Rektor UNP Prof. Ganefri Stop  Sementara Semua Perkuliahan Tatap Muka

Padang, Mimbar — Rektor UNP prof. Ganefri, Ph.d, menghentikan sementara  semua perkuliahan tatap muka di semua fakultas. Kebijakan itu diambil untuk kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona Disease (covid-19).
Karenaniti, Prof
 Ganefri  mengambil kebijakan untuk meliburkan mahasiswa dan seluruh kegiatan berkumpul di kampus tersebut. Acara wisuda yang berlangsung Sabtu dan Minghu kemarin, merupakan   kegiatan keramaian terakhir di UNP.
“Jadi edaran yang saya keluarkan tadi malam, mulai hari senin ini tidak ada perkuliahan hanya melalui line masa UNP selama satu bulan kedepan. Kita wajibkan kepada mahasiswa tidak ketemu secara langsung,” kata Prof. Ganefri.
Ganefri  mengatakan,  WHO sudah mengumumkan virus covid-19  adalah polemik dunia, yang sangat perlu disikapi dengan  serius. Jangan sampai kecolongan.
“Kita sudah melihat  pertumbuhannya kini di jakatra, begitu  cepat meningkat,  yang kita  takutkan  jika sempat ini muncul di kota Padang. Kita tidak bisa memprediksi  kapan menyerangnya virus  corona yang sangat mematikan ini,” ucapnya.
Karena virus corona  ini menularnya dengan sentuhan langsung, lanjut Prof. Ganefri, oleh sebab itu UNP mengantisipasinya dengan  mewajibkan kepada dosen-dosen  untuk satu bulan kedepan tidak ada kuliah bertatapan langsung. Kita harapkan kuliah secara online melalui link UNP, termasuk juga mata kuliah praktek,  kita alihkan dalam bentuk penugasan-penugasan dengan melalui  aplikasi online  yang sudah disediakan atau lewat media-media lain,” ungkap Prof. Ganefri.
Lebih lanjut Ganefri mengatakan,  yang penting proses akademik,  proses  pembelajaran  tidak terganggu, tetapi mahasiswa  menghindari berkumpul ramai-ramai  sehingga mereka tidak  kontak langsung.
“Kita dengar kemaren di RS M Djamil  sudah ada suspek,  ini sangat berbahaya, jadi kejadian yang dialami Indonesia saat ini, sudah cukup serius,” ujarnya.
Dijelaskan, di UNP mahasiswa  luar negeri ada 25 orang yang berasan di 4 negara, yaitu; Myanmar, Thailand, Philipina, dan Malaysia.
“Kita akan temui mereka  bagai mana keputusan mereka. Apakah mereka ingin pulang ke negaranya akan kita pulangkan, tetapi melihat situasi seperti ini, sangat tidak mungkin karna negaranya lebih parah penularan virus tersebut dibanding indonesia,” kata Ganefri.
Sekarang  UNP juga melakukan Larangan penugasan dosen-dosen  keluar negeri  termasuk ke luar daerah.  “Saya anjurkan untuk mengurangi  aktivitas keluar daerah,” ujarnya.  (ms/rls/ald)
Baca Juga:  Prof. Syahrial Bakhtiar Mantapkan Pembelajaran Gerak Dasar di Padangpanjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *