dampak dari wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) walapun sebenarnya para perantau tersebut juga mengalami perosotan ekonomi.

Hasmol Dt. Putiah Nan Sabatang selaku koordinator penggalangan dana di Jakarta, Kamis (09/04/2020) menyebutkan, dana yang terkumpul dari penggalangan sebesar Rp130 juta. Dana itu dibelikan sembako berupa beras dan minyak goreng.

Sembako dibagi menjadi 850 paket untuk 850 KK, masing-masingnya ditambah masker. Penerima diprioritaskan kepada warga terdampak Covid-19 seperti guru MDA, guru honor yang memiliki KK di Nagari Pakan Sinayan, serta warga di luar penerima PKH dan telah mendapat bantuan sembako.

Baca Juga:  Mahasiswa Universitas Baiturrahmah Lakukan Pengabdian Masyarakat di Sungai Batang

“Insyaallah bantuan disalurkan hari ini, dengan cara diantar langsung ke rumah warga penerima,” sebutnya.

Wali Nagari Pakan Sinayan, Hendri Supatman Dt. Kayo Nan Kuniang mengungkapkan rasa terimakasih dan rasa bangganya kepada perantau yang terhimpun dalam wadah Ikatan Alumni SD se-Pakan Sinayan. Serta perantau lainnya di seluruh Indonesia, yang telah menghimpun bantuan untuk warga terdampak wabah Covid-19 di Pakan Sinayan.

“Bantuan didistribusikan dari posko induk Satgas Covid-19 Nagari dan diantarkan langsung ke rumah warga terdampak atau penerima, supaya dapat menghindari terjadinya kerumunan banyak orang. Bantuan disalurkan melalui wali jorong, kader dasawisma dan kader posyandu,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Agam Dapat Bantuan APD Dari Anggota DPRD Provinsi Sumbar

Menurut Ketua Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Pakan Sinayan ini, sekarang sembako, multivitamin dan alat pelindung diri sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Di samping telah disalurkannya bantuan, ia juga minta masyarakat tetap menjaga imunitas tubuh, mengingat waktu tanggap darurat tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya maka dari itu kita harapkan masyarakat paham dengan kondisi saat ini. (Ms/Mariel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *