Rabu Malam Ini, Seri I Webinar Call for Paper IKA Unand

PADANG, Mimbar — Seri I bedah buku Inspirasi Untuk Kedjajaan Bangsa, dari program Call for Paper IKA Unand, akan dimulai besok malam, Rabu (1/7) pukul 19.30-21.30 wib, dengan tema “Pendidikan Tinggi serta Alumni yang Berkontribusi Untuk Kedjajaan Bangsa”.

Dari kluster tema ini, menurut Ketua Call for Paper IKA Unand Ilhamsyah Mirman, Selasa (30/6), di Sekretariat DPP IKA Unand Jl Ki Mangunsarkoro Ujung Gurun Padang, ada lima penulis, di antaranya; Adrinal, Supadillah, Insanul Kamil & Berry Yuliandra serta Zukra Budi Utama.

“Semua persiapan untuk live webinar ini sudah matang, dimana sudah terdaftar sebanyak 261 orang peserta diskusi,” ujar Ilham, setelah rapat tim.

Baca Juga:  Dua Dosen FIP UNP Masuk dalam 500 Peneliti Terbaik Nasional

Dikatakan Ilham, di sekretariat DPP IKA Unand akan diadakan pula nonton bareng webinar ini dengan memakai layar lebar melalui infokus, dan akan dihadiri tim Call for Paper IKA Unand, para alumni dan mahasiswa.

Sebelum diskusi rencananya akan ada prolog dari Khairul Jasmi, Pemred Harian Singgalang yang menjadi editor buku Insprirasi Untuk Kedjajaan Bangsa.

Kemudian, sebut Ilham, pembahas yakni Prof Yuliandri (Rektor Unand), Prof Fasli Djalal (Wamendiknas 2010 2011), serta Asman Abnur (Ketua Umum DPP IKA Unand). Dan diskusi ini akan dimoderatori Surya Tri Harto, Ketua Harian DPP IKA Unand.

Setelah seri I, akan dilanjutkan dengan seri-seri berikutnya dengan tema yang lain pula. “Akan ada lima seri webinar, dimana pelaksanaannya berselang 3 atau 4 hari tiap seri,” imbuh Ilham, yang diamini tim Call for Paper IKA Unand, Sekretaris Mona Sisca, Wirda Nengsih, M Riduan serta beberapa lainnya.

Baca Juga:  UIN IB Terima Bantuan Dua Unit Mobil dari PT. Bank Mega Syari'ah

Turut hadir juga penasehat tim, Prof Deddy Prima Putra dan menyampaikan bahwa pembuatan buku Inspirasi Untuk Kedjajaan Bangsa, merupakan kontribusi alumni Unand untuk sumbang gagasan dan pemikiran bagi kehidupan kampus, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Adapula hikmah corona ini, biasanya harus tatap muka dan datang ke suatu tempat, tapi saat ini bisa melalui virtual, sebuah diskusi dilaksanakan dalam jumlah massal,” ujar Rektor Universitas Dharma Andalas (Unidha) ini. (ma/rls/ald)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.