Poppy Savitri : Padang Punya Komitmen Terhadap Perkembangan Industri Kreatif


Padang, Mimbar – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan, Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif bekejasama dengan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) menggelar workshop Future Local Advertising Workshop (FLOW) bagi kalangan pengusaha muda kreatif dan milenial. Workshop yang digelar selama dua hari, 30-31 Agustus 2019 ini sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap optimalisasi dan akselerasi bisnis periklanan untuk bertransformasi ke dunia digital.
Workshop yang digelar di Whiz Prime Hotel, Padang, menghadirkan 6 narasumber yang berpengalaman dalam bidang periklanan diantaranya, President Direktor Denstsu One, Janoe Arijanto, Direktur Utana Kharisma Advertising, Hery Margono, CEO RWE Digital Agency, David Rianto, Co-Founder RWE Digital Agency, M.Hafidullah, grub Digital Direktor Denstsu Indonesia, Grace Amelia, dan Busines Direktor IPVK, Stefanus C. Setiawan.
“Workshop ini adalah upaya praktis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif subsektor periklanan di tingkat lokal, sekaligus mendorong kemajuan dunia komunikasi pemasaran di daerah,” ujar Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Poppy Savitri.
Dijelaskan Poppy, menurut data BPS 2016, subsektor periklanan menyumbang 0,80 persen terhadap PDB ekonomi kreatif. Selain itu, pelaku di subsektor periklanan sebanyak 3.055 jumlah usaha dengan persebaran terbanyak 1.292 jumlah usaha.
“Selain DKI Jakarta, persebaran subsektor ini juga meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah,” ungkap Poppy.
Meskipun masih tersebar di Pulau Jawa, lanjut Poppy, periklanan di wilayah luar Jawa tetap ada dan berkembang, seperti di wilayah Sumatera Barat tercatat sebanyak 303 jumlah usaha.
“Subsektor periklanan perlu mendapatkan perhatian khusus untuk optimalisasi dan akselerasi peningkatan kuantitas jumlah usaha dan kualitas pelaku periklanan,” ucap Poppy.
Apalagi di era digital saat ini memaksa para pelaku periklanan bertranformasi ke periklanan digital (new media). Fakta perubahan ke era digital itu mengubah kondisi bisnis periklanan yang secara operasional langsung bersentuhan dengan Teknologi, Media dan Content.
“Bukan hanya di perubahan Openggunaan media dan perancangan pesan tapi juga di sumber daya, termasuk model bisnis,” ungkapnya.
Menurut Poppy, Kota Padang memiliki komitmen terhadap perkembangan industri kreatif. Dalam ”kata Kreatif, Langkah Jejaring Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia” subsektor seni pertunjukan menjadi subsektor unggulan Kota Padang.
Seni pertunjukan mampu menyerap terhadap kerja yang cukup besar. Disamping itu, seni pertunjukan diyakini dapat mendorong sektor lainnya seperti kuliner, aplikasi dan games, animasi serta kriya/fashion.
“Hal ini menjadi peluang branding dan marketing communication yang penting dalam membangun karakter dan nilai tawar ekonomi kreatif khas Padang. Dengan begitu, branding khas Padang ini menjadi spirit pengembangan subsektor periklanan di Kota Padang,” ujar Poppy.
‘Tentang Bekraf’
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah non kementrian yang bertanggungjawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat Triawan Munaf.
Bekraf bertugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengkoordinasikan dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game, deplover, arsitektur desain interior.
Juga lainya seperti Desain Komunikasi Visual, produk fhasion, film animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio. (ms/rls/ald)

Baca Juga:  Kementerian PUPR Siapkan Program Bedah Rumah di Kawasan Wisata Mandalika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *