Perpanjang PSBB Covid-19, Mari Bangkit dengan Pola Hidup Sehat 24 Jam

Oleh: Despita Antoni**

Saat ini, banyak negara di belahan dunia sedang diuji oleh yang Maha Kuasa dengan COVID-19, yang disingkat dari Coronavirus Disease 2019. Hingga saat ini, COVID-19 yang mengakibatkan infeksi pernapasan ini sudah lebih dari 2.000.000 kasus dan telah dilaporkan di lebih dari 210 negara dan wilayah, tidak terkecuali di Indonesia umumnya dan Sumatera Barat khususnya.

Berdasar Data Pantauan COVID-19 Provinsi Sumatera Barat per 05 Mei 2020 terdapat 221 kasus positif dengan rincian 92 di rawat; 50 Isolasi diri di Rumah; 13 Isolasi Bapelkes; 12 Isolasi BPSDM; 16 meninggal dan 38 sembuh.

Sebagaimana yang sudah diketahui bersama, diantara gejala umum COVID–19 ini adalah pilek, sakit tenggorokan, batuk kering, demam dan sesak napas (pada kasus yang lebih serius) dengan beberapa langkah pencegahan yang telah direkomendasikan WHO seperti: mencuci tangan, menjaga imunitas, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, dan melakukan olahraga.

Di samping itu, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran dan pemutusan mata rantai COVID-19 ini dilakukanlah Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 (empat belas) hari kedepan, mulai tanggal 6 Mei 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 sesuai Surat Keputusan Gubernur Sumtera Barat Nomor: 180-331-2020 yang semula telah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini sejak tanggal 22 April 2020 sampai dengan 5 mei 2020.

Ujian yang diberikan oleh yang Maha Kuasa melalui COVID-19 ini tidak terlepas dari ulah tangan-tangan manusia itu sendiri, seperti tidak menjaga kebersihan, perbuatan dosa manusia, banyak maksiat, mengkonsumsi yang dilarang dalam syariat dan jauh dari pengabdian kepada Sang Pencipta. Semoga dengan ujian ini manusia kembali ke jalan yang di Ridhai-Nya, semakin bertambah keimanan, menjadikan semuanya pelajaran agar kita semua berupaya mengatasinya dan mengantisipasi dengan tepat. Upaya lain yang tidak kalah penting adalah dengan selalu menerapkan pola hidup sehat 24 jam.

Selama 24 jam manusia berhadapan dengan serangkaian perubahan alam, baik siang maupun malam. Pergantian siang dan malam sangat berguna untuk keberlangsungan kehidupan. Allah Swt ciptakan siang untuk beraktivitas, sedangkan malam untuk beristirahat. Jika manusia melawan sunnatullah tersebut, misalnya dengan tidur di siang hari dan dan bekerja pada malam hari, pastilah membahayakan kesehatan dan sangat berdampak buruk.

Pola penjagaan kesehatan yang dilakukan oleh figur teladan umat adalah dengan mandi pagi (sebelum shubuh), sholat shubuh berjamaah, bertebaran ke muka bumi dengan penuh semangat, makan minum yang halal dan baik secukupnya, beribadah dengan giat, menjaga kebersihan, tersenyum ramah dan tidur/ istirahat yang cukup.

Baca Juga:  MPP Payakumbuh Menuju Mal Pelayanan Publik Terbaik di Indonesia

Mandi pada pagi hari sebelum shubuh hendaknya dapat dibiasakan, karena air yang mengandung ozon yang tinggi akan dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat diri lebih segar. Salat subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan, diantaranya mendapatkan berkah dari Sang Pencipta, cahaya yang sempurna di hari kiamat, berada dalam jaminan Allah Swt dan mendapatkan ganjaran sholat malam sepenuh waktu serta berpeluang mendapatkan pahala haji atau umroh.

Setelah shubuh manusia diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi, dan carilah karunia Allah S.W.T dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kita jadi manusia yang beruntung. Bertebaran di muka ini dapat diartikan untuk melanjutkan aktivitas/ menuntaskan segala keperluan-keperluan dengan cara halal dan jangan sampai lupa untuk selalu berzikir, tidak terkecuali pada aktivitas olahraga.

Tidur setelah shubuh dapat menyebabkan menjauhnya rejeki dan keberkahan, munculnya rasa malas dan lalai terhadap tugas-tugas yang harus dilakukan, melemahnya kekuatan fisik sehingga mudah jatuh sakit.

Sebagaimana yang kita ketahui, pada pagi hari bumi ini akan disinari oleh cahaya matahari. Sinar matahari sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, ia bermanfaat untuk membasmi kuman/ bakteri, menguatkan tulang dan menyehatkan kulit.

Dalam sebuah kisah, pemuda Ashabul Kahfi ditidurkan dalam waktu yang lama tanpa mengalami kerusakan tubuh dengan peran dari sinar matahari. Ibnu katsir menyebutkan bahwa gua tempat tidur para pemuda Ashabul Kahfi menghadap ke timur laut, sehingga ketika matahari terbit, sinarnya langsung masuk ke gua dan mengenai tubuh mereka. Oleh karena itu, tubuh para pemuda Ashabul Kahfi tetap sehat dan tidak rusak.

Berkaitan dengan olahraga, Islam memandang olahraga menjadi satu kesatuan dalam tuntuna syari’at dengan tujuan mengembangkan kebugaran jasmani, menjaga dan memelihara kesehatan badan termasuk organ-organ pernapasan, peredaran darah, pencernaan, mental, sosial, emosional serta melatih kecekatan dan ketangkasan. Adapun olahraga yang sangat dianjurkan oleh teladan umat adalah berjalan, berlari, berenang, berkuda, memanah serta gulat dan anggar.

Lari dan berjalan adalah olahraga paling mudah yang bisa kita lakukan, karena tanpa harus menggunakan alat tertentu. Olahraga berlari sudah diperkenalkan oleh Teladan umat bersama Aisyah r.a pada saat mereka sedang dalam perjalanan. Diceritakan oleh Aisyah ra: “Rasulullah S.A.W mendahuluiku, kemudian aku mendahului beliau, begitulah seterusnya.

Baca Juga:  Jenderal Fakhrizal Dimata Milenial Sumbar

Hingga saat badanku sudah gemuk, kami pernah berlomba dan beliau yang memenangkan perlombaan itu. Kata beliau, “Kemenangan kali ini merupakan balasan atas kekalahan yang lalu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud). Hadist ini bercerita tentang perlombaan lari antara Rasulullah S.A.W dengan istrinya. Para sahabat dulu juga terbiasa melakukan perlombaan lari cepat, dan Rasulullah S.A.W mengizinkannya.

Pola makan teladan umat yang dituturkan Aisyah r.a adalah memakan yang halal dan baik secukupnya/ tidak berlebih-lebihan. Jika seseorang kebanyakan makan, maka akan memicu sifat malas dan cenderung banyak tidur/ lalai/ lupa diri, termasuk lupa kewajiban beribadah, sehingga banyak waktu terbuang percuma, energi tidak tersalurkan dengan baik, bahkan menjadikan lemak menumpuk yang rentan bersarang penyakit.

Teladan umat mengajarkan kepada kita untuk tidak rakus dan tidak mengikuti hawa nafsu mengkonsumsi berbagai jenis makanan ke dalam perut hingga berlebihan. Beliau juga mengajarkan, untuk menjaga stabilitas tubuh dengan jalan mengkonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuk. Kalau memang tidak ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya.

Tidur adalah aktivitas penutup pada ujung hari. Tidur sebaiknya dilakukan di awal malam dan bangun dispertiga malam terkahir serta sejenak sebelum azan subuh dan istirahat di pertengahan siang hari, tepatnya ketika terik matahari tengah berada di puncak.

Meskipun demikian, rasa lelah setelah beraktivitas tidak seharusnya menghilangkan adab seseorang yang beriman menjelang tidur. Al Barra bin Azib ra meriwayatkan bahwa teladan umat memberi nasihat agar kita berwuduk sebelum tidur di malam hari lalu sholat witir, membaca surat Al-Ikhlas, ayat kursi, dan mu’awidzatayn (Al-Falaq dan surah al-Nas), kemudian meniupkan ke telapak tangan dan tidurlah dengan pola yang paling baik dan bermanfaat bagi fisik dan psikis dengan cara berbaring di atas tubuh bagian kanan dan tidak lupa membaca do’a sebelum tidur (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Mari bangkit menjalankan aktivitas dengan pola hidup sehat 24 jam. Stay at Home.Tetap semangat…!!! Tetap Sehat…!!! Tetap Taat…!!!

 

**Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Olahraga
Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.