Program Kemitraan UNP, Nanda Putra Motivasi Pelajar SMA Negeri I Suliki Berwirausaha

PADANG, MIMBAR — Ananda Putra PhD, Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) untuk Kecamatan Suliki Kabupatan 50 Kota menyebut memotivasi pelajar untuk berwirausaha salah satunya dengan penerapan pendekatan CEP (chemoentrepreneurship).

Hal itu relevan dengan Permendikbud Nomor 17 tahun 2016 menjelaskan bahwa guru kimia dapat mengampu mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan dalam kurikulum 2013.

“Mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan adalah mata pelajaran wajib dalam kurikulum 2013. Untuk itu kami telah melaksanakan pelatihan Peningkatan Minat Wirausaha Guru dan Siswa melalui Praktikum Kimia Berorientasi Chemo-entrepreneurship di SMA Negeri 1 Kec. Suliki, 12 Oktober hingga awal Desember 2019,” kata Ananda Putra, PhD didampingi Hary Sanjaya,

Baca Juga:  Puluhan Calon Menwa UNP Ikuti Pendidikan

Nanda Putra mengatakan, melalui PKM pelatihan minat wirausaha dalam rangka pratikum kimia berorientasi CEP ini selain mendapatkan sebuah draft artikel dan publikasi ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal lokal/nasional/internasional, juga diharapkan adanya peningkatan minat wirausaha guru dan siswa SMAN 1 Kec. Suliki Kab. 50 Kota serta kemampuan para pelajar dalam mengolah bahan alami yang ada disekitar tempat tinggalnya menjadi produk yang bisa dijual untuk menunjang program entreprenership.

Dia menjelaskan, CEP merupakan suatu pendekatan pembelajaran kimia yang konstektual, yaitu pendekatan kimia yang mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan objek nyata. Selain memperoleh materi pelajaran, siswa juga memiliki kesempatan untuk memperoleh proses pengolahan suatu bahan menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi dan menumbuhkan semangat berwirausaha.

Baca Juga:  Beberkan Respon Pemerintah Jepang Terhadap Ekonomi Indonesia

“Melalui pendekatan CEP ini diharapkan siswa lebih kreatif, sehingga dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Ternyata semangat dan antusias siswa dan guru dalam mengikuti kegiatan ini sangat besar sekali terlihat dari jumlah peserta yang diharapkan 30 orang ternyata melampaui quota yaitu 48 orang,” jelasnya. (ms/age)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *